Lombok Post
Metropolis

Pencairan BPNT Tembus 85 Persen

Lalu Martawang

MATARAM-Realisasi pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kota Mataram, masuk peringkat lima besar nasional. Capaiannya tembus 85 persen, dari pembagian bantuan sejak awal tahun 2017. Berdasarkan SK Menteri Sosial Nomor 339/2016, disebutkan bahwa jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 25.680 kepala keluarga (KK).

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, realisasi pencairan BPNT di Kota sangat tinggi karena dukungan semua kepala lingkungan dan lurah di Kota Mataram.A� a�?Alhamdulillah, realisasi kami sesuai target,a�? kata Martawang.

Untuk mencapai target, Martawang menuturkan, Pemkot Mataram telah meminta kepada para pemangku kepentingan antara lain BRI, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga kader untuk terus melakukan program percepatan pencairan BPNT. Selain itu juga, dukungan kaling dan lurah untuk mengarahkan KPM yang sudah menerima kartu keluarga sejahtera (KKS).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Jika sudah mendapatkan KKS, harus segera melakukan transaksi. Dan juga segera laporkan jika menemukan kartu kosong atau masalah lainnya,a�? tuturnya.

Untuk melakukan pencairan BPNT, KPM yang telah memiