Lombok Post
Kriminal

Emosi, Antar Jun ke Balik Jeruji Besi

BARANG BUKTI: Kapolsek Narmada Kompol Gusti Bagia menunjukkan barang bukti berupa pedang yang digunakan Jun saat membacok Bahar, di Polsek Narmada, Sabtu (2/12). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Polisi bergerak cepat menangkap pelaku penganiayaan berat di Dusun Gondawari Barat, Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar). Jun, 27 tahun, tertangkap hanya sekitar 2 jam usai menganiaya Bahar, warga Desa Batu Kuta, Sabtu (2/12).

Kapolsek Narmada Kompol Gusti Bagia mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wita, Jumat (1/12). Pelaku membacok korban dengan menggunakan pedang sepanjang sekitar 50 sentimeter di rumah salah seorang warga Dusun Gondawari Barat, Desa Lembuak.

a�?Korban menderita luka robek di bagian kepala belakang dan punggungnya,a�? kata Bagia, Sabtu (2/12).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba. Korban bahkan tidak mengetahui kedatangan pelaku yang membawa senjata tajam.

Bagia mengatakan, saat itu korban tengah duduk-duduk bersama rekannya. Tiba-tiba, pelaku dan tiga temannya datang menggunakan dua sepeda motor. Jun langsung masuk ke dalam rumah dan menebas korban. Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung kabur.

a�?Kejadiannya mendadak. Rekan korban juga tidak menyadari kalau pelaku bawa senjata tajam,a�? ujar dia.

Setelah mendapat penganiayaan, korban dilarikan ke RS Awet Muda Narmada. Rekan korban lainnya menghubungi petugas piket Polsek Narmada. Laporan itu ditindaklanjuti petugas dengan mengejar pelaku.

Setelah mengumpulkan petunjuk dan keterangan dari saksi, Jun berhasil ditangkap, sekitar pukul 00.15 Wita, Sabtu (2/12). Dia diamankan di rumahnya, di Dusun Lembuak Barat, Desa Lembuak tanpa perlawanan. Polisi juga mengamankan pedang dan baju yang berlumuran darah sebagai barang bukti.

a�?Yang masuk ke TKP hanya pelaku saja, tiga rekannya itu menunggu di luar,a�? terang Bagia.

Bagia menambahkan, penganiayaan berat itu ternyata dipicu masalah sepele. Berawal dari lakalantas ringan antara korban dan pelaku tak jauh dari TKP. Hal tersebut rupanya membuat Jun gelap mata. Dia pulang mengambil senjata tajam.

a�?Sebelum kejadian, sempat serempetan kendaraan. Serempetannya tidak sampai jatuh dan peristiwa itu sudah diselesaikan di tempat. Tapi pelaku pulang dan mendatangi korban dengan pedangnya,a�? bebernya.

Sementara itu, Jun mengaku tidak mengenal korban yang dibacoknya. Namun dia mengenali rumah yang menjadi tempat nongkrong korban saat itu. a�?Saya gak kenal. Cuma kenal sama tuan rumahnya saja,a�? aku dia.

Disinggung mengenai alasan pembacokan itu, Jun mengatakan bahwa korban tidak meminta maaf kepadanya setelah serempetan itu. Bukan itu saja, korban bahkan sempat tertawa. Dan, itu dianggapnya sebagai bentuk ejekan.

Karena itu, dia pulang ke rumahnya kemudian kembali lagi dengan membawa senjata tajam. a�?Dia gak mau minta maaf. Terus saya habis minum (mabuk, Red) juga, akhirnya emosi,a�? ungkapnya.

Atas perbuatannya, Jun dijerat dengan Pasal 351 KUHP. Pria pengangguran ini terancam hukuman maksimal 5 tahun di dalam penjara.(dit/r2)

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost