Lombok Post
Headline Metropolis

Dampak Erupsi Gunung Agung, Ribuan Wisatawan Batal ke Lombok

Keindahan unung Agung terlihat dari bekas Dermaga, Pantai Ampenan, Kota Mataram, kemarin (3/12). Meskipun sudah semakin membaik, Gunung Agung masih berstatus awas. IVAN/ LOMBOK POST

MATARAM-Erupsi Gunung Agung benar-benar berdampak besar bagi pariwisata NTB. Tidak tanggung-tanggung, Dinas Pariwisata NTB mencatat, ada ribuan kunjungan wisata, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara yang dibatalkan.

Akibatnya, penurunan okupansi terjadi hingga 40 persen di hotel-hotel dan resort. Terutama di kawasan Senggigi dan Gili. a�?Ada ribuan room night yang tercancel,a�?.

Ia menambahkan, erupsi tersebut juga berdampak pada target 3,5 juta kunjungan wisatawan ke NTB. Sebelum terjadi erupsi, target kunjungan sudah berada di ujung, sekitar 15 sampai 20 persen. Padahal semua stakeholder sudah menyiapkan sejumlah paket menarik di akhir tahun ini.

a�?Hari ini long weekend sebenarnya ribuan kunjungan sudah dicatat, tapi ternyata cancel,a�? kata Kepala Dinas Pariwisata NTB L Moh Faozal.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Pernyataan itu diungkapkan Faozal dalam rapat strategi dampak erupsi Gunung Agung, Bali terhadap pariwisata di NTB yang digelar Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi NTB, kemarin (3/12). Rapat tersebut dihadiri seluruh asosiasi pariwisata dan perwakilan Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-NTB.

Dalam kesempatan itu, Faozal juga memaparkan beberapa skenario antisipasi yang telah dilakukan. Seperti pemenuhan kebutuhan wisatawan berupa aksesibilitas (pengantaran), akomodasi (penginapan), dan atraksi (hiburan) sekaligus pemantauan dan penanganan isu yang berkembang di media massa terkait perkembangan Gunung Agung.

a�?Ini akan menjadi langah konkret yang bisa menjadi bagian usaha bersama mengantisipasi dampak erupsi Gunung Agung,a�? jelasnya.

Faozal mengatakan, pihaknya juga telah membentuk crisis center atau posko dibeberapa titik strategis. Seperti di Lombok International Airport (LIA) yang berintegrasi dengan posko yang disiapkan managemen LIA.

Selain itu, posko terpadu juga dibangun di Pelabuhan Lembar yang menjadi pintu masuk dan keluarnya wisatawan ke dalam maupun luar Lombok lewat jalur laut. a�?Kita juga membangun posko di Senggigi dengan pertimbangan Senggigi harus mendapatkan akses informasi paling banyak. Baik itu informasi airlines, transportasi laut, dan lainnya. Lokasinya di lobi Hotel Aruna Senggigi,a�? sambungnya.

Selain posko, Faozal juga telah menempatkan personel yang akan siaga selama 24 jam membantu wisatawan. Baik itu wisawatan yang masuk maupun ke luar Lombok.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar, I Gde Pitana mengaku Kemenpar dan semua stakeholder sudah well prepare. Semua sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Sehingga ketika bandara tutup, tidak terjadi kepanikan.

a�?Dibandingkan Bom Bali, erupsi Barujari, dan lainnya, sekarang yang paling baik,a�? akunya. Ia menuturkan, bencana kali ini tidak memerlukan rapat yang begitu lama seperti kejadian-kejadian sebelumnya.

Dikatakan, semua stakeholder masih harus berpikir lama untuk mencari solusi. Bahkan ketika ada tawaran untuk menggratiskan penginapan di hotel, mereka lebih memilih kabur. Saat ini, tawaran seperti itu justru disambut baik. a�?Rasa memilikinya sudah benar-benar melekat,a�? sambungnya.

Pita melanjutkan, pemerintah tidak pernah mengeluarkan larangan berwisata ke Bali pada wisatawan mancanegara. Pemerintah memberlakukan daerah sekitar Gunung Agung sama dengan kawasan rawan bencana (KRB). Yakni 12 kilometer dari Gunung Agung. Selain dari itu, wisatawan masih bebas berkunjung. a�?Ini yang harus kita jelaskan pada dunia,a�? tukasnya.

Sementara terkait kerugian yang dialami Bali-NTB, ia mengaku belum menghitung jumlah riilnya. Namun kunjungan wisatawan mancanegara rata-rata 12-15 ribu per harinya. Jumah tersebut belum termasuk yang melakukan cancel karena ragu. Pemerintah tidak boleh menutup mata jika penutupan bandara memberikan dampak negatif bagi pariwisata.A� a�?Itu kerugian secara makro, belum mikronya,a�? pungkasnya.

Kerugian di sektor mikro berupa penurunan forwar booking dari 86 persen menjadi 48 persen. Pemerintah pusat tidak menganggarkan dana recovery untuk hal tersebut. Namun Kemenpar mengalihkan sebagian anggaran untuk proses emergency khususnya untuk PR-ing, yakni upaya menyampaikan pemahaman kepada masyarakat luas.

Ketika bencana terjadi, wisatawan membutuhkan informasi yang cepat, jelas, dan akurat. Anggaran tersebut diplot untuk proses recovery informasi terkait Gunung Agung.

Kemenpar sendiri menganggarkan Rp 5 miliar untuk hal tersebut. Dana itu tidak diberikan langsung pada Bali maupun NTB. Dana tersebut digunakan untuk bekerja sama dengan CNN, fox, google, dan media luar lainnya. a�?Supaya memberikan informasi yang jelas terkait Gunung Agung, a�? tandasnya.

Alat Transportasi Masih Terganggu

Sementara itu, hingga kemarin jalur transportasi udara masih terganggu. Bagi warga yang hendak keluar masuk wilayah Lombok, disarankan menempuh jalur laut.

Jalur laut sejauh ini menjadi akses yang dianggap lebih aman dibandingkan jalur udara.A� Hal itu disebabkan dampak letusan Gunung Agung masih berpotensi mengganggu penerbangan Lombok International Airport (LIA).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB H Lalu Bayu Windia menjelaskan, Lombok memiliki banyak angkutan perairan. Tidak hanya di Pelabuhan Lembar, tetapi juga di beberapa pelabuhan kapal cepat seperti Senggigi dan Bangsal, Lombok Utara.

a�?Jika airport ditutup warga bisa lewat Lembar maupun Pemenang Bangsal,a�? saran Bayu.

Pelabuhan Lembar, jaraknya hanya 30 menit dari Kota Mataram, bisa menggunakan kapal ferry yang beroperasi setiap hari dengan rute Lembar-Padangbai, atau KMP Legundi yang beroperasi dua kali seminggu rute Lembar-Surabaya.

Menurut Bayu, warga tidak perlu khawatir dengan jalur penyeberangan laut. Karena ketinggian gelombang masih terbilang aman. a�?Selama belum mencapai 2-3 meter, itu masih bisa berlayar, kalau lebih baru tidak bisa,a�? katanya.

Hingga saat ini, tidak ada maklumat dari syahbandar terkait bahaya penyeberangan Lembar. Artinya meski terjadi gelombang tinggi di beberapa daerah, tapi jalur ke Lombok masih aman untuk dilalui. Kalaupun ada kapal wisatawan yang terbalik di Pototano Sumbawa, itu disebabkan mereka tidak memperhatikan keselamatan dan perhitungan yang cermat. Kapal kecil tentu lebih mudah diterjang gelombang pasang.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin dampak letusan Gunung Agung masih dirasakan provinsi NTB, khususnya Lombok. Banyaknya penerbangan yang dibatalkan membuat sektor pariwisata terpukul. Di Bali saja kerugian per hari mencapai Rp 70 miliar, di Lombok juga mengalami hal serupa tapi nilanya belum diketahui pasti. a�?Buka tutup bandara juga merugikan,a�? kata Amin.

Ia khawatir jika situasi itu terus menerus terjadi, maka akan berdampak pada capaian target wisatawan tahun ini. Tapi Amin berharap hal itu tidak benar-benar terjadi. Karena itu, ia meminta kepada dinas teknis untuk mengantisipasi dampak terganggunya akse keluar masuk Lombok. (ili/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost