Metropolis

PUPR seperti Pemadam Kebakaran

MATARAM-Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram bekerja seperti Pemadam Kebakaran. Buktinya, mereka baru tanggap setelah ada kejadian. Langkah antisipasi justru tidak dilakukan.

Banjir yang terjadi di Sekarbela, Kota Mataram menjadi contoh paling baru. Senin (6/11) lalu, di wilayah ini terjadi genangan setinggi lutut orang dewasa. Air berasal dari drainase di sekitar wilayah itu selang beberapa saat setelah terjadinya hujan lebat.

Sedimentasi di drainase diperparah dengan banyaknya sampah membuat air tak bisa mengalir sebagaimana mestinya. Air tersebut kemudian meluap dan menggenangi jalan Sultan Kaharudin, Sekarbela.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Meski terkesan telat, namun Dinas PUPR tampaknya mulai sadar. Dinas yang dipimpin H Mahmudin Tura itu kemarin mengirim semua pasukannya ke Sekarbela. a�?Kami turunkan seluruh pasukan biru (sebutan untuk pasukan pembersih drainase Dinas PUPR). Jumlahnya sekitar 200 personel,a�? kata Mahmuddin yang turun langsung memantau anak buahnya di jalan Sultan Kaharudin, kemarin.

Selain menurunkan pasukan biru, ia juga mengeluarkan sejumlah alat berat yang dimiliki Dinas PUPR. a�?Kami prioritaskan saluran drainasenya. Banyak sampah dan sedimen limbah bekas pemotongan hewan,a�? ungkapnya.

Mahmudin mengklaim, bencana yang terjadi di Sekarbela Senin lalu merupakan yang pertama dalam lima tahun terakhir. a�?Ini terjadi karena masih banyak masyarakat yang membuang limbah ke saluran drainase,a�? ungkapnya.

Ia berharap, masyarakat sekitar tidak lagi membuang sampah ke drainase. Sehingga, bencana lebih parah tidak terjadi lagi. a�?Imbauan ini tidak hanya untuk warga Sekarbela. Tapi juga warga di wilayah lain. Karena semua wilayah di Mataram ini punya potensi banjir dan genangan,a�? ujar Mahmudin.

Terpisah, Camat Sekarbela Cahya Samudra mengatakan, pembongkaran penutup saluran drainase di Sekarbela bertujuan untuk meminimalisir adanya genangan. a�?Makanya Dinas PUPR menurunkan eskavator untuk mempercepat proses pengangkatan,a�? kata Cahya, singkat. (cr-tea/r5)

 

Related posts

Pemerintah Harus Radikal

Redaksi Lombok post

Dongkrak Elektabilitas, Kader NW Mulai Promosikan Rohmi

Redaksi Lombok Post

Pojok Konseling BNNP NTB Manfaatkan Momen Olahraga

Redaksi Lombok post