Lombok Post
Kriminal

Pilkades Lotim Jadi Contoh Pengamanan Pilkada

CEK PENGAMANAN: Salah seorang warga mengikuti Pilkades serentak di 158 desa di Lombok Timur, Selasa (13/12). Nampak Kapolda NTB Brigjen Pol Firli melakukan pemantauan langsung terkait pengamanan pilkades serentak. POLDA NTB UNTUK LOMBOK POST

MATARAM-Pemilihan kepala desa serentak di Lombok Timur (Lotim) berjalan sukses. Pengamanan yang dilakukan kepolisian bersama instansi terkait A�berjalan dengan baik. Hal serupa akan diupayakan dalam pemilihan kepala daerah di Lombok Barat (Lobar), Lotim, Kota Bima, dan Provinsi NTB di tahun depan.

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, pilkades di Lotim bisa disebut sebagai ‘pemanasan’ untuk pengamanan pesta demokrasi dalam skala yang lebih besar lagi. Yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bupati dan Wakil Bupati di Lobar dan Lotim, serta Walikota dan Wakil Walikota di Bima.

“Ada 158 desa yang melaksanakan pilkades serentak, semuanya berjalan kondusif,” kata Firli, kemarin (14/12).

Dalam pilkades serentak yang digelar Selasa (13/12), Kapolda NTB turun langsung melakukan pemantauan. Memastikan petugas kepolisian yang mengamankan, menjalankan tugasnya dengan baik.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Firli mengatakan, pengamanan saat pilkades, tentu bisa menjadi pelajaran untuk pesta demokrasi yang lebih besar lagi. Tidak saja bagi kepolisi, tetapi juga untuk penyelenggara pemilihan, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Ini saya jadikan proses pembelajaran,” ujarnya.

Disinggung mengenai potensi kerawanan saat pilkada, Kapolda menyebut sudah ada beberapa wilayah yang menjadi atensi. Pihaknya telah menyusun sejumlah langkah, untuk meminimalisasi potensi konflik ketika pilkada serentak digelar di NTB tahun depan.

Jika ada konflik, kata Firli, jajarannya sudah memperhitungkan jumlah personel dalam penanganannya. Jika dirasakan masih kurang, Polda NTB tentu akan meminta bantuan ke Mabes Polri untuk personel pengamanan tambahan.

“Kalau ada konflik kita sudah siapkan beberapa langkah. Tapi itu tentu upaya terakhir dan kita harapkan tidak terjadi juga,” terang Kapolda.

Untuk biaya pengamanan pilkada, Polda NTB mendapat gelontoran dana hingga Rp 35 miliar. Jumlah tersebut diberikan pemerintah daerah melalui jalur ABPD. Angka tersebut dinilai Kapolda masih jauh dari jumlah yang diajukan jajarannya.

Meski demikian, anggaran yang diberikan akan dimaksimalkan dengan baik. Tentunya agar pelaksanaan pilkada bisa berlangsung dengan aman dan kondusif.

“Kita ajukan Rp 79 miliar, yang diberikan Rp 35 miliar. Ya itu kita cukup-cukupkan saja,” ujar Firli.

Dalam pengamanan pilkades lalu, jajaran Polres Lotim menurunkan 450 personel. Mereka di back up 2 peleton Brimob Kompi Lotim, 3 peleton Dalmas Direktorat Sabhara Polda NTB, 1 peleton Brimob Kompi Lombok Tengah (Loteng), dan 2 peleton Dalmas Polres Loteng.

Selain itu, unsur TNI, Satpol PP, dan Linmas turut membantu pengamanan. Kata Kapolda, pola dan penempatan personel disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

a�?Nanti hal serupa akan kita lakukan di pilkada,a�? pungkas Firli.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost