Lombok Post
Metropolis

Mutasi Meleset, Pemkot Lalai?

PENYEGARAN SDM: Wali Kota Mataram menandatangani draf pelantikan sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Mataram, Desember 2016 lalu. Dok/Lombok Post

A�MATARAM-Target gelar mutasi akhir tahun meleset dari rencana. Sampai dengan Kamis (28/12) kemarin, surat izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk izin pelantikan ternyata, baru kemarin diajukan dari Pemkot Mataram.

a�?Surat izin (pelantikan) harus ditandatangani wali kota, dan baru kemarin malam pak wali balik Umrah,a�? kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito.

Teknis pengajuan izin ternyata cukup berbelit. Eko lalu menuturkan, sejak rencana melakukan mutasi, Pemkot Mataram sudah harus bersurat untuk melakukan mutasi ke Kemendagri. “Jadi kita izin melakukan pengisian jabatan kosong, itu sudah,a�? tuturnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Setelah izin turun, selanjutnya meminta rekomendasi pada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Setelah ada rekomendasi barulah proses pansel. a�?Hingga dapat nama,a�? jelasnya.

Nama-nama itu tak bisa langsung dilantik. Tapi hasilnya harus dikirim ke KASN lagi. Setelah itu, dari KASN menertbitkan rekomendasi untuk ditetapkan. Lalu diteruskan pada Kemendagri. Disertai dengan permohonan juga dari Pemkot Mataram yang ditanda tangani wali kota, untuk izin Kemendagri melakukan pelantikan. a�?Jadi tinggal itu saja,a�? jelasnya.

Entah Pemkot lalai atau belum memahami prosedur utuh dari proses pelantikan yang berbelit ini, Eko tak menjelaskan rinci. Hanya saja ia mengatakan surat itu kemarin telah dibawa, setelah mendapat tanda tangan dari wali kota, sekembali dari Umrah.

“Hari ini (kemarin, Red), suratnya sudah dibawa ke Kemendagri, mudah-mudahan bisa diproses langsung,a�? harapnya.

Eko juga terlihat pesimis mutasi bisa dilakukan di detik-detik sebelum pergantian tahun. Tapi ia meyakinkan jika pelantikan dilakukan di awal tahun 2018, kekosongan jabatan tidak akan sampai mengganggu kinerja pemerintah. “Saya fikir nggaklah,a�? ujarnya.

Tapi pernyataan berbeda disampaikan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Ia justru sangat berharap mutasi bisa dilakukan. Karena kekosongan di beberapa posisi jabatan fungsional selama ini, dirasakan ia sangat menganggu akselerasi pemerintahan. “Ini kan demi memaksimalkan pelayanan pada masyarakat,a�? kata Ahyar.

Walau begitu, Ahyar juga pesimis mutasi bisa digelar di bulan Desember ini. Alasannya waktu yang sangat mepet, menyulitkan pemerintah untuk menyiapkan segala sesuatunya. Jikapun izin dari Kemendagri akhirnya turun hari ini. “Kita tahun baruan saja dululah,a�? cetusnya.

Ahyar yakin surat izin bisa segera turun. Apalagi, dirinya belum ditetapkan sebagai sosok yang akan bertarung dalam Pilgub 2018 nanti. a�?Belum. Kecuali kalau sudah pentapan (baru mutasi tidak boleh digelar),a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost