Lombok Post
Headline Metropolis

Terkait Kasus Proyek Jembatan Dasan Agung, Inspektur Tak Akan Diam

BELUM TUNTAS: Pengendara motor lewat di dekat jembatan mangkrak yang menghubungkan Dasan Agung dan Dasan Sari, beberapa waktu lalu. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Tidak hanya Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) NTB yang mendorong agar kasus jembatan yang menghubungkan Dasan Agung dengan Dasan Sari ditegakkan sesuai aturan. Tapi juga Inspektorat Kota Mataram juga merasa penting mengawal persoalan ini sampai benar-benar menjadi terang benderang.

Inspektur Kota Mataram Makbul Maksum bahkan secara tegas mengatakan, tidak akan diam. Karena persoalan ini dengan berbagai pemberitaannya dinilai sudah sangat menganggu kredibilitas pemerintah.

a�?Saya tidak akan diam, karena ini menyangkut wibawa pemerintah!a�? tegas Makbul.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Pria berkaca mata ini ingin membuktikan pemerintah bisa bertindak tegas dan objektif. Ia bahkan tidak setuju jika ada dorongan persoalan ini diselesaikan melalui jalur damai dengan mengenyampingkan aturan-aturan yang ada.

Baginya, persoalan ini sudah sangat sensitif mempengaruhi wibawa pemerintah daerah. a�?Saya minta ini diselesaikan dengan tegas dan objektif, dengan mengacu pad ataruan-aturan yang ada, tidak diselesaikan melalui jalur-jalur yang mengabaikan aturan,a�? pintanya.

Bagi Makbul, arahan Wali Kota Mataram sudah sangat jelas. Meminta agar persoalan ini dituntaskan sebaik-baiknya. Dengan mengacu pada mekanisme yang telah disepakati dalam perjanjian.

Ia pun mendukung penuh langkah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memblacklist kontraktor. a�?Silakan dilaksanakan, jangan ragu, dan saya yakin Dinas PUPR sangat faham terhadap aturan-aturan yang ada,a�? tegas mantan Kepala Dinas PU Kota Mataram itu.

Makbul punya keyakinan PUPR dalam hal ini bisa mempertanggung jawabkan keputusan yang sudah diambil lebih dahulu. Yakni berupa pemutusan kontrak. Jika sampai ada a�?tawar-menawara�� kepentingan sehingga mengubah apa yang sudah menjadi keputusan, maka ini akan sangat menganggu kredibilitas pemerintah daerah.

Ia mengatakan jelas-jelas jembatan itu tidak tuntas. Dan kontraktor dinilai wanprestasi sehingga merugikan warga Kota Mataram yang seharusnya sudah bisa menikmati kemanfaatan dari jembatan itu.

a�?Mengenai adanya tudingan terhadap tiga orang dengan inisial H, B dan D, Kontraktor dan Ketua Gapensi Lobar harus mempertanggung jawabkan tudingannya!a�? tegas Makbul.

Mereka tidak boleh hanya melemparkan isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarnnya. Karena secara tidak langsung, telah menciderai nama baik pemerintah daerah.

Jika memang tudingan itu benar, mereka diminta untuk membuktikan dan membuka faktanya. a�?Kemudian terhadap tiga orang yang (merasa) dituding sebagai a�?pelacur proyeka�� tersebut, saya berharap memberikan klarifikasi atas tudingan itu,a�? pintanya.

Bagi Makbul, inilah cara terbaik untuk mengurai benang kusut atas persoalan saling tuding, di balik mangkraknya jembatan itu. Ditanya apakah ada kemungkinan tiga nama itu takut, sehingga terus bersembunyi? Makbul mengatakan, harusnya tidak seperti itu. Justru semakin mereka tak bersuara, memberi peluang tudingan itu benar.

Tapi kalau tidak teribat, apa salahnya mengklarifikasi. Bahkan bila perlu, menuding balik dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Kasak-kusuk siapa tiga nama di balik inisial ini, bahkan mulai terdengar bisik-bisik. Hingga menimbulkan keresahan banyak pihak. a�?Jangan takut untuk mengklarifikasi, bahkan Anda (tiga nama, Red) bisa menuntut atas tudingan itu (kalau tidak benar),a�? tegasnya.

Ia berharap dengan adanya keterbukaan ini, mendorong persoalan tersebut bisa segera selesai. a�?Sehingga ada titik terang,a�? ujarnya.

Lalu sejauh mana peran Inspektorat dalam penanganan persoalan ini? Secara umum, Makbul mengatakan Inspektorat tetap pada tugas pokok dan fungsinya. Sejauh ini telah mengupayakan pembinaan dan pemeriksaan hampir ke semua OPD. Dari review RKA, Pengadaan Barang dan Jasa, audit komprehensif, audit kinerja, audit dengan tujuan tertentu, dan lain-lain.

a�?Catatan kami, Alhamdulillah telah menunjukkan hasil yang cukup memuaskan dengan berkurangnya jumlah temuan-temuan dari setiap pemeriksaan,a�? ujarnya.

Sedangkan tudingan adanya permainan proyek, salah satunya di kasus jembatan Dasan Agung dengan Dasan Sari, Makbul berharap hendaknya menjadi bahan introspeksi diri. Selain itu, harus bisa dibuktikan secara jelas dan terang, berikut bukti-buktinya. Jangan hanya tudingan kosong yang tidak memiliki makna, bahkan cenderung menjadi fitnah.

a�?(Sementara kami akan) berbenah agar pelaksanaan proyek pada tahun-tahun yang akan datang bisa lebih baik dari tahun ini,a�? harapnya.

Terpisah Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat, memberi catatan. Kasus mangkraknya jembatan Dasan Agung, menjadi noda buruk, di tengah gemilangnya prestasi pemerintah dalam membangun daerah. a�?Saya pikir (kasus ini) menjadi catatan akhir tahun yang buruk,a�? ujar Ismul.

Politisi PKS ini melanjutkan, seyogyanya refleksi akhir tahun banyak diisi dengan kenangan manis tentang keberhasilan kota dalam membangun daerah. Tapi yang terjadi pemerintah justru dihadapkan pada kegagalan membangun infrastruktur bagi rakyatnya.

Padahal jembatan itu diharapkan bisa menjadi solusi, memudahkan masyarakat dalam menjalankan roda ekonominya. a�?Saya pikir ini harus jadi catatan kita bersama, agar tidak terulang lagi di tahun depan,a�? tegasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post