Lombok Post
Headline Politika

Gerindra Pecat Hamja Jadi Ketua Fraksi

SERIUS: Ketua Gerindra NTB H Ridwan Hidayat (dua dari kanan) dan jajaran pengurus inti saat menjelaskan pencopotan H Hamja dari posisi Ketua Fraksi Gerindra di DPRD NTB, kemarin. Wahyu/Lombok Post

MATARAM– Partai Gerindra memecat H Hamja dari jabatan Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB. Dengan pencopotan tersebut, kini Hamja hanya berstatus anggota fraksi saja.

“Saya sungguh-sungguh sikapi kesan Gerindra kurang memberi dukungan terhadap gelar pahlawan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid,” tegas Ketua Gerindra NTB H Ridwan Hidayat, kemarin.

Pemecatan dari jabatan itu merupakan implementasi pernyataan Hamja yang dimuat di media dan menjadi viral di media sosial. Ridwan mengatakan pemecatan jabatan itu karena pendapat pribadi Hamja yang sangat bertentangan dengan sikap resmi Gerindra. Pada 2 November lalu, dalam pandangan fraksi, partai berlogo kepala Garuda tegas mendukung gelar pahlawan pada TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Seyogianya Hamja makin memperkuat sikap partai. Karena sepertinya tak berikan dukungan penuh, maka ada sanksi tegas,” jelas Ridwan.

Pandangan Hamja secara pribadi, kata Ridwan, tak menunjukkan rasa A�simpatik sebagai tokoh NTB. Padahal Gerindra lahir untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Secara keseluruhan masyarakat sangat bersyukur dan bangga atas gelar pahlawan nasional tersebut.

“Sehingga berkewajibanlah Gerindra, Hamja tak sensitif,” katanya.

Kini Sabirin diangkat menjadi ketua fraksi, wakil dijabat H Jazuli Azhar, dan sekretaris H Abdul Karim. Dengan tindakan tegas itu, ia berharap polemik yang terlanjur munculA� disudahi.

A�”Jangan ada muatan lain, kita ini sungguh-sungguh,” ujarnya.

Analisa dan kekhawatiran partai, bahwa ada pihak yang berusaha mengambil manfaat untuk kepentingan politik. Apalagi kasus tersebut berdekatan dengan pilkada.

“Ini sama sekali tak ada hubungannya,” tegas kakak kandung H Ahyar Abduh itu.

Dia mengimbau semua pihak bersama menjaga kondusifitas dan stabilitas NTB yang sudah terpelihara baik selama ini. Jamaah NW yang berlandaskan iman dan takwa, lanjutnya, sudah semestinya memaafkan Hamja. Selain karena sudah minta maaf langsung, dia juga sudah menerima hukuman atas perbuatannya.

“Saya yakin itu,” katanya.

Kepada seluruh kader, ia meminta kasus tersebut dijadikan pelajaran. “Sekali lagi, Gerindra tetap istikomah mendukung gelar pahlawan itu,” tambah Jazuli. (yuk/r4)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost