Headline Metropolis

Kunjungan Turis Asing ke NTB Anjlok

MATARAMa��Erupsi Gunung Agung berpengaruh cukup besar terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB. Sejak tanda-tanda erupsi muncul pada akhir September, jumlah kunjungan turis menurun. Bahkan, pada Oktober 2017, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB melalui bandara anjlok hingga 13,03 persen.

Berdasar rilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman melalui penerbangan internasional di Lombok International Airport (LIA), jumlah kunjungan wisatawan macnanegara tercatat hanya 8.992 orang. Jauh menurun dibanding angka kunjungan pada bulan September 2017 yang mencapai 10 339 orang.

Sepanjang Oktober 2017, penerbangan ke Lombok sudah terganggu hingga lebih dari sepekan. Bahkan, selama sepekan pula, penerbangan internasional dari dan ke Kualalumpur dan Singapura seluruhnya lumpuh dan dibatalkan maskapai akibat erupsi Gunung Agung.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Bahkan, jika dibanding dengan angka kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB pada Oktober tahun lalu, angka kunjungan wisatawan mancanegara Oktober 2017 ini tetap lebih rendah. Sepanjang Oktober 2016, tercatat ada 9.500 wisatawan mancanegara yang datang menggunakan penerbangan internasional di LIA.

Kendati begitu, secara keseluruhan BPS mencatat bahwa sepanjang 2017 ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB melalui Singapura dan Kualalumpur melonjak hingga 41,56 persen.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2017, total telah turis asing yang menggunakan penerbangan internasional menuju Lombok mencapai 103.669 orang. Jumlah ini melonjak sangat besar mengingat tahun lalu sepanjang Januari hingga Oktober 2016, jumlah turis asing yang datang menggunakan penerbangan internasional ke Lombok hanya 73.231 orang. Penerbangan tersebut berasal dari Kualalumpur dan Singapura. Penerbangan dilayani AirAsia tiga kali sehari, dan Silk Air yang terbang selama lima kali dalam sepekan.

A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� Tak cuma di Lombok. Erupsi Gunung Agung juga berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Ngurah Rai. Pada Oktober tercatat 462.263 kunjungan. Jumlah tersebut menurun 15,99 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 550.238 kunjungan.

Menurut Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, penurunan jumlah kunjungan wisman di Bali dan Lombok tersebut telah berpengaruh pada total kunjungan wisman secara nasional. Pada Oktober 2017, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1,16 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 11,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,04 kunjungan. Namun, bila dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada bulan sebelumnya, terjadi penurunan 4,54 persen.

Kecuk menjelaskan, peringatan erupsi Gunung Agung menjadi penyebab turunnya jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sepanjang Oktober. a��a��Memang, penurunan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia salah satunya akibat erupsi Gunung Agung sejak akhir September ini,a��a�� kata Kecuk di gedung BPS kemarin (4/12).

Selain Bandara Ngurah Rai, penurunan terjadi di dua pintu masuk utama lainnya. Yakni, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Batam. Jumlah turis yang masuk lewat pintu Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, turun 1,70 persen. Yakni, dari 219,3 ribu kunjungan pada September menjadi 215,6 ribu kunjungan pada Oktober ini. a��a��Sedangkan kunjungan wisman di Bandara Batam turun 4,89 persen dari 118,6 ribu menjadi 112,8 ribu kunjungan,a��a�� tuturnya.

Kecuk menguraikan, dari 1,16 juta kunjungan turis ke Indonesia pada Oktober, yang masuk melalui 19 pintu utama mencapai 964,89 ribu kunjungan. Adapun wisman yang masuk di luar 19 pintu itu tercatat 193,71 ribu kunjungan.

Terkait negara asal, komposisinya masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Wisman asal Tiongkok masih mendominasi dengan realisasi 167,70 ribu kunjungan. Kemudian, disusul turis asal Singapura 113,81 ribu kunjungan, Malaysia 113,35 ribu kunjungan, Australia 101,19 ribu kunjungan, dan Jepang 42,81 ribu kunjungan. a��a��Posisinya masih sama, tidak berubah. Pemerintah diharapkan terus meningkatkan promosi wisata sehingga makin banyak turis dari negara lain ke Indonesia,a��a�� paparnya.

Chief Economist Skha Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Alexander Sugandi menyatakan, letusan gunung di suatu daerah bisa berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi di wilayah yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, aktivitas rekonstruksi atau pembangunan justru akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tersebut. Terutama pada triwulan ketika rekonstruksi dilakukan.

Sebagian Besar Penerbangan Normal

Sementara itu, kemarin, aktivitas penerbangan dari dan menuju Lombok sudah berangsur rnormal. Meski pantauan Lombok Post, masih ada sejumlah penerbangan yang masih dibatlakan maskapai.

General Manajar PT Angkasa Pura I Lombok I Gusti Ngurah Ardhita memastikan, tidak ada gangguan penerbangan secara keseluruhan. “Dari kemarin hingga saat ini operasi normal,” kata Arditha, kemarin (4/12).

Dari hasil pantauan satelit, aktivitas erupsi Gunung Agung sudah tidak terpantau. Sehingga jalur dari dan menuju Lombok bisa dilalui pesawat komersial. Tapi karena status Gunung Agung belumA� dinyatakan berhenti erupsi, maka PT AP I tetap melakukan monitoring secara berkala. Tujuannya untuk memastikan penerbangan tetap aman dari waktu ke waktu.

Pantauan Lombok Post, beberapa penerbangan yang dibatalkan maskapai kemarin yakni Garuda Indonesia tujuan Denpasar yang dijadwalkan terbang pada pukul 13,05 Wita, statusnya dibatalkan. Demikian juga penerbangan Garuda Indonesia tujuan Surabaya pada pukul 13.40 Wita juga dibatalkan. Hal yang sama terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia tujuan Jakarta pada pukul 14.50 Wita, juga dibatalkan.

Sementara penerbangan kedatangan tercatat ada empat penerbangan yang dibatalkan. Yakni Garuda Indonesia dari Bima pada pukul 08.45 Wita, Garuda Indonesia dari Jakarta pada pukul 08.55 Wita, Citilink dari Halim Perdanakusuma pada pukul 09.05, dan Citilink dari Surabaya pada pukul 11.10 Wita.

Sedangkan penerbangan internasional dari dan ke Kualalumpur kemarin sudah mulai dibuka kembali setelah sebelumnya penerbangan yang dilayani maskapai AirAsia ini lumpuh selama sepekan terakhir.

TGB Instruksikan Semua Tetap Siaga

Di tempat terpisah, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengingatkan agar seluruh NTB tetap waspada. Meski dampak letusan Gunung Agung sudah mulai mereda. Namun semua pihak, termasuk warga diharapkan untuk tetap waspada dengan berbagai potensi bencana yang bisa terjadi di akhir tahun ini.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengungkapkan, perubahan cuaca ekstrem di Indonesia masih perlu diwaspadai. Banyak potensi bencana yang bisa saja terjadi. Bahkan tanpa perubahan cuaca ekstrem, bulan Desember biasanya banyak terjadi bencana di beberapa tempat.

Mulai dari bencana banjir, kenaikan air laut, longsor, termasuk juga erupsi Gunung Agung. Semua itu berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk warga NTB. Salah satu bidang yang terdampak adalah bidang transportasi udara. Tapi ia bersyukur dalam tiga hari terakhir berangsur normal.

Dengan situasi itu, Pemprov sudah melakukan langkah-langkah mitigasi. Selain itu, Ia juga meminta semua pihak meningkatkan kewaspdaanya. Keselamatan harus diutamakan. Apapun keputusan otoritas bandara maupun pelabuhan harus diikuti warga.

a�?Jangan kita protes sebab keselamatan itu tidak bisa dihargakan dengan apapun,a�? imbuhnya.

Selain mitigasi bencana, salah satu yang diantisipasi adalah dampak terhadap pariwisata NTB. TGB meminta seluruh jajarannya untuk bergerak agar dampaknya tidak terlalu besar terhadap pariwisata. Apalagi di akhir tahun merupakan puncak kunjungan wisatawan. Dengan bencana letusan Gunung Agung pasti akan berdampak pada penurunan kunjungan.

a�?Tapi mudahan tidak terjadi,a�? ujarnya.

Bagi wisatawan yang tidak bisa keluar dari Lombok akibat erupsi Gunung Agung, ia sudah mengeluarkan kebijakan agar pelaku usaha industri pariwisata memberikan insentif pada wisatawan. Bisa berupa diskon penginapan, makan dan sebagainya. Minimal diskonnya 50 persen, bahkan jika bisa wistawan yang terdampak digratiskan.

a�?Jangan diberatkan wisatawan yang sedang terdampak, sebagai bentuk penghargaan kita kepada mereka,a�? katanya. (ili/kus/JPG/r8)

Related posts

Realisasi Anggaran Tak Capai Target, Gubernur Meski Tanggung Jawab

Redaksi Lombok Post

Hujan Pengaruhi Harga

Redaksi Lombok post

Tukaran HP dengan Pacar, Masih Zaman??

Iklan Lombok Post