Lombok Post
Metropolis

Nelayan Was-was, Pemkot Adem-ayem Hadapi Cuaca Ekstrem

GELOMBANG GANAS: Gelombang di kawasan pantai eks Pelabuhan Ampenan, mengganas jelang akhir tahun, kemarin. Hal ini membuat warga pesisir dan nelayan was-was. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir, sempat membuat nelayan was-was turun melaut. Banyak diantarnya lebih memilih menambatkan perahu di bibir-bibir pantai, sembari menunggu cuaca berangsur normal.

Sahrun salah satu nelayan di Bintaro Jaya, lebih memilih tinggal bersama anak istri. Dari pada turun menebar jaring. “Perahu juga kita sewa, bisa-bisa nanti rusak (kalau dipaksakan),a�? kata Sahrun.

Banyak nelayan lain juga memilih tak turun. Sampai gelombang dirasa aman dan baik untuk menebar jala di tengah laut. Perahu juga tak ada yang ditambatkan di pantai. Semua dibawa naik ke posisi yang lebih tinggi.

“Ya, nanti kita cari hutang dulu,a�? jawabnya, soal biaya menutupi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini sejauh ini masih adem-ayem. Ia beralasan belum menerima laporan berapa jumlah nelayan di sepanjang pantai kota yang terdampak dengan cuaca buruk. “Belum ada laporan, kami juga sedang tunggu,a�? ujar Hartini.

Laporan diteruskan secara berjenjang. Dari pendataan yang dilakukan kepala lingkungan, diteruskan ke lurah, selanjutnya ke kecamatan, baru datanya sampai ke mejanya. Itu pun bukan DKP yang selanjutnya akan memberikan bantuan logistik bagi nelayan yang kesulitan turun melaut. “Tapi Dinas Sosial, setelah kami koordinasikan,a�? jelasnya.

Hartini menduga, belum adanya laporan masuk, karena cuaca ekstrem kemarin tidak akan berlangsung lama. Nelayan biasanya akan segera melaut, setelah melihat ada peluang cuaca kembali membaik. “Biasanya mereka cari sela-sela waktu untuk turun melaut, sebab mereka sudah biasa,a�? ujarnya.

Dirinya juga mendorong, agar para nelayan yang mengalami persoalan pada peralatan melaut, segera melapor melalui kepala lingkungan. Hal ini untuk memudahkan bantuan fasilitas jika sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki lagi.

“Kemarin kita sudah beri bantuan lima unit sampan, 13 buah jaring, lima unit mesin ketinting, dan tujuh unit mesin tempel,a�? jelasnnya.

Bantuan ini disesuaikan dengan jumlah laporan yang masuk ke dinas. Bantuan disalurkan melalui koperasi. Selanjutnya diterima oleh para nelayan.

“Kalau dia rusak karena gelombang atau apa, selama mengetahui lurah dan lingkungan, (pasti) langsung kita berikan,a�? tegasnya.

Dampak cuaca buruk, tidak hanya menimpa nelayan. Tapi petani di Mataram di beberapa tempat bakal kesulitan untuk memanen padi. Hal ini karena angin kencang yang terjadi Rabu (20/12) kemarin, membuat tanaman padi nelayan banyak yang tumbang.

a�?Di daerah Karang Pule, ada sektiar 10 hektare, dari total 45 hektare persawahan,a�? kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli.

Tapi untungnya, tanaman itu sudah siap panen. Sehingga, tak ada kerugian finansial yang harus dihadapi para petani.

Selain di Karang Pule, hal ini juga terjadi di beberapa titik lainnya. Salah satunya yakni wilayah Lingkar Selatan. “Ada lahan pertanian di depan STIKES Yarsi, selain terendam ada yang rebah juga, tapi ini juga mau panen, jadi (untungnya) belum ada laporan kerugian,a�? tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, sejak beberapa hari lalu, pihaknya sudah meminta pasukan biru atau pasukan pembersih drainase siaga 24 jam. a�?Karena jika hujan turun, pasti sampah dan air sungai akan meluap,a�? tuturnya. (zad/tea/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost