Lombok Post
Headline Metropolis

Wanita Itu Hebat!

ILUSTRASI: Seorang wanita tengah bergaya menenteng tas di dekat mobil. Simbol emansipasi wanita telah memberikan ruang wanita untuk berkarya tak kalah dengan pria. Ivan/Lombok Post

Dulu, dicap manusia kelas dua. Kini, wanita tampil tak kalah dengan pria. Mereka buktikan kemampuan lalu menjadi pemimpin di ruang-ruang ekonomi, sosial, hukum, pertahanan dan keamanan, hingga politik tanah air.

————-

SUMUR, dapur, dan kasur. Tiga tempat ini dulu identik menjadi a�?daerah kuasaa�� wanita. Tapi sejak ide emansipasi wanita dan apa yang disebut kesetaraan gender mencuat ke permukaan, stigma ini luntur dan lekang seiring waktu. Para wanita bermunculan menunjukan kelas dan bakatnya dalam memimpin bidang-bidang yang selama ini jadi domain para pria.

Dari soal ekonomi, sosial, hukum, pertahanan keamanan, hingga politik, para wanita banyak menghiasi kabar. Bahkan telah menjadi insiprasi banyak orang bagaimana mereka berhasil meraih puncak kejayaan.

Kota Mataram pun telah menjadi salah satu daerah yang memberi ruang dan membuktikan wanita mampu ada di ruang-ruang yang selama ini dikuasai para pria.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Adiahsari Lidyasuwanti, owner Sharie Radja adalah salah satu wanita yang tangguh. Ibu rumah tangga asal Kekalik, Kota Mataram ini membuktikan diri bisa masuk dan menguasai ruang ekonomi.

a�?Saya buka usaha kuliner olahan durian,a�? ujar Lidya.

Tapi tentu bukan olahan ecek-ecek. Lihatlah gurita usahanya di mana-mana. Dari gerai di Mataram Mall, MGM Supermarket. Hingga menembus Carrefour Surabaya.

a�?Belum termasuk dalam bentuk agen-agen,a�? ungkapnya.

Membangun usaha besar memang tak semudah membalik telapak tangan. Lidiya mengenang bagaimana ia harus jatuh bangun, dalam merintis usahanya. Hingga akhirnya kini menjadi salah satu usaha yang diperhitungkan banyak kompetitor.

Siapapun akan setuju jika melihat luasnya usaha yang telah dibangun Lidia melalui olahan durian itu usaha yang tak biasa. Tak hanya diminati para wanita. Tapi diimpikan juga para pria yang ingin dapat omzet puluhan juta rupiah dalam sebulan.

a�?Tantangan selalu ada, saya pun kerap menghadapi situasi-situasi sulit itu,a�? ungkapnya.

Ia mencontohkan seperti yang kerap ia hadapi beberapa hari belakangan ini. Saat permintaan yang sedang tinggi-tingginya, tapi ia kesulitan mengatur waktu untuk mengatur pengiriman ke luar daerah. Sehingga barang menumpuk di gudang.

a�?Sementara tugas saya tidak hanya mengurus bisnis, tapi harus juga melayani anak, suami, dan kebutuhan bersosial lainnya melalui organisasi,a�? ujarnya.

Pada kondisi itu Lidia mengaku lebih memilih berdiam diri. Merenungi apa yang telah ia usahakan dan kerjakan. Tapi ia bersyukur pada kondisi seperti itu, suaminya selalu memberi dukungan dan memotivasi dirinya untuk menyelesaiakan semua persoalan dengan baik.

a�?Suami saya selalu bilang semua risiko hadapilah dengan sebaik-baiknya,a�?A� tuturnya.

Perkataan itu bagi Lidia seperti suplemen. Mampu memotivasi dirinya untuk lebih percaya diri menghadapi persoalan. Ruang kepercayaan yang telah diberikan suami, membuat ia bisa bergerak lebih luas, menyelesaikan setiap persoalan yang menghadang di depan.

a�?Saya percaya wanita mampu, kalau mau berusaha dan berpikir keras sambil tetap memohon petunjuk dari Tuhan, saya rasa tidak ada persoalan yang tidak bisa dikerjakan wanita,a�? yakinnya.

Lidia tak hanya sedang berteori. Ia mengaku mengalami sendiri pengalaman bagaimana berusaha sekuat tenaga hingga akhirnya menyerahkan hasilnya pada Sang Maha Pencipta.

a�?Dan alhamdulillahA� saya tak pernah kecewa dengan hasilnya,a�? ujar wanita yang kini berniat melanjutkan kuliah S3.

Lidia pun setuju. Wanita hebat adalah wanita yang tak melupakan fungsi dan kodratnya. Wanita boleh ada di ruang-ruang ekonomi, tapi tak boleh abai pada tugas dan perannya dalam mendidik dan membesarkan anaknya.

a�?Tumbuh kembang anak tetap menjadi tanggung jawab saya,a�? tegasnya.

Sesibuk apapun dirinya. Sepadat apapun agenda hariannya. Lidia tetap merasa belum sukses jika pendikan anaknya terbengkalai. a�?Saya aktif di organisasi, berbisnis, ikut dalam berbagai konferensi wiraswasta nasional, tapi saya tak mau meremehkan pendidikan anak saya,a�? tegas wanita yang kini memiliki anak usia 10 tahun ini.

Salah satu kunci kesuksesan yang Lidia bagi juga yakni kesiapan dirinya pada setiap perubahan yang terjadi. Wadah organisasi yang ia ikuti, murni ia manfaatkan untuk terus mengaktualisasikan pemahamannya.

a�?Ciri orang yang gagal, mereka yang tidak mau menerima pembaharuan atau sombong dengan apa yang telah ia miliki,a�? tegasnya.

Dunia selalu berputar. Inovasi pun muncul hampir dalam setiap detik. Tak terkecuali di dalam bidang ekonomi. Ia mengaku tak ingin kalah langkah. Karena itu setiap ada kesempatan untuk berkumpul, selalu dimanfaatkan untuk terus mencari ilmu. Bagaimana membangun bisnis yang baik dan kuat menghadapi tantangan zaman dan kompetitor.

a�?Saya yakinkan diri untuk selalu siap berubah setiap saat diperlukan,a�? tegasnya.

Berkompetisi tidak hanya dengan sesama pebisnis wanita, tetapi juga pria yang telah lebih dahulu banyak menguasai simpul-simpul ekonomi.

Tak hanya tangguh di bidang ekonomi, banyak pula wanita tangguh di bidang sosial pemerintahan. Hj Nurjanah membuktikan bahwa wanita mampu memimpin sebuah organisasi.

Wanita yang kini menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Mataram ini menunjukan wanita bisa juga menjadi pemimpin. Setidak-tidaknya untuk organisasi sesama wanita.

a�?Saya ikut di IWAPI, BKOW. Dharma Wanita, PKK, dan Perwosi,a�? tuturnya.

Wanita yang juga pengusaha butik ini menunjukan meski dirinya hanya seorang wanita, tapi ia bisa punya aktivitas organisasi yang jauh lebih padat dari rata-rata kebanyakan pria.

Tapi sebagaimana Lidia, Nurjanah juga meyakini wanita hebat itu adalah wanita yang berhasil mendidik anak-anaknya. a�?Tidak terlibat narkoba dan hal-hal yang melanggar norma, saya rasa itulah ukuran keberhasilan sorang wanita sekligus ibu,a�? ujarnya.

Bagi Nurjanah, berorganisasi itu sangat penting. Selain mematangkan kemampuan memimpin, organisasi juga memiliki manfaat luas. Dari silaturahmi hingga membangun relasi.

a�?Tas saya penuh dengan jualan pernak-pernik bagi wanita, sambil beroganisasi saya bisa berjualan,a�? bebernya.

Organisasi telah mengajari ia banyak hal. Terutama bagaimana mengakomodir banyak ide menjadi satu pilihan yang bisa disetujui dan disepakati semua anggota. Karena itu, Nurjanah yakin kepemimpinan, tidak hanya menjadi milik para pria. Tetapi juga talenta yang ada pada diri wanita.

Sebenarnya terlalu banyak bukti yang menunjukan bahwa wanita itu mampu menjadi pemimimpin. Dari presiden hingga jabatan menteri, pernah dan telah diisi oleh wanita. Tapi setidaknya, Nurjanah membuktikan dirinya di daerah, ia mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang hebat.

a�?Pernah suatu ketika, semua organisasi yang saya ikuti mengadakan acara di hari yang sama,a�? tuturnya. Nurjanah sempat kelimpungan mengatur jadwal. Tapi di sini naluri kepemimpinannya muncul dengan membagi skala prioritas. Ia lantas menugaskan beberapa pengurus lain untuk mewakilinya. Sedangkan ia mengupayakan untuk menghadiri, acara yang dinilai lebih penting.

a�?Capek ya capek. Apalagi kalau ada beberapa acara yang tidak mungkin ditinggalkan semua, tapi saya bawa santai saja, saya ikuti sebisanya, tanpa harus memaksa diri secara berlebihan,a�? tegasnya.

Sebagai catatan pamungkas, ada wanita yang juga menjadi leader dalam bidang politik. Dialah anggota DPD RI perwakilan NTB Baiq Dyah Ratu Ganefi. Wanita ini menunjukan kepiawaiannya dalam bidang politik dengan menjadi senator.

Bagi Dyah, ia punya konsen politik untuk membangun daerahnya. Menjadi lebih baik dari daerah-daerah lain. Menjadikan NTB, sebagai contoh pembangunan yang patut ditelandani. Itulah yang menjadi impian wanita yang lahir di Mataram ini.

Buah pemikiran Dyah soal NTB, menunjukan dirinya tak kalah dengan para politisi pria lainnya. Ketulusannya dalam membangun daerah, terlihat dari berbagai program nyata, yang ia dorong teraliasi. Tak hanya berhenti sebatas wacana.

a�?Salah satunya dengan menggerakan IWAPI di tingkat DPC-DPC, agar bisa berbuat khususnya pada perempuan yang nganggur,a�? ujar Dyah.

DPC misalnya akan didorong untuk melahirkan 100 UMKM baru, dalam satu tahun. Maka jika ada 10 kabupaten/kota di NTB, maka ada peluang untuk melahirkan 1000 UMKM dalam satu tahun. Di sana ada wanita-wanita hebat yang menggerakan bisnisnya.

a�?Kami akan rekrut home industri biasa menjadi UMKM baru,a�? terangnya.

Posisi Dyah sebagai politisi nasional tentu diharap banyak mempengaruhi sikap pemerintah pusat, dalam menyukseskan ide besar pemberdayaan perempuan ini.

Ia meyakinkan dirinya akan gigih berjuang bersama wanita lainnya, bagaimana agar peran wanita di NTB semakin luas. Bila perlu, berkompetisi dengan pria, siapa yang paling produktif di bidang penggerakan ekonomi.

a�?Perkembangan teknologi saat ini sudah sangat mendukung, untuk membuka peluang wanita berusaha,a�? tegasnya.

Namun ia mengingatkan, kelak jika para wanita sukses, mereka tak boleh lupa pada kodratnya. Sebagai ibu rumah tangga. Penekanan ini penting, agar semakin banyak orang yang sadar.Wanita bukanlah makhluk lemah. Tetapi sosok hebat yang bisa berkarya di banyak bidang, sekaligus menjaga ketentraman dan keutuhan rumah tangga.

a�?Saya selalu tekankan pada wanita yang pertama keluarga, kedua keluarga, baru yang ketiga bisnis,a�? tegasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost