Lombok Post
Kriminal

Polda Diminta Usut Pengadaan Bibit Jagung

DEMO: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himasdom berunjukrasa di depan kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, kemarin (6/12). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (Himasdom) menggelar aksi di depan Mapolda NTB, kemarin (6/12). Puluhan mahasiswa itu mendesak institusi berseragam cokelat mengusut pengadaan bibit jagung di Bima dan Dompu.

Mereka menuding puluhan ton bibit jagung puluhan yang disalurkan kepada petani tidak berkualitas.

“Kami mendesak Polda NTB mengusut tuntas pengadaan bibit jagung di Bima dan Dompu. Bibit yang diserahkan petani sudah busuk dan berjamur,” desak ketua Himasdom Amal Abrar saat berorasi di depan Mapolda NTB, kemarin (6/12).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Desakan mahasiswa cukup beralasan. Sebab, bibit yang diterima petani jauh dari harapan. Hampir sebagian besar bibit jagung bantuan pemerintah rusak. “Untuk makanan ayam saja tidak layak,” kata dia.

Mahasiswa mencium ada aroma korupsi pada pengadaan bibit jagung. Karena itu, dalam tuntutannya mereka meminta polda mengusut tuntas kasus pengadaan A�bibit jagung, serta kelangkaan pupuk.

“Kapolda NTB harus memberikan kepastian hukum, keadilan hukum, dan kemanfaatan hukum kepada petani,” teriak mahasiswa berperawakan hitam manis itu .

Setelah puas berorasi, mahasiswa melanjutkan aksi di Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB. Di situ mahasiswa membawa perangkat aksi seperti batang jagung.

Mereka juga membentangkan pula tulisan ‘Save Petani Bima Dompu’. Pada pamflet itu diselipkan juga tulisan bertinta merah ‘tolak bibit jagung busuk dan usut tuntas pengadaan bibit jagung’.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak Dinas A�Pertanian dan Perkebunan NTB mempercepat pendistribusian pengganti bibit jagung yang busuk. Selain itu, mereka meminta agar perusahaan penyedia bibit diproses.A� “Bila tuntutan kami tidak dapat dipenuhi, maka kami Himasdom meminta kepada kadis mundur dari jabatannya,” teriak Abrar.

Aksi mereka mendapat respon dari kadis. Awalnya Kepala Dinas A�(Kadis) Pertanian menawarkan menerima masa aksi di dalam ruangan. Namun mahasiswa menolak dan akhirnya Kadis Husnul Fauzi keluar dan menjawab apa yang menjadi tuntutan mahasiswa

“Saya akan menindaklanjuti segala tuntutan. Apabila tidak memenuhi saya siap mundur dari jabatan,” kata Husnul Fauzi.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost