Lombok Post
Headline Politika

Hasanain Soroti Masalah Masyarakat Bawah

SERAP ASPIRASI: TGH Hasanain saat blusukan ke salah satu pasar tradisional di Lombok Barat, kemarin. Wahyu/Lombok Post

GIRI MENANG– Masyarakat ditekan pemodal. Hal itu membuat mereka begitu sukar lepas dari jerat kemiskinan yang kini membelenggu.

a�?Pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi,a�? kata bakal calon bupati Lombok Barat (Lobar) TGH Hasanain Juaini mengutarakan idenya membangun Lobar, kemarin.

Dia yang kini tengah menggencarkan aksi a�?Subuh Berkaha�? mendapati sejumlah fakta bahwa pemerintah tak cukup tepat dan banyak memberi bantuan untuk masyarakat. Satu contoh adalah para petani yang menghadapi kesusahan.

a�?Padahal Lombok Barat ini begitu bangga sebagai daerah lumbung pertanian,a�? katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Petani kini sudah pada taraf terdesak. Mereka yang tetap bekerja maksimal sesuai kemampuan, namun kerap merugi. Biaya operasional membengkak, hasil produksi stagnan, harga jual juga tak membaik.

Dia memberi sebuah contoh. Buruh tani yang mengerjakan lahan satu haktare maksimal memperoleh Rp 15 juta.Berbagai ongkos produksi selama sekitar tiga bulan masa tanam bisa mencapai Rp 10 juta. Artinya hanya ada Rp 5 juta saja yang diperoleh, itu masih harus dibagi dua dengan pemilik lahan. Sehingga bersihnya petani penggarap hanya mengantongi Rp 2,5 juta saja. Itu adalah penghasilan mereka selama tiga bulan.

a�?Hanya beberapa ratus ribu dalam sebulan,a�? katanya miris.

Solusinya menurut Hasanain adalah menciptakan kemandirian bibit. Selama ini, petani dibuat tergantung pada bibit hybrida. Bibit yang hanya bisa didapat dengan membeli, padahal harganya tidaklah murah. Bibit tersebut juga hanya menerima pupuk dan obat jenis tertentu saja. Sehingga sejak awal, potensi pemasukan sudah berkurang.

a�?Setiap tahun harus berulang, beli bibit, obat, dan pupuk,a�? katanya.

Bahkan ketika hasil panen bagus, gabah yang dihasilkan tak bisa digunakan lagi sebagai pupuk. Dia mengatakan jika pemerintah bisa mengembangkan bibitnya sendiri. Bibit non hybrida memungkinkan aneka pupuk dan obat masuk, termasuk pupuk kompos dan obat alami yang jelas lebih murah. Hasil panen sebagian juga bisa disisihkan untuk dijadikan benih selanjutnya, sehingga tak perlu berulang terus membeli bibit.

a�?Pada poin ini pemerintah harus ambil peran,a�? tegasnya.

Pada sektor peternakan termasukA� perikanan, ia juga menemukan sejumlah masalah. Pakan menjadi faktor utama masalah yang dihadapi peternak. Temuannya dari blusukan ke desa-desaa adalah, pakan yang mahal kerap memangkas keuntungan peternak saat menghadapi kendala teknis. Misalnya, ikan atau ayam yang harus dijual hari ini tertunda hingga sepekan. Artinya harus ada tambahan pakan selama sepekan.

Pria yang aktif dalam berbagai kegiatan terkait pelestarian lingkungan dan alam itu mengatakan pemerintah harus berani mengambil sikap. Minimal ada satu perusahaan pakan yang dapat didirikan dan dikelola daerah. Dengan cara ini, potensi harga makin terjangkau dan ketersediaannya juga tak jadi soal.

A�a�?Investasi sedekat mungkin harus ada di Lobar, perusahaan pakan mendesak diadakan,a�? tegasnya.

Pemerintah lanjutnya harus bisa memberikan solusi pada masalah-masalah yang benar-benar dihadapi masyarakat seperti pertanian dan peternakan itu. Jangan seperti kondisi saat ini, kalau waktunya panen, harga terjun bebas.

a�?Sekarang sepertinya masalah dihadapi sendiri oleh rakyat, akhirnya kapok, mending ke luar negeri upah jelas,a�? katanya.

Masalah pasar tradisional di Lobar juga disorotinya. Sangat jarang ada pasar yang jam bukanya melebihi pukul 10.00 Wita. Itu karena pasar sudah terdesak. Artinya juga masyarakat yang berbelanja saat pagi hanya untuk kebutuhan kecil yang cenderung murah bahkan remeh-temeh. Begitu beralih pada kebutuhan yang cenderung mahal, mereka berbelanja ke ritel modern, swalayan, bahkan mal.

a�?Ya kita harus benahi ini, mulai dari kebersihan dan penataan pasar,a�? ucapnya.

Pedagang, lanjut pria yang hendak maju berpasangan dengan H Sulhan Muchlis itu juga harus dibina. Mulai kemudahan akses permodalan, hingga kemampuan manajerial yang baik.

a�?Pemerintah harus hadir untuk masyarakat miskin,a�? pungkasnya.

Hasanain tampaknya sudah membuat sejumlah program prioritas yang ditawarkan pada masyarakat Patut, Patuh, Patju. Dia berharap dapat dipilih sebagian pemimpin mendatang.

Terkait peluangnya di Lobar, pengamat politik Dr Asrin mengatakan Hasanain memang harus bekerja keras. Faktor jamaah NW Pancor yang tak begitu signifikan adalah sebabnya. Selain itu, masalah partai juga harus bisa diatasi. Kini PKB memang sedang dijajaki, namun gabungan dengan Demokrat masih menyisakan kekurangan satu kursi yang perlu ditambal segera.

a�?Saya lihat Hasanain harus kerja keras,a�? katanya. (yuk/r4)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost