Lombok Post
Kriminal

Waspada !!! Ini Modus Baru Curanmor

BAWA KABUR MOTOR: Dua terduga pelaku pencurian motor, Araf dan Budi ditangkap tim opsnal Polsek Cakranegara. Keduanya kini terancam hukuman 7 tahun penjara. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM- Polsek Cakranegara menangkap dua terduga pelaku, yakni Araf, 40 tahun dan Budi, 29 tahun, ditangkap polisi bersama barang bukti satu unit motor hasil curian. Kapolsek Cakranegara Kompol Haris Dinzah mengatakan, kedua pelaku beraksi dengan lebih dulu mengelabui korbannya. Yakni, dengan cara memarkir kendaraan yang mirip dengan motor korban.

Modus itu dilakukan di Pasar Sindu, Kelurahan Cakranegara Utara, pada Minggu (5/11). Korban yang membawa motor Honda Beat berwarna putih, datang dan memarkirkan motornya dalam keadaan terkunci setang.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tak berapa lama, kedua pelaku menggunakan motor yang identik dengan milik korban, memarkirkan kendaraannya di samping motor korban. Araf langsung menjalankan aksinya dengan membawa kabur motor korban, ditemani rekannya, Budi.

“Mereka datang, parkir tepat di sebelah motor korban. Motor mereka dengan milik korban sama, jadi warga di sekitar gak curiga,” kata Dinzah, kemarin (10/11).

Pencurian motor yang masuk dalam laporan Polsek Cakranegara ini, berhasil terungkap Rabu (8/11). Penyelidikan lapangan, menunjukkan jika Araf dan Budi diduga kuat sebagai pelakunya. Karena itu, sekitar pukul 12.00 Wita, petugas menangkap keduanya di kediaman masing-masing.

“Kita tangkap di Lingkungan Sayang-sayang. Dua motor ikut kita amankan, satu milik korban, satu lagi milik pelaku,” beber Dinzah.

Sementara itu, Araf berdalih jika dia tidak berniat mengambil motor itu. Saat itu dirinya bahkan tidak mengetahui bahwa motor yang dia bawa, ternyata bukan Honda Beat berwarna putih miliknya.

“Pas sudah jalan agak lama, saya baru sadar kalau itu bukan motor saya,” kata dia.

Setelah menyadari itu, bukannya dikembalikan, motor itu justru ditaruh pelaku di rumahnya sendiri. Kata Araf, dia takut dihajar massa jika mengembalikan motor yang ia bawa.

“Saya mau balikin, tapi takut. Takut dipukulin orang-orang,” aku dia.

Ditambahkannya, saat membawa motor itu, dia memakai kunci motornya sendiri. Araf sendiri bingung, karena kunci kontaknya bisa masuk ke motor milik korban.

“Pakai kunci motor saya. Saya juga bingung kok kunci motor saya bisa masuk,” kata Araf.

Terlepas dari ketidaktahuannya, Araf tetap ditangkap polisi. Sebab dirinya tidak langsung mengembalikan motor yang bukan miliknya. Atas perbuatannya, kedua pelaku disangka Pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 tentang Pencurian. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Jatanras Ringkus Begal Wisatawan

Redaksi LombokPost

Gerebek Pengedar Sabu, Seorang Pelajar Ditahan

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost