Lombok Post
Metropolis

Jembatan Juga Bisa Sebabkan Banjir

BANJIR: banjir di Kekalik, Mataram beberapa waktu lalu.

MATARAM-Banjir di beberapa titik di Kota Mataram, kerap disebabkan terhambatnya aliran sungai oleh jembatan yang terlalu rendah. Karenanya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram berencana meninggikan sejumlah jembatan. Salah satunya jembatan kecil di Kekalik Kijang, Mataram.

Wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir akibat meluarnya Sungai Ancar. Ironisnya aliran sungai ini kerap terhambat oleh sebuah jembatan kecil yang posisinya terlalu rendah.

a�?Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, tidak ada hujan di Kota Mataram. Tapi air di Sungai Ancar meluap pada dini hari, sehingga terjadi genangan yang cukup tinggi, a�? kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, H Mahmuddin Tura pada Lombok Post.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tura mengaku, keberadaan sedimen dan sampah di sungai tersebut menjadi faktor penyebab banjir. Sebuah jembatan kerap mengambat aliran sampah yang dibawa sungai, sehingga airnya meluber ke pemukiman penduduk.

a�?Karenanya PUPR akan meninggikan jembatan kecil yang ada di Kekalik Kijang itu,a�? tuturnya.

Namun upaya ini tidak akan berhasil, jika sampah tetap dibuang ke aliran sungai tersebut. Tura berharap tidak ada sampah atau air yang terhalang oleh pondasi jembatan yang rendah. Sehingga air bisa mengalir dengan lancar.

a�?Untuk sementara ini, kami menggunakan karung pasir untuk mencegah air sungai meluber ke pemukiman. Untuk peninggian jembatan sedang dalam proses,a�? ujar Tura.

Untuk meninggikan jembatan kecil di Kekalik Kijang tersebut, Dinas PUPR Kota Mataram menganggarkan Rp 100 juta. Diharapkan proyek jembatan itu bisa tuntas Desember mendatang. Tura berharap ada upaya jangka panjang untuk mencegah banjir di Kota Mataram. Misalnya Dengan membangun waduk.

Pihak PUPR sendiri terus menyiagakan 325 pasukan birunya, mulai dari pasukan irigasi, bina marga, drainase, pantai, hingga sungai. Pasukan biru PUPR terbagi ke beberapa titik, ditempatkan sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing.

Terpisah, salah satu warga Kekalik, Muhammad mengaku, jembatan kecil di dekat lingkungannya itu memang kerap menyebabkan banjir. Sampah dari hulu kerap terhambat oleh badan jembatan yang terlalu rendah. Akibatnya air meluber masuk ke dalam pemukiman.

a�?Sering kali, daerah kami kebanjiran padahal tidak ada hujan,a�? kata Muhammad, kemarin (3/12).

Dia juga berharap Dinas PUPR mengeruk sampah atau sedimen hasil limbah pabrik tahu dan tempe di Sungai Ancar. Sehingga aliran sungai menjadi lebih lancar. (cr-tea/r3)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost