Lombok Post
Headline Politika

Zulkieflimansyah Belum “Jinakkan” PKS

Dr H Zulkieflimansyah

MATARAM- Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah tinggal menunggu waktu untuk diumumkan pada masyarakat. Selain karena masih mempersiapkan sejumlah hal, beredar kabar penundaan tersebut karena Zul yang belum bisa “menjinakkan” PKS.

Peluang Zul makin genting lantaran di dua daerah, PKS sudah menentukan sikap. Kemarin, di Lombok Timur, PKS memutuskan mendukung H Haerul Warisin a�� H Machsun Ridwainy (HARUM). Padahal di daerah itu Demokrat memajukan HM Syamsul Luthfi. Di Lombok Barat PKS mendukung H Fauzan Khalid kala Demokrat memajukan TGH Hasanain Juaini.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

PKS dan Demokrat tampak makin jauh. Alih-alih mendapat titik temu, dua partai itu justru memilih jalan berbeda.

“Semoga ada jalan tengah,” harap Zul.

Dia menegaskan hingga kini masih pada posisi awal menginginkan koalisi linier. Hal itu jelas untuk memudahkan pemenangan.

“Doakan saja,” katanya.

Apakah jalan tengah yang dimaksud?

Ia tak menjabarkannya. Namun agaknya peluang anggota DPR RI itu belum sepenuhnya tertutup. Masih ada jalan pintas yang bisa diupayakan. Langsung melalui ketua umum atau ketua dewan syuro.

“Komunikasi dengan DPP bagus, tak ada masalah apa-apa,” katanya.

Jika jalan pintas itu bisa ditempuh, maka persoalan yang kini tampak sukar tentu bisa teratasi. Sembari menanti PKS, Demokrat juga masih harus berjuang keras membentuk koalisi linier tersebut. Di Lobar PKB sudah sepakat untuk bahu-membahu bersama Demokrat memajukan Hasanain-Sulhan.

A�”Tapi di Lobar saja,” kata Ketua Demokrat NTB HL Hadrian Irfani.

Artinya untuk provinsi, partainya kalangan nahdliyin itu masih tetap pada pendirian awal mendukung Suhaili-Amin.

“Kami masih bicara intens dengan PKB,” kata Ketua Bapilu Demokrat NTB M Nashib Ikroman.

Demokrat masih mencoba menggoda PKB agar bisa linier di semua pilkada. Tentu saja dengan koalisi linier ini akan memudahkan kerja pemenangan.

Selain PKB, Lombok Post mendapat bocoran bahwa PAN juga akan ditarik dalam gerbong Demokrat. Rencana menculik PAN terendus dari internal Demokrat.

A�”Silakan tanya sendiri PAN,” kata Ikroman tak membenarkan namun juga tak membantah.

Jika benar dua partai itu bisa diambil, artinya PKS bisa saja ditinggalkan. Bahkan cukup PKB atau PAN saja, sudah bisa memajukan satu paket baru. Akankah Dr Zul terpental? (yuk/r4)

 

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost