Lombok Post
Headline Metropolis

Pembangunan Dermaga Distop, Gubernur Tegas Lindungi Pantai Pink

SURGANYA WISATAWAN: Dua orang wisatawan asing mengabadikan kunjungannya dengan mengambil gambar di pantai Pink, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, beberapa waktu lalu. IVAN/LOMBOK POST

MATARAM-Pembangunan Dermaga Pantai Pink akhirnya dihentikan. Proyek senilai Rp 478 juta, dengan kontraktor CV Dirgahayu itu distop setelah mendapat protes keras dari masyarakat.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi juga secara tegas memerintahkan proyek dibatalkan. a�?Pak gubernur perintahkan selesai, ya sudah,a�? kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Muhammad Faozal, kemarin (17/12).

Proyek dengan nomor kontrak 029/717.K/PPK-R/Dispar-IY/2017 itu, dikerjakan sejak 13 September dan berakhir 31 Desember. Beberapa waktu lalu, tiang-tiang beton sudah dibangun di atas pantai merah jambu itu. Tumpukan bebatuan dan bahan bangunan membut pantai nan indah itu tidak cantik lagi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Protes keras pun dilayangkan kelompok sadar wisata. Bahkan Koalisi Rakyat dan Pemuda Pemerhati Wisata, Jumat (15/12) lalu, menggedor kantor Dinas Pariwisata NTB. Mereka meminta proyek dihentikan karena merusak keindahan pantai.

Selain itu, warga juga menilai pembangunan dermaga dapat merusak kekayaan terumbu karang di pantai itu. Padahal selama ini Pantai Pink, di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur itu menjadi salah satu primadona wisatawan. Terkenal dengan pasir warna pink dan keasrian alam lautnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Suharto mengatakan, kasus seperti itu tidak perlu terjadi. Mestinya dinas terkait melakukan perencanaan dengan matang. Di sanalah pentingnya setiap proyek harus ada studi kelayakan terlebih dahulu. Apalagi berkaitan dengan lingkungan.

Karena itu, ia sudah sepantasnya pembangunan dermaga itu distop. a�?Layak distop karena belum apa-apa saja sudah ribut ditolak masyarakat,a�? kata politisi Hanura itu.

Artinya, jika masyarakat saja menolak, tentu kajian akademisnya juga belum ada. Ia mendukung langkah gubernur menyetop pembangunan dermaga di Pantai Pink. Daripada masyarakat kisruh, secara konstruksi juga belum ada kajian. Jika diteruskan maka akan membahayakan bagai penggunanya ke depan.

Sebelumnya, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi meminta pembangunan Pantai Pink dibatalkan. Sebab posisi dermaga yang hendak dibangun akan merusak keindahan pantai. Ia sendiri sudah mengecek langsung dan meminta kepada Dinas Pariwisata NTB menghentikan proyek itu.

TGB mengingatkan, jika mau membangun, harus dipikirkan matang-matang. Jangan sampai upaya penataan destinasi merusak keindahan alam yang dimiliki NTB.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB H Lalu Hamdi menjelaskan, pemprov memiliki Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang zonasi pulau-pulau Kecil. Maka setiap pembangunan atau pemanfaatan ruang laut, harus mengacu kepada Perda itu.

a�?Di sana diatur bagaimana tata cara dan proses pemanfaatan ruang laut,a�? jelas Hamdi. Misalnya, harus mengajukan izin kepada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Kemudian bersurat kepada Badan Koordinasi Pemanfaatan Ruang Daerah (BKPRD) untuk rekomendasi kesesuaian tata ruang.

Jika sudah ada rekomendasi, baru kemudian ada kajian teknis dari dinas terkait kelayakan bangunan itu. a�?Atau memberikan pertimbangan, bagaimana agar pembangunan tidak merusak lingkungan,a�? katanya.

Setelah itu, baru keluar Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Setelah itu keluar, baru dinyatakan layak. a�?Tidak bisa serta merta dibangun, tidak boleh,a�? tegasnya.

Hingga saat ini, pihak yang memiliki proyek tidak pernah koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan. Mestinya mereka pro aktif, sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari. Meski itu hanya dermaga, tetapi tetap akan menggunakan ruang laut. (ili/r5)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post