Lombok Post
Kriminal

Oknum PNS a�?Tersandunga�? Senapan Rakitan

SENPI RAKITAN: PNS asal Kabupaten Sumbawa dengan inisial Jaf ditangkap karena memilik duga senjata api rakitan yang diduga ilegal. Jaf tertangkap di Taman Buru Pulau Moyo, Sumbawa, pada Sabtu (11/11). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Tim gabungan dari Polda NTB dan Polhut menahan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) dari Kabupaten Sumbawa, dengan inisial Jaf. A�Pria 53 tahun dituduh telah melakukan perburuan liar di kawasan konservasi Pulau Moyo, Sumbawa.

Menurut keterangan polisi, penangkapan Jaf diawali dengan patrol tim Polhut dan masyarakat. Mereka menyusuri jejak pemburu liar di Kawasan Konservasi Taman Buru Pulau Moyo, Sabtu (11/11).

Nah, saat penyusuran itu, Jaf dipergoki berada di dalam taman buru. Dia tengah memegang dua pucuk senjata api (senpi) rakitan jenis laras panjang. Petugas juga menemukan satu butir peluru aktif dengan kaliber 5,56 mm.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Senpi yang ditemukan petugas itu, diduga tanpa dilengkapi surat atau dokumen yang sah. Karena itu, Polhut kemudian menyerahkan Jaf ke Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB.

a�?Pelaku diduga sedang berburu di sana. Tapi pakai senpi rakitan,a�? kata Panit II Subdit I Ditreskrimum Polda NTB Ipda Eky Malaungi, kemarin (13/11).

Eky menjelaskan, senpi rakitan yang dimiliki Jaf, didapatkan dari salah seorang satpam bank di Sumbawa, dengan inisial KE. Oknum sekuriti itu diduga kuat sebagai perakit senpi rakitan laras panjang milik Jaf.

Untuk pipa senpi sendiri, dibeli Jaf via online. Setelah barang datang, Jaf meminta KE untuk merakitnya. Satu senpi rakitan itu membutuhkan biaya hingga Rp 5 juta.

a�?Besi pipanya ini di beli dari Jawa, online. Tapi perakitannya di Sumbawa,a�? beber Eky.

Dari interogasi sementara, Jaf mengaku jika senpi itu digunakan untuk berburu. Dia sudah memiliki dua senpi itu sejak tiga tahun lalu. a�?Pengakuannya sih untuk berburu, tapi masih kita dalami lagi,a�? pungkas dia.

Atas kepemilikan senpiA� illegal ini, Jaf disangka dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara.(dit/r2)

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost