Lombok Post
Headline Kriminal

Catatan Tindak Pidana 2017 : Pencurian Turun, Terorisme Meningkat

PINDAI BENDA MENCURIGAKAN: Tim penjinak bom Gegana Satbrimobda Polda NTB melakukan pengecekan terhadap benda mencurigakan berupa pipa paralon, di depan unit Laka Lantas Polres Mataram, kemarin (5/8). POLDA NTB UNTUK LOMBOK POST

MATARAM-Tahun 2017 segera berlalu. Beragam kejahatan mewarnai Bumi Gora sepanjang tahun ini. Salah satunya aksi kriminal berupa pencurian dengan kekerasan (Curas). Kejahatan yang kerap melukai korbannya ini, mengalami peningkatan di tahun 2017.

Ada dua kasus curas yang cukup menyita perhatian masyarakat di NTB. Peristiwa pertama terjadi di Lombok Timur (Lotim akhir Mei lalu. Saat itu 13 perampok menyatroni rumah Amaq Jon di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru. Dalam aksi kejahatan tersebut, pelaku membunuh A�Amaq Jon. A�Hingga Desember tahun ini, polisi baru menangkap 4 orang pelaku.

Perampokan sadis lainnya terjadi diA� Kota Mataram November lalu. Empat pelaku merampok Toko Madu Sumbawa di Lingkungan Karang Bedil, Kelurahan Mataram Barat.Para pelaku sempat menyekap dan melukai pemilik took dan menjarah A�perhiasan emas dan uang tunai A�Rp 320 juta milik korban.

Dua kejahatan di atas, masuk dalam 399 tindak pidana curas di wilayah hukum Polda NTB. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kejadian di 2016, yakni sebanyak 390 kejahatan curas. Secara kuantitas, kejahatan curas mengalami kenaikan. Namun, dalam penyelesaiannya, tahun ini justru mengalami penurunan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Di 2016, jajaran kepolisian mampu menyelesaikan 118 kasus dari laporan curas berjumlah 390 kejadian, tidak dengan tahun ini. Angka penyelesaian curas di tahun ini hanya mampu menyentuh 80 kasus.

Jika curas mengalami peningkatan, tidak dengan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat). Kedua kasus tersebut mengalami penurunan kejadian.

Untuk curanmor, di tahun sebanyak 1.643 masyarakat melaporkan kehilangan motor ke polisi. Terjadi penurunan 335 kasus, dibanding tahun 2016. Sedangkan untuk penyelesaiannya, di tahun ini kepolisian hanya berhasil mengungkap 162 kasus saja.

Dalam perkara curat, juga mengalami penurunan kejadian. Di 2017, terdapat 819 kejadian, lebih rendah dari tahun 2016 sebanyak 975 kejadian.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Kristiaji mengatakan, kedepannya koordinasi antara tim opsnal di Polres jajajaran akan ditingkatkan. Ini untuk mengungkap lebih banyak lagi kejahatan 3C di wilayah hukum Polda NTB.

Menurut dia, satu pelaku kejahatan bisa saja melakukan aksinya beberapa kali. Karena itu, pengembangan usai penangkapan terhadap mereka, akan menjadi fokus kepolisian di tahun depan.

a�?Satu pelaku bisa sampai 10 kali. Kalau itu bisa dikembangkan, tentu pengungkapan dari kepolisian akan lebih banyak,a�? kata dia.

Aksi Teror Kepada Anggota Polri

10 A�warga Bima menjadi tersangka dalam tindak pidana terorisme. Mereka ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror, dalam operasi pemberantasan teroris, medio Oktober dan November lalu.

Sebelumnya, ada 12 orang ditindak tim Densus selama operasi yang berlangsung di Bima, tersebut. Operasi yang dimulai dengan kontak senjata di Pegunungan Oi Sarume, Kecamatan Ambalawi, menewaskan dua terduga teroris. Ini juga merupakan buntut dari penembakan anggota Polres Bima, September lalu.

Sementara sisanya, 10 orang, ditangkap di kediaman masing-masing, di Kabupaten Bima dan Kota Bima. Mereka diamankan karena terlibat dalam penembakan anggota Polri, 11 September lalu.

Untuk aksi terorisme ini catatan kepolisian menyebut, terdapat 20 tersangka di 2017. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2016, yakni 8 orang tersangka. Mereka yang telah menjadi tersangka, telah berada di Mabes Polri.

Tidak saja terhadap anggotanya, markas kepolisian dan kantor pemerintaah pun tak luput dari ancaman teror. Seperti yang terjadi di Polres Mataram dan Polsek Ampenan, pada Agustus dan November lalu. Teror juga terjadi di Kantor Bupati Sumbawa, berupa a�?boma�� pipa paralon.

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli menilai peristiwa diA�KantorA�BupatiA�SumbawaA�masuk dalam kriteria terorA�bom. Apalagi melihat beberapa material yang merupakan isi dari pipa paralon tersebut.

a�?Tujuan teror itu bisa jadi tidak sampai meledakkan. Cukup menebar isu, mengakibatkan orang takut, itu namanya teror,a�? katanya.

Polda Klaim Sukses Penanganan Tipikor

Penanganan tipikor yang dilakukan aparat penegak hukum di NTB tetap menjadi atensi masyarakat. Sejumlah kasus besar menunggu untuk dituntaskan.

Di lingkup kejaksaan, ada dugaan korupsi dari pengadaan bibit cabai di Kota Mataram, retribusi pasar dan parkir Kota Mataram, pembangunan Mataram Water Park, merger PT BPR NTB, hingga dana hibah untuk PDAM Dompu.

