Lombok Post
Headline Metropolis

Waspada, Ini Baru Bencana Pembuka!

DISEGERAKAN: Sejumlah warga Lingkungan Sekarbela, Kota Mataram mengangkat keranda mayat menuju kuburan melintasi jalan yang tergenang air setinggi lutut orang dewasa, kemarin (6/11). IVAN/ LOMBOK POST

MATARAM-Hujan lebat disertai angin kencang yang turun Senin (6/11) kemarin, cukup membuat banyak titik genangan di Kota Mataram. Sebatang pohon waru juga tumbang di jalan Pemuda, Gomong, menutup badan jalan. Akses transportasi sempat terputus. Walau beberapa pengendara ada yang nekat menerobos melalui trotoar jalan.

a�?Tim kami sudah turun untuk melakukan penindakan,a�? kata Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Mataram Nanang Edward.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Nanang juga membenarkan ada beberapa cabang pohon yang patah ke jalan. Seperti di jalan Langko dan jalan Yos Sudarso. Untungnya pohon tumbang dan cabang yang patah itu, tidak sampai menimbulkan korban para pengguna jalan.

a�?Ini memang di luar prediksi kami, pohon-pohon yang dirasa rapuh justru terlihat sangat kokoh. Justru pohon waru yang diperkirakan tidak akan apa-apa justru yang tumbang,a�? ulasnya.

Nanang juga menceritakan tentang pasukannya yang kewalahan, karena wilayah yang ditangani cukup luas. Ia memberi perbandingan untuk satu armada terdiri dari 15 pekerja lapangan, harus menangani pohon-pohon di dua kecamatan.

a�?Perantingan tetap rutin kami lakukan, bahkan tidak hanya di hari Jumat dan Sabtu saja, tetapi kita tambah dengan hari yang lain, tapi ada saja yang diluar dugaan yang tumbang,a�? terangnya.

Timnya juga sudah all out turun menangani berbagai laporan. Walaupun itu di luar jam kerja. Tetapi, para petugas disebut Nanang, tetap ikhlas menjalankan tugasnya. Walau di luar jam kerja. a�?Mereka kan ndak boleh dihitung lembur, jadi ya hitung sebagai pahala saja,a�? jelasnya.

Nanang tetap mengimbau agar para pengendara tetap waspada. Terutama jelang musim penghujan potensi angin kencang tetap mengintai.

Sementara Kabid Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Made Gede Yasa mengatakan, selain adanya pohon tumbang, genangan juga terjadi di beberapa titik. a�?Seperti di jalan Bung Karno, jalur Lingkar Selatan, Sekarbela, dan Panji Tilar,a�? kata Yasa pada Lombok Post.

Mantan Lurah Pagesangan itu mengatakan, untuk mengurangi dampak genangan ia menurunkan sejumlah anggotanya. a�?Kami juga berkoordinasi dengan PU dan akan melakukan patroli 24 jam sejak saat ini,a�? tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membenarkan banyaknya titik genangan yang muncul. Dari laporan tim yang memantau di lapangan belasan titik genangan dilaporkan.

Hampir 75 persen dari titik genangan yang ada di Kota Mataram, disebabkan oleh persoalan sampah. Rupanya banyak masyarakat yang tidak bisa menjaga lingkungan. Mereka dengan seenaknya membuang sampah di saluran-saluran drainase, selama musim kemarau kemarin.

a�?Terutama di Sekarbela itu paling parah, kita harus bongkar plat untuk angkat sampah, lalu ada di Gebang, (dekat hotel) Golden Tulip, Kebon Roek, dekat Ampenan, Simpang Lima, semua menggenang,a�? aku Tura.

Hari ini Tura menjanjikan semua tim akan diterjunkan untuk mengangkat sampah-sampah yang menyumbat saluran. Daerah dengan sedimentasi dan sampah cukup parah akan diperioritaskan. a�?Nanti kita terjunkan alat berat juga,a�? jelasnya.

Sementara itu, dari siaran pers yang diterima Lombok Post, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika memberikan peringatan dini. Terkait potensi hujan lebat dan gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia.

Kasubdit Informasi Hari Jatmiko menjelaskan, akan adanya peningkatan potensi hujan lebat dan angin kencang. Hal ini juga akan berpengaruh pada potensi gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter. a�?(Termasuk) Di Selat Lombok,a�? terang Hari.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati. Terhadap dampak dari cuaca yang ditumbulkan. Baik itu banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. a�?Begitu juga pengguna jasa transportasi laut,a�? ujarnya.

Termasuk para Nelayan diingatkan agar tetap waspada dan berhati-hati. Cuaca ini diperkirakan akan berlangsung dari tanggal 7-9 November ini. (zad/cr-tea/r5)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost