Lombok Post
Kriminal

Otak Pencurian di Islamic Centre Tertangkap

ISLAMIC CENTER: Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB berdiri megah di tengah Kota Mataram. Masjid ini kini menjadi ikon baru Bumi Gora. Dok

MATARAM–Sejumlah aksi pencurian di Masjid Hubbul Wathon Islamic Centre akhirnya terbongkar. Adalah Reno, 23 tahun, yang diduga kerap beraksi di masjid yang menjadi kebanggaan warga NTB ini.

Dalam aksinya, Reno menyasar masyarakat yang beristirahat usai beribadah di masjid terbesar di NTB itu. Dari pengakuannya, sudah dua kali pemuda asal Lombok Timur (Lotim) ini mencuri hand phone (HP) di TKP.

a�?Dua kali. Terakhirnya Rabu kemarin,a�? kata Reno, kemarin (7/12).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Modus yang dijalankan Reno yakni dengan berpura-pura melaksanakan ibadah. Di saat yang bersamaan, pelaku sekaligus memantau situasi. Melihat jamaah yang lengah, sebelum menjalankan aksinya.

Rabu (6/12) lalu, hal tersebut dilakukannya. Reno mendapat kesempatan ketika melihat handphone yang digeletakkan korban di sampingnya. Ketika peristiwa ini terjadi, korban tengah tertidur.

Nah, aksinya ternyata dipergoki pengunjung masjid yang lain. Tetapi saat itu, pelaku tidak langsung ditangkap. Saksi lebih dulu membangunkan korban untuk memastikan apakah korban kehilangan handphone atau tidak.

Setelah itu, mereka membuntuti pelaku yang terlihat memasuki toilet masjid. Pelaku langsung ditangkap dan digeledah. Reno tak bisa berkelit lagi. Handphone yang ia ambil, ditemukan di kantong celananya. a�?Ketahuan sama pengunjung yang lain,a�? kata Reno, di Polsek Mataram, kemarin (7/12).

Setelah diamankan, yang bersangkutan langsung dibawa ke Mapolsek Mataram. Aksi pertamanya dilakukan pada November lalu. Ketika itu dia berhasil mengambil handphone merek Xiaomi. Setiap handphone yang ia ambil, langsung di bawa ke konter. a�?Langsung saya jual. Yang terakhir laku Rp 1 juta,a�? aku dia.

Uang penjualan handphone itu, digunakan pelaku untuk kebutuhan sehari-hari. Reno berdalih, pekerjaannya sebagai montir bengkel, tidak mencukupi kebutuhan hidupnya selama berada di Mataram.

a�?(Uangnya) dipakai sehari-hari. Beli kebutuhan harian,a�? kata Reno.

Sementara itu, Iptu Putu Pujangga dari Polsek Mataram mengatakan, dari hasil pengembangan, Reno ternyata telah melakukan pencurian handphone di lima TKP. Lucunya, Reno sendiri pernah menjadi korban pencurian.

a�?HP hasil curian di Islamic Centre itu dicuri orang. TKPnya di salah satu warnet, tapi pelakunya sudah tertangkap. Kejadiannya 4 Desember, dia (Reno, Red) bahkan sudah buat laporan polisi di Polres Mataram,a�? beber Pujangga.

Atas perbuatan Reno, dia dijerat dengan Pasal 362 KUHP. Pelaku terancam hukuman di dalam penjara maksimal selama 5 tahun.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost