Lombok Post
Headline Metropolis

Soal UMK, Ahyar Bantah Condong ke Pengusaha

GAJI NAIK: Dua pegawai salah satu toko di Lombok Epicentrum Mall menunggu pembeli didepan tokonya, kemarin (5/11). IVAN/ LOMBOK POST

MATARAMa��Arah kebijakan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Kota Mataram, sepertinya sudah bisa ditebak. Dewan Pengupahan sepakat menaikan UMK sebebesar Rp 1,8 juta atau sekitar 8,71 persen dari UMK sebelumnya yakni Rp 1,7 juta. Namun, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Mataram, ngotot UMK di angka Rp 1,9 juta, atau naik 11,87 persen.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sendiri mengaku telah meneken rekomendasi yang selanjutnya akan diteruskan pada Gubernur NTB. Dalam rekomendasi itu, usulan utama adalah 1,8 juta.

a�?Setelah melakukan kajian banyak hal, dengan melihat berbagai aspek ya ketemu di Rp 1,8 juta,a�? kata Ahyar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Namun Ahyar menegaskan keputusan ini, tidak lantas menggambarkan dirinya condong ke pengusaha. Dia menilai, keputusan ini diambilnya berdasarkan banyak kajian.

Namun usulan SPSI tetap diakomodir. Hanya saja angkanya, dimasukan dalam berita acara lampiran. Bukan angka yang direkomendasikan bersama usulan dari Apindo.

a�?Sebenarnya hanya beda sedikit saja,a�? jelasnya.

Ahyar tetap bersikukuh angka Rp 1,8 juta cukup mengakomodir kedua belah pihak. UMK ini masih di atas Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Ia menilai dewan pengupahan sudah memikirkan bagaimana agar masyarakat mendapatkan upah yang layak. Sedangkan, penguasaha tidak sampai keberatan dengan ketetapan UMK yang baru.

Ahyar optimis kedua belah pihak telah legowo. Apalagi, sampai akhrirnya angka ini ditetapkan, mereka dinilai telah beberapa kali melakukan pertemuan. Membahas angka yang layak.

a�?Mereka juga tahu bagaimana prosesnya,a�? tegasnya.

Sebelumnya, Ketua SPSI Kota Mataram I Gusti Lanang Praya, tetap tak ingin bergeser pada keputusannya. Ia menginginkan angka yang adil. Mengingat KHL tidak disurvei dalam setiap tahun, tetapi lima tahun sekali.

Praya juga mensinyalkan sikap pihaknya yang mungkin legowo, jika UMK bisa diputuskan di angka tengah-tengah. a�?Dua tahun sebelumnya, UMK diambil tengah-tengah antara keinginan SPSI dengan Apindo,a�? ujarnya.

Tetapi jika, angka lebih condong pada angka yang disodorkan Apindo, Praya akan mengambil sikap. Mengumpulkan semua asosiasi pekerja di Kota Mataram menyikapi hasil itu.

a�?Kami tidak akan langsung menerima, tetapi kami akan bertemu dulu dengan semua asosiasi Pekerja untuk tentukan sikap,a�? tegasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost