Lombok Post
Headline Metropolis

Mohan pun Cemas Melihat Revitalisasi Eks Pelabuhan Ampenan

POTENSI TERPENDAM: Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana turun langsung memantau perkembangan revitalisasi Eks Pelabuhan Ampenan, Selasa (5/12). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana turun langsung ke lokasi proyek revitalisasi pantai Ampenan. Kasak-kusuk proyek diprediksi sulit selesai tepat waktu, membuat Mohan cemas.

Ia tak mau mengecewakan masyarakat dengan rencana revitalisasi kawasan di sana jika tak selesai sesuai harapan. Karena itu dirinya berkepentingan memastikan proyek itu bisa selesai tepat waktu.

“Sudah saya pastikan tadi, dari pihak provinsi sudah menegaskan bisa selesai tepat waktu. Yakni tanggal 17 Desember,a�? ujar Mohan puas.

Orang nomor dua di Kota Mataram itu terlihat lega. Setelah memperoleh penjelasan-penjelasan persentase revitalisasi kawasan. Baik yang dikerjakan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Kalau saya dengar penjelasan tadi, rata-rata sekitar 80 persen tingkat ketuntasannya,a�? ujarnya.

Mohan berkepentingan memastikan proyek tuntas tepat waktu. Jika sampai mangkrak, tidak hanya merugikan para pedagang. Itu bisa jadi preseden buruk pada kinerja pemerintah.

Meski sebagian besar proyek itu dikerjakan Pemerintah Provinsi, pemerintah kota pasti ikut kena getah.

Ia juga menanggapi keluhan beberapa pemuda yang menyayangkan truk material melintasi area futsal. Hingga membuat lapangan retak-retak. “Ya sudahlah, biarkan truk material lewat. Nanti yang rusak-rusak kita perbaiki lagi, terus bagaimana?a�? cetusnya.

Tapi di sisi lain, Mohan terlihat enggan bertangan baja. Bersikap tegas, meminta para pedagang mau menyingkir dari kawasan itu.

Sebelumnya para pedagang dikeluhkan oleh pekerja proyek. Karena dinilai kerap merecoki kerja mereka.

Para pedagang disebut semaunya menggelar dagangan dan kursi. Hingga menyulitkan pekerja membawa material bangunan.

a�?Saya pikir tidak seperti itu. Para pedagang juga tidak boleh dong kita matikan ekonominya. Karena ini tumpuan mereka,a�? cetusnya.

Karena itu seharusnya tidak ada alasan bagi para pekerja. Mereka dalam pantauan Mohan masih bisa bekerja dengan baik. Tanpa ada gangguan yang cukup berarti.

Ia lalu menunjuk sela-sela lapak yang bisa dilewati para pekerja saat mengangkut material. “Bisa lewat sana,a�? tunjuknya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan tugas dinasnya mengerjakan bagian anjungan, miniatur kapal, dan kamar kecil juga sebentar lagi tuntas. “Kalau miniatur kapalnya memang tidak dikerjakan di sini, kalau sudah jadi baru dipasang,a�? jelas Tura.

Anggaran pembuatan ajungan menelan biaya Rp 200 juta. Sedangkan untuk miniatur kapal dua dimensi menghabiskan biaya Rp 100 juta. a�?Kalau kami kontraknya berakhir 30 Desember, karena bersumber dari APBD Perubahan,a�? tutupnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost