Lombok Post
Headline Metropolis

Menikmati Wisata Pohon a�?Kurcacia�? di Taman Sangkareang

Salah satu bonsai terbaik yang dikompetisikan di Taman Sangkareag, kemarin (19/12).

MATARAM-Unik, mungil, dan cantik. Rasanya sulit untuk tak terkesima melihat seni artistik dalam pohon-pohon bonsai serupa pohon milik para kurcaci yang dipamerkan di Lapangan Sangkareang. Tak mengherankan jika satu pohon saja bisa berpuluh-puluh menit diamati oleh serang pencinta bonsai.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli juga langsung kepincut. Ia bahkan berencana ingin mengundang kembali di kesempatan berbeda para pemilik bonsai suatu saat nanti.

a�?Saya mau mereka datang lagi di HUT Kota, kita nanti akan adakan Mataram Agriculture Expo,a�? ujar Mutawalli dengan antusias.

Ia yakin, jika semakin sering tanaman-tanaman bonsai itu dipamerkan, lambat laun akan menginspirasi masyarakat kota untuk ikut mencoba usaha tanaman bonsai. Hal ini tentu akan sangat sesuai dengan semangat yang saat ini terus digaungkan Dinas Pertanian, akibat semakin menyempitnya lahan pertanian konvensional.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kita saat ini terus kembangkan semangat Urban Farming, di mana bonsai ini masuk dalam komoditi holtikultura,a�? jelasnya.

Jadi tidak hanya soal jenis sayur-mayur yang bisa dikembangkan dalam urban farming. Tapi juga ada peluang untuk memberi ruang seluas-luasnya pada tanaman hias.

a�?Saya dengar mereka ada yang dari Jawa Timur, Bali, dan NTB, yang ikut pameran,a�? jelasnya.

Totalnya sebanyak 205 peserta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Mataram. Berlangsung sejak 16 Desember lalu dan akan berakhir 23 Desember mendatang. a�?Itu yang dipamerkan, ada yang harganya sampai Rp 300 juta,a�? tuturnya.

Ia sangat beraharap pameran itu tak sekali tampil langsung hilang. Pohon-pohon mungil serupa pohon kurcaci itu, hanya butuh sosialisasi yang masif untuk menyedot perhatian dan ketertarikan masyarakat, ikut menyaksikan keindahannya di lapangan Sangkareang.

a�?Saya sih pengen, tapi ngerawatnya susah. Harganya saja sampai semahal itu, kalau saya tinggal ke luar daerah lalu mati, saya bisa nangis,a�? kelakarnya. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost