Lombok Post
Headline Kriminal

Australia Deportasi Nelayan Loteng

SERAH TERIMA: Kalam (kanan), nelayan asal Lombok Tengah yang dideportasi Pemerintah Australia, dijemput keluarganya, Senin (28/11). SDKP LOTIM UNTUK LOMBOK POST

MATARAM-Kalam, nelayan asal Lombok Tengah (Loteng) akhirnya dipulangkan Pemerintah Australia. Dia dideportasi usai tertangkap otoritas keamanan laut Australia, karena memasuki wilayahnya sekitar Oktober lalu.

Koordinator Satuan Pengawas (Satwas) Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Lombok Timur (Lotim) Rio Madya Putra mengatakan, Kalam tiba di Lombok pada Senin (27/11). Pemulangannya difasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen PSDKP.

a�?Dia diterima langsung oleh keluarganya,a�? kata Rio, kemarin (28/11).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Rio mengatakan, masuknya Kalam ke wilayah Australia berawal pada Oktober lalu. Saat itu, dia bersama 14 nelayan, menggunakan dua kapal dengan ukuran 7 GT, berangkat menuju ground fishing. Kalam menjadi satu-satunya nelayan asal Lombok yang ikut dalam perahu tersebut.

Dua hari melaut, awak kapal tak menyadari jika mereka telah memasuki wilayah Australia. Pengakuan Kalam, kapal yang ia gunakan tidak memiliki alat navigasi. Itu menjadi penyebab kapal mereka secara tidak sengaja masuk ke perairan negara Australia.

Aktivitas mereka rupanya dideteksi kapal patroli Australia. Mereka bergerak cepat mendatangi dua kapal dari Indonesia. Selanjutnya, petugas menggiring dua kapal nelayan menuju pelabuhan untuk diperiksa lebih lanjut.

a�?Karena memasuki wilayah tanpa izin, mereka di bawa ke pusat detensi Australia,a�? jelas Rio.

Sebagai orang asing yang melanggar batas wilayah, Kalam ditampung di pusat detensi Australia. Kalam bersama 13 rekannya asal Saumlaki, Kepulauan Maluku, menjalani penahanan sekitar A�sebulan.

Selanjutnya, kata Rio, pemerintah Australia memutuskan untuk mendeportasi Kalam. Dia diterbangkan dari Darwin menuju Denpasar, Bali. Dari Bali, Kalam melanjutkan perjalanannya melalui jalur laut Padangbai ke Lembar.

Ada lima orang nelayan yang dideportasi bersama Kalam. Mereka terdiri dari 5 orang nelayan asal Saumlaki. a�?Total sudah enam orang, termasuk dengan Kalam ini. Karena Kalam merupakan warga asal Lombok, makanya diserahkan kepada kami,a�? pungkas Rio.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost