Lombok Post
Headline Metropolis

Kita Mau Investor Action ! Menteri Koperasi Tinjau Pusat UKM Mandalika

TINJAU UKM: Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga (tengah) meninjau penataan UKM di KEK Mandalika, kemarin (12/12). Humas For Lombok Post

MATARAM-Setelah diresmikian Presiden RI Joko Widodo, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diharapkan lebih cepat terealisasi. Termasuk rencana investasi dari Qatar yang disampaikan langsung Emir Qatar yang bertemu Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi akhir pekan lalu. Semua rencana besar itu diharapkan segera mewujud.

a�?Masyarakat NTB menginginkan ada action terhadap kesepakatan-kesepakatan itu,a�? kata Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanfi, kemarin (12/12).

Mori sendiri menyambut gembira langkah Gubernur NTB dengan mendatangi Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani. Apalagi PT ITDC menyiapkan lahan sekitar 200 hektare untuk investasi Qatar ini. Namun, jauh lebih penting ke depan, adalah bagaimana merealisasikan semua kesepakatan investasi yang telah dibuat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Jangan sampai menandatangani MoU tapi setahun dua tahun terus hilang,a�? kata politisi Gerindra itu.

Saat ini, ITDC tidak memiliki halangan apapun untuk mengembangkan KEK Mandalika. Persoalan lahan sudah dituntaskan. Infrastruktur dasar sudah dibuat. Presiden sudah meresmikan. Tinggal ITDC yang harus bergerak cepat menggaet sebanyak-banyaknya investor, kemudian merealisasikan pembangunannya. Sehingga dampak pengembangan kawasan cepat dirasakan masyarakat.

Sekretaris Komisi II DPRD NTB Yek Agil mengatakan, setelah KEK diresmikan, kewenangan ITDC selaku pengelola menjadi lebih besar. Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia itu sangat menentukan cepat tidaknya pengembangan kawasan. a�?Semangat yang tinggi dari masyarakat NTB harus dijawab ITDC,a�? ujarnya.

Langkah jemput bola yang dilakukan Gubernur NTB hanya membantu ITDC untuk menggaet investor. Tapi selanjutnya, ITDC selaku administrator yang bertanggung jawab untuk menindaklanjuti semua proses itu. Setelah diresmikan, dewan sendiri belum mendapat gambaran progres investasi di kawasan tersebut. Mereka hanya mendapatkan informasi dari media bahwa ada lima perusahaan yang menyatakan diri berinvestasi.

a�?Awal tahun 2018 kami akan memanggil pihak KEK (ITDC) untuk melihat progres,a�? kata anggota dewan asal Lombok Tengah itu.

Selain masalah investor, hal yang tidak kalah penting juga adalah petanaan usaha kecil menengah (UKM) di KEK Mandalika. Bagaimana pun kue pembangunan kawasan itu harus bisa dirasakan masyarakat. Khususnya pelaku usaha kecil. Persoalan itu juga menjadi salah satu rekomendasi Pansus Percepatan Pembangunan KEK Mandalika pertengahan tahun lalu.

a�?UKM yang ada harus ditata dengan baik agar manfaat ekonominya bisa dirasakan,a�? kata Agil.

Siang kemarin, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meninjau langsung penataan UKM di KEK Mandalika. Dalam kunjungan itu, A�Puspayoga didampingi Sekda NTB H Rosiady Sayuti dan Direktur ITDC I Ngurah Wirawan. Peninjauan UKM dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo. Pada saat meresmikan Mandalika, Jokowi meminta dibuatkan tempat khusus bagi UKM.

Puspayoga mengatakan, NTB merupakan daerah prioritas pengembangan UMKM. Karena itu, pihaknya segera mengambil langkah-langkah proaktif mendorong peningkatan UMKM. Di antaranya, melakukan pembinaan kepada para pelaku industri kreatif. Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga mendorong pembiayaan bagi pengusaha yang terdaftar di ITDC, serta mendapatkan lokasi untuk disewa bagi usaha tersebut.

Karena itu, masyarakat sebagai penggerak utama perlu diberikan pemahaman bagaimana cara melakukan marketing yang baik dan efektif. Selama ini, penjual berlari-lari mengejar pembeli. Pola itu perlu diubah. Pola penjualannya harus ramah dan penuh senyum. Sehingga pembeli yang justru akan mendatangi penjual, bukan sebaliknya.

a�?Pembinaan untuk membiasakan pola-pola seperti itu butuh waktu,a�? ungkapnya.

Masyarakat harus disiapkan untuk menerima para wisatawan dengan berbagai latar belakang. Tidak hanya dari Timur Tengah atau beragama Islam. Tapi dari berbagai latar belakang suku, agama dan kebudayaan akan terus membanjiri wisata Lombok.

a�?Kita harus welcome dengan orang yang berbeda dengan kita. Namun, Jangan sampai mengubah budaya kita. Mereka harus ikut budaya kita,a�? tegasnya.

Usai menggelar rapat terbatas, Menteri Puspayoga meninjau Pantai Tanjung Aan. Di sana ia lebih banyak mendengar penjelasan Direktur ITDC A�terkait pengembangan kawasan tersebut. Termasuk bagaimana memberdayakan para pelaku industri kreatif, seperti kain tenun dan barang-barang hand made lainnya. (ili/r8)

 

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post