Dari kasus di atas, hanya perkara merger PT BPR NTB yang dalam waktu dekat ini akan selesai. Dugaan korupsi tersebut, tinggal menunggu perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB. Sementara sisanya, masih berada di tahapan penyelidikan di tingkat pidsus dan intelijen.

Sementara di Polda NTB, kasus yang cukup menjadi atensi adalah perkara CPNS K2 Dompu. Ada juga dugaan korupsi pengadaan sampan fiberglas serta sandang pangan di Lombok Timur (Lotim).

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, korupsi itu muncul karena ada kesempatan. Sedangkan kesempatan bisa timbul, karena sistem yang gagal, lemah, dan buruk. a�?Baru setelah itu nafsu untuk memperkaya diri. Tapi nafsu untuk memperkaya diri itu muncul karena ada kesempatan dan buruknya sistem. Jadi ini saling berkaitan,a�? kata dia.

Kapolda mengakui masih adanya tunggakan kasus. Tetapi, hal tersebut bukan karena jajarannya berniat untuk tidak menyelesaikan perkara tipikor.

Menurut Firli, penanganan tipikor berbeda dengan tindak pidana lainnya. Ada beberapa lembaga dan pihak yang turut terlibat dalam penyelesaian kasus korupsi. Dari sana tentu membutuhkan waktu untuk penuntasannya.

a�?Misalnya saja permintaan ahli atau audit kepada lembaga auditor. Jadi ini memang butuh waktu. Kita tidak ada niat untuk tidak menyelesaikan,a�? ujarnya.

Terlepas dari itu, Firli mengatakan bahwa perkara tipikor untuk tahun ini melebihi target penanganannya. Dari anggaran yang diberikan, Polda dan Polres jajaran diberi target 25 kasus, sementara hingga Desember ini, ada 50 kasus yang ditangani kepolisian.

a�?Target penyidikan dari anggaran itu 25 kasus, tapi kita tangani 50 kasus. Dua kali lipat dari target,a�? pungkas dia.

NTB Masih Menjadi Target Peredaran Narkoba

Arus masuknya narkotika ke NTB semakin deras. Penyelundupan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika seolah tiada habisnya. Lombok khususnya sebagai salah satu pusat wisata dunia kini menjadi pasar menggiurkan bagi sindikat narkoba internasional.

Badan Narkotika Nasional Pronvinsi (BNNP) NTB berhasil mengungkap 7 kasus pidana narkotika, sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, mereka mendapatkan barang bukti sabu 130,03 gram; hasis 5,03 gram; dan tembakau gorilla seberat 4,23 gram.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Imam Margono mengatakan, dari tujuh kasus itu, enam di antaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan. a�?Enam kasus yang sudah P21 dan telah kita limpahkan ke jaksa,a�? kata Imam.

Jumlah barang bukti sabu yang didapatkan BNNP sebenarnya lebih dari 130,03 gram. Akhir Mei lalu, petugas BNNP membongkar penyelundupan sabu dengan berat bruto 1,8 Kg dariA�KalimantanA�Barat (Kalbar) ke Lombok. Lima orang yang diduga terlibat, dua di antaranya merupakan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram.

Dalam perkara tersebut, barang bukti berupa sabu dan juga para tersangkanya kemudian dilimpahkan ke BNN Pusat. Karena itu, jika ditotal, BNNP telah mencegah peredaran sabu lebih dari dua kilogram sepanjang tahun ini.

Karena merupakan extraordinary crime, jenderal bintang satu ini menegaskan tetap melakukan upaya khusus untuk pemberantasan narkoba di NTB. Termasuk dengan cara tembak di tempat bagi pelaku yang ditangkap di jalan.

a�?Kita tidak segan gunakan senjata untuk penegakan hukum. Kita perangi kurir sampai bandarnya. Kalau tidak kena tembak, hukumannya akan kita maksimalkan, termasuk penetapan hukuman mati,a�? tegas dia.

Sementara di kepolisian, jumlah perkara yang ditangani mencapai 563 kasus dengan angka penyelesaian sebanyak 502. Dari pengungkapan yang dilakukan kepolisian, mereka mengamankan 663 tersangka.

Angka pengungkapan kasus narkoba di 2017 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Di 2016, kepolisian hanya menangani 383 laporan polisi terkait narkoba.

Sedangkan untuk barang bukti yang berhasil diamankan, hanya terdapat peningkatan untuk obat jenis Lexotan, yaitu sebanyak 73.350 butir. Sementara narkotika jenis ganja dan sabu mengalami penurunan.

Untuk narkotika, tahun ini diamankan sebagai barang bukti seberat 12.642,98 gram ganja dan sabu 1.110,767 gram. Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, tangkapan tahun ini memang tidak sebanyak hasil di 2016.

Meski demikian, hal tersebut membuktikan masih adanya keberadaan narkoba dan minuman beralkohol di wilayah NTB.

a�?Memang tidak banyak. Walaupun kecil, tapi narkoba dan minuman keras itu ada. Ada di hingga desa dan kecamatan se-NTB,a�? kata Firli.

Meski demikian, apa yang jajarannya lakukan merupakan upaya untuk mewujudkan kebaikan. Dia juga berharap kegiatan tersebut bisa membangkitkan kesadaran serta gairah seluruh elemen masyarakat. Terutama dalam memerangi peredaran maupun penyalahgunaannya.

a�?Mungkin tidak mungkin kita hilangkan semua. Tapi setidaknya ini bisa meminimalisasi,a�? harap dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost