Lombok Post
Headline Kriminal

Ramai-ramai Bobol Rumah Kosong, Angkut Hasil Curian Dengan Kendaraan Dinas

ALAT MENCURI: Kendaraan roda tiga yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah, digunakan tiga remaja untuk melakukan pencurian di Lingkungan Dasan Agung Baru, Kota Mataram. DIDIT/LOMBOK POST

Sebuah motor roda tiga pengangkut sampah milik Pemkot Mataram melintas sarat dengan muatan. Isinya ragam perabot rumah tangga dari TV, Kursi, AC hingga perkakas dapur. Warga mengira ada yang sedang pindahan. Karena itu ketika perabot itu diobralA� hampir tak ada yang menyangka jika tumpukan barang itu ternyata hasil pencurian. Belakangan petugas datang menelisik, pelaku dan para pembeliA� diciduk polisi.

====================

Peristiwa ini terjadi beberapa hari lalu. Sebuah rumah di Jalan Gunung Kawi, Lingkungan Dasan Agung Baru, Kota Mataram yang tengah ditinggal pemilik dijadikan sasaran pencurian. Nyaris seluruh harta benda korban dikuras habis. Aksi yang awalnya dilakukan empat pelaku, berkembang menjadi 11 pelaku.

a�?Kita survei dulu, sekitar tiga hari,a�? ungkap remaja dengan inisial Buy, saat ditangkap tim Resmob Polres Mataram, Rabu lalu (6/12).

Buy merupakan salah satu pelaku yang berhasil diamankan polisi. Dia bersama empat rekannya, yakni Rus, 23 tahun; Ahk, 20 tahun; dan Bil, 20 tahun menginisiasi aksi pembobolan rumah tersebut. Tiga nama terakhir memilih untuk menyerahkan diri ke aparat kepolisian akhir pekan kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Buy mengaku, setelah mendapati kondisi rumah kosong, terlihat dari lampu yang tak pernah menyala, keempatnya langsung beraksi, pada 2 Desember lalu. Untuk masuk ke dalam rumah, komplotan ini mencongkel gerendel pintu depan, di bagian atas dan bawah.

Satu per satu ruangan di dalam rumah disisir pelaku. Mereka mengambil barang-barang kecil yang mudah di bawa, seperti peralatan dapur dari piring, panci, hingga pemanggang roti, juga beberapa pakaian korban.

Pelaku ternyata masih belum puas. Salah satu pelaku, yakni Bil mengaku jika mereka bolak-balik masuk ke rumah selama tiga kali berturut-turut. Beberapa barang yang telah mereka ambil, ada yang dijual untuk sekadar membeli rokok. Tetapi ada juga yang disimpan di rumah sendiri.

a�?Ada kursi yang saya ambil, itu saya taruh di rumah, gak saya jual,a�? ujar Bil.

Menurut Bil, aksi pembobolan rumah ini awalnya hanya dilakukan mereka berempat. Namun, kabar kosongnya rumah tersebut menyebar di beberapa remaja dan pemuda di Lingkungan Dasan Agung.

a�?Yog (inisial, Red) yang sebar. Akhirnya banyak orang yang ikut (pencurian), termasuk dia. Dia ajak anak-anak kecil juga,a�? ungkapnya.

Ditanya mengenai pelaku lainnya, Bil mengaku hanya sekadar tahu saja. Tidak begitu kenal apalagi mengetahui kapan mereka beraksi. a�?Memang saya ikut juga. Kalau yang lain saya gak tahu kapan mereka masuk rumah itu,a�? ujar remaja yang hanya sampai kelas 1 SMA ini.

Bil mengatakan, dirinya menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan salah. Karena itu, dia memilih untuk menyerahkan diri ke aparat kepolisian.

Namun, saat ditemui Lombok Post, kemarin (10/12), Bil mengatakan kesal dengan Yog. Sebabnya, pencurian yang awalnya hanya dilakukan dia bersama tiga rekannya, malah bocor hingga diketahui orang lain.

Apalagi, dari informasi yang ia dapatkan, komplotan lain mengambil benda berharga milik korban berupa lukisan. a�?Itu yang mahal. Awas aja kalau ketemu anak-anak itu,a�? katanya geram.

Nama yang disebut Bil, yakni Yog, menjadi salah satu terduga pembobolan rumah tersebut. Dia juga berhasil diamankan kepolisian bersama Den dan juga Buy. Namun karena masih di bawah umur, yang bersangkutan kini dititipkan di Panti Sosial Paramita, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat (Lobar).

Saat ditangkap bersama Buy di Polres Mataram, Yog mengaku mengambilA� kursi cukli dari rumah korban. Mereka juga mengangkut kulkas milik korban.

Barang-barang tersebut, kata dia, telah dijual. Untuk kursi cukli bersama mejanya, dijual Yog seharga Rp 600 ribu. Agar tidak mengundang kecurigaan bahwa itu merupakan barang curian, kursi itu dia sebut milik bibinya.

a�?Saya bilang punya bibi. Yang beli masih tetangga juga,a�? katanya.

Nah, hasil penjualan kursi dia bagi dengan teman-temannya. Satu orang mendapat bagian masing-masing Rp 100 ribu. Hasil penjualan itu, kata Yog, diakui hanya untuk membeli rokok atau makan, bukan untuk minum-minuman beralkohol atau narkoba.

a�?Gak beli itu (minuman beralkohol, Red). Cuma pakai beli rokok aja,a�? aku remaja berperawakan kurus ini.

Hal sama dilakukan Den, 15 tahun. Remaja ini turut terlibat melakukan pencurian yang mengakibatkan kerugian bagi korban hingga Rp 150 juta. Dalam aksinya, Den bersama Ahk mengambil air conditioner (AC). Total ada sekitar 3 unit AC yang mereka ambil.

Uniknya, untuk membawa barang-barang dengan ukuran besar itu, para pelaku ini menggunakan motor pengangkut sampah. Kendaraan itu sendiri merupakan milik Pemkot Mataram yang dihibahkan ke setiap kelurahan.

a�?Dipinjam. Tapi saya gak tahu siapa yang pinjam,a�? aku dia.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, ketika pelaku mengangkut barang dari rumah, tidak ada satu pun tetangga yang mencurigai. Mereka berpikir jika pemilik rumah akan pindah.

a�?Dikira sedang pindahan, jadi memang tidak ada yang curiga saat kejadian,a�? kata Muhammad.

Aksi itu sendiri terbongkar ketika korban pulang ke rumah. Dia mendapati isi rumahnya kosong. Harta bendanya raib dogondol maling. Hal tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Mataram pada Selasa (4/12).

Polisi yang melakukan penyelidikan, mencurigai sejumlah anak yang berada di sekitar TKP. Karena itu, setelah mendapat cukup bukti, petugas menangkap Yog, Buy, dan Den.

Ketiganya tak berkutik ketika polisi menggeledah kediaman mereka di Lingkungan Dasan Agung. Di sana ditemukan barang bukti yang identik dengan harta benda milik korban.

a�?Beberapa barang curian kita amankan, seperti kursi cukli, koper, bed cover, sampai piring-piring,a�? ujar dia.

Mengenai sisa komplotan ini, Kapolres mengimbau agar menyerahkan diri ke aparat penegak hukum. Apalagi identitas pelaku lain telah dikantongi jajarannya.

a�?Yang belum tertangkap lebih baik menyerahkan diri. Tidak usah sembunyi, identitasnya sudah kita kantongi,a�? tegas Kapolres.

Mengenai penyelidikan kasus ini, Kapolres mengaku masih melakukan pengembangan. Salah satunya terkait pemeriksaan dengan bagaimana motor dinas itu bisa digunakan melakukan pencurian.

a�?Itu juga nanti akan kita selidiki,a�? pungkas dia.(wahidi akbar sirinawa/r2)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost