Lombok Post
Headline Metropolis

NTB Bersyukur Tiada Henti, Maulanasyeikh Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

PANUTAN INDONESIA: Presiden Joko Widodo menyerahkan plakat Anugerah Pahlawan Nasional untuk Maulanasyeikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid kepada Ummi Hj Siti Rauhun

JAKARTA-Seluruh Bumi Gora bersyukur tiada henti. Putra terbaiknya, Almaghfurullah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo. Gelar tersebut diterima ahli waris Hj Siti Rauhun, didampingi Hj Siti Raihanun, di Istana Negara, kemarin (9/11).

Pemberian gelar tersebut bersamaan dengan tiga pahlawan nasional lainnya, yakni Laksamana Malahayati dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan Lafran Pane dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan pemberian gelar tersebut, Almaghfurullah Maulanasyeikh menjadi Pahlawan Nasional pertama dari Bumi Gora.

Anugerah sebagai Pahlawan Nasional disambut suka cita seluruh masyarakat NTB. Sementara keluarga besar ahli waris juga datang ke Istana mendampingi Ummi Rauhun dan Ummi Raihanun, sekaligus menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Keluarga yang hadir merupakan cucu-cucu Maulanasyeikh, di antaranya TGB HM Zainul Majdi yang datang bersama istrinya Hj Erica Zainul Majdi. Juga ada Hj Siti Rohmi Djalilah, HM Syamsul Luthfi, dan H Lalu Gede Sakti Amir Murni. Hadir pula H Lalu Muhyi Abidin, suami salah satu cucu Maulanasyeikh.

Selain itu, juga ada rombongan Pemprov NTB di antaranya Sekda NTB H Rosiady Sayuti, Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik dan jajarannya.

Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 11.00-12.00 WIB itu, Ummi Rauhun maju untuk menerima plakat bersama ahli waris pahlawan lainnya. Baru pada saat Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat, adiknya Ummi Raihanun maju mendampingi dan mendapat ucapan selamat dari Presiden dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kedua ahli waris itu nampak gembira dengan gelar yang akhirnya diterima orang tua mereka.

Keluar dari Istana, Ummi Rauhun berharap, pemberian gelar tersebut bisa menjadi spirit bagi masyarakat NTB untuk bisa lebih maju ke depan. a�?Ini menjadi motivasi bagi kita semua,a�? harapnya.

Sebagai anak pertama, ia menilai Kyai Hamzanwadi julukan lain dari Maulanasyeikh merupakan sosok ulama yang sangat baik, berperilaku sangat adil, peduli pada keluarga, anak, cucu dan masyarakat. Selama hidupnya Almagfurullah berjuang untuk membangun peradaban umat Islam di NTB. Kini hasilnya bisa dirasakan. Tidak hanya warga NTB, bahkan sudah diakui secara nasional.

a�?Ayah saya adalah idola saya,a�? tegas Ummi Rauhun.

Sementara itu, Ummi Raihanaun yang juga hadir mendampingi kakaknya menerima anugerah tersebut mengaku sangat bangga. Gelar pahlawan merupakan bentuk penghargaan negara atas perjuangan Almagfurullah selama ini. a�?Semoga kita lebih baik,a�? harapnya singkat.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi merasa bersyukur pemberian gelar tersebut berjalan lancar. Ia kembali berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo, selaku Kepala Negara yang menetapkan Almagfurullah, kakeknya, menjadi Pahlawan Nasional. Momen bersejarah tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakat NTB.

a�?Ini suatu kesyukuran bagi kita semua,a�? kata TGB tersenyum.

Pemberian gelar pahlawan harus juga menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi semua. Masyarakat harus mampu menerapkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Maulanasyeikh berjuang dalam keadaan penuh keterbatasan. Dia tidak pernah minta-minta kepada siapapun, tapi memanfaatkan segela potensi yang ada di tengah masyarakat. HasilnyaA� kini A�sangat luar biasa, pembangunan manusia di NTB tidak lepas dari buah perjuangannya.

a�?Itu yang perlu kita teladani,a�? imbuh Gubernur TGB.

Dia menambahkan, gelar pahlawan menjadi simbol untuk meningkatkan kepercayaan diri masyarakat NTB. Bahwa mereka juga punya pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan ke depan, bukan tidak mungkin masih ada pahlawan-pahlawan lain asal NTB yang perlu diusulkan.

a�?Saya pikir itu terbuka, kan ada proses-proses yang akan ditempuh,a�? jelasnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik menyebutkan, NTB memiliki banyak tokoh calon pahlawan yang akan diusulkan, seperti TGH Saleh Hambali, TGH Mutawalli, Sultan Hasanuddin Bima, Sultan Dompu, dan Sultan Sumbawa. a�?Semuanya akan kita akomodir sesuai tugas kita di pemerintahan,a�? ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ada usulan calon pahlawan dari masyarakat pihaknya akan memprosesnya. Pemprov akan memperlakukannya sama. Tidak akan ada pembedaan. Beranjak dari pengalaman mengusulkan Maulanasyeikh, Pemprov NTB kini sudah punya pengalaman bagaimana prosedur mengusulkan calon pahlawan ke pusat.

a�?Apa yang harus kita siapkan, apa yang harus kita lakukan, kita sudah tahu, jadi lebih mudah,a�? kata Khalik.

Meski demikian, usulan dari masyarakat harus disertai dokumen yang lengkap. Jika tidak lengkap, Pemprov bisa membantu mencarikan dokumen sejarahnya. Seperti dalam pengusulan Mulanasyeikh, tim Pemprov selama ini mencari kelengkapan dokumen agar memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah pusat.

a�?Dari dokumen yang ada, perjuangan Maulanasyeikh tidak bisa dibantah lagi bahwa dia telah banyak berjuang bagi bangsa ini,a�? tandas mantan pejabat Pemkot Mataram itu.

Sementara itu, H Lalu Muhyi Abidin mengatakan, gelar pahlawan itu sudah selayaknya dianugerahkan kepada Maulanasyeikh. Bukan karena faktor keluarga, bukan pula karena dirinya warga NTB. Tetapi dengan menyimak sejarah hidup Maulanasyeikh, dia sangat pantas mendapat gelar pahlawan.

Perlawanan secara fisik terhadap penjajahan memang tidak terlalu nampak. Tapi kader-kader didikannya turun ke medan pertempuran membela tanah air. Terutama saat agresi Belanda yang ingin merebut kembali Indonesia. Ia yakin Maulanasyeikh ada di balik itu semua. a�?Dia adalah tokoh intelektual di balik peperangan itu,a�? ujarnya.

Di sisi lain, untuk mengisi kemerdekaan, dia adalah orang yang sangat hebat. Dia berjuang dalam bidang pendidikan, dimana pendidikan merupakan bagian paling urgen untuk mengisi kemerdekaan itu. a�?Penganugerahan pahlawan ini sangat layak,a�? ujarnya.

Sebagai warga NTB, ia merasa berbangga dengan anugerah itu. Karena Maulanasyeikh baru satu dari NTB tokoh yangA� diberi gelar pahlawan nasional. Itu merupakan legitimasi bahwa NTB ke depan akan lebih eksis.

Melawan Dengan Otak

Sementara itu, Sejarawan sekaligus Wakil Ketua Tim Pengkaji dan Peneliti Gelar Nasional (TP2GN) Anhar Gonggong kepada Lombok Post di Istana mengatakan, Maulanasyeikh adalah tokoh hebat. Dia mendirikan pondok pesantren dengan nama Nahdlatul Wathan, yang memiliki makna kebangkitan tanah air.

Nama itu menurutnya mencerminkan nasionalisme yang tinggi dari sosok Kyai Hamzanwadi muda. Sejak zaman penjajahan, Maulanasyeikh telah berjuang dengan mendidik anak muda, agar terlepas dari keterbelakangan.

Maulanasyeikh berhasil mendirikan ratusan madrasah dan pondok pesantren. Artinya dia membangun manusia yang tidak hanya cinta pada agama dan cinta tanah air. a�?Sebuah kehebatan yang tidak dimiliki semua orang,a�? katanya saat ditemui di Istana.

Menurutnya, salah jika orang menilai pahlawan hanya angkat senjata. Apa yang dilakukan Maulanasyeikh dengan mendidik generasi muda lebih dari senjata. A�a�?Tembakannya bukan peluru tapi alatnya adalah mengasah ini (otak), itu yang penting,” katanya sambil menunjuk kepalanya.

Dengan pemberian gelar tersebut, Anhar berpendapat bahwa generasi muda NTB kini harus menyiapkan diri dengan pendidikan, harus berusahaA� menguasai teknologi. Sebab tantangan ke depan tidak hanya mampu bersaing, tapi pandai bekerjasama dengan orang lain. Baginya, merupakan sebuah kesalahan jika selalu menggembar-gemborkan untuk bersaing, tapi tidak mampu bekerjasama.

Jika hanya sekedar bersaing, semua orang bisa tapi bagaimana membuat persaingan itu menjadi bermakna. Sebuah persaingan pada saatnya persaingan harus dikerjasamakan.

a�?Kalau tidak bagaimana mendapatkan hasil,a�? katanya. (ili/r8)

 

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost