Lombok Post
Headline Metropolis

Pariwisata NTB Paling Kena Dampak Akibat Gunung Agung Meletus

SUDAH DIBUKA KEMBALI: Sejumlah penumpang tertidur di Bandara LIA, Praya Lombok Tengah, Kamis (30/11). Meskipun bandara sudah kembali dibuka sejak pagi kemarin, belum ada kepastian bandara tidak akan ditutup lagi beberapa hari kedepan. IVAN/ LOMBOK POST

SEMENTARA itu, seperti halnya di Bali, sektor pariwisata NTB juga paling terkena dampak meletusnya Gunung Agung. Hingga kemarin jumlah kerugian memang belum bisa ditaksir. Namun, pembatalan pemesanan hotel terus berdatangan.

Aang Sadikin dari Asosiasi Veneral Manager Hotel Indonesia atau Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) chapter NTB mengatakan, hingga kemarin, tingkat hunian hotel berbintang anjlok ke angka 30 persen. a�?Kami juga menerima pembatalan dari sejumlah customer kami,a�? kata Aang dalam rapat koordinasi di Kantor Dinas Pariwisata NTB kemarin.

Pembatalan kata dia, terutama karena para wisatawan memang tidak bisa terbang ke Lombok sesuai jadwal, lantaran bandara tutup.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal yang memimpin rapat koordinasi mengungkapkan, hingga kemarin, dari laporan Asosiasi Hotel Mataram dan IHGMA yang masuk ke pihaknya, total telah ada pembatalan pemesanan 2.874 room/night hotel-hotel berbintang semenjak Gunung Agung meletus dan berimbas penutupan bandara akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, Hotel Aruna di Senggigi misalnya mengalami pembatalan 250 room/night. Hotel Killa di Senggigi juga mendapat pembatalan 475 room/night, Qunci Bila 325 room/night, Jayakarta 306 room/night, Living Asia 72 room night, dan Holiday Resort 438 room/night.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Hotel-hotel di dalam kota pun terkena dampak. Golden Palace misalnya 475 room/night, Fave Hotel 130 room/night, dan Pratama 93 room/night.

Sementara di sisi lain, penerbangan internasional ke NTB terutama dari Kualalumpur dan Singapura hingga kemarin belum berjalan normal. Khusus untuk penerbangan Kualalumpur yang tiga kali sehari telah dibatalkan semenjak gunung Agung meletus. Sementara penerbangan ke Singapura sempat ada yang terealisasi namun sebagian besar harus dibatalkan.

Kepala BMKG Wilayah NTB Oral Sem Wilar mengungkapkan, sebetulnya ketika otoritas bandara telah menyatakan bandara dibuka, maka penerbangan sepenuhnya sudah sangat aman. Namun, tatkala ada penerbangan yang tetap memilih membatalkan penerbangan, hal tersebut menjadi kebijakan otoritas maskapai bersangkutan.

Dia mengunkapkan hal itu saat Lombok Post mengonfirmasi apakah ada standar ganda yang diberlakukan maskapai dalam merespon bencana meletusnya Gunung Agung. Mengingat ada maskapai yang masih melayani penumpang dan ada maskapai yang memilih meniadakan penerbangan sama sekali.

Oral mengatakan, sejauh ini umumnya penerbangan internasional yang memilih membatalkan penerbangan ke NTB. Sementara penerbangan domestik yang dilayani maskapai domestik bisa tetap berjalan normal setelah otoritas bandara menyatakan bandara resmi dibuka.

Pihaknya kata Oral tak mengetahui apa pertimbangan maskapai internasional tersebut. Yang jelas, pemerintah kata dia memberi garansi, tatkala bandara telah diputuskan dibuka, maka bandara telah sepenuhnya aman untuk aktivitas penerbangan. Tak terkecuali penerbangan internasional.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB H Ainuddin memastikan meletusnya Gunung Agung telah memberi dampak pada bisnis pariwisata NTB. Saat ini, banyak pramuwisata yang akhirnya tidak bekerja lantaran tamu mereka tidak datang lantaran bandara tutup.

a�?Dulu, kalau saya mengundang rapat anggota, kalau yang diundang 50 orang, paling yang datang cuma tiga. Karena mereka bekerja. Sekarang, kami mengundang rapat tiga orang, tapi yang datang 50 orang,a�? kata Ainuddin memberi tamsil.

Sementara itu, jumlah penumpang yang melalui penerbangan laut juga meningkat. Petugas Syahbandar Pemenang Pujiati mengungkapkan, semenjak Gunung Agung meletus, jumlah penumpang tertinggi yang meninggalkan Lombok ke Bali dengan kapal cepat mencapai 1.509 orang sehari. Hal ini terjadi pada 27 November. Pada 26 November, jumlahnya 1.450. Namun, jumlah ini menurun hingga kemarin meski masih tetap di atas 1.000 orang.

Sementara jumlah penumpang yang datang dari Bali kata Pujiati paling tinggi pada 27 November lalu dengan jumlah 1.315 orang. Sementara hari lain masih di kisaran 1.200 penumpang tiap hari. a�?Meski ada kenaikan, tapi saat ini masih tertangani,a�? katanya. (kus/r8)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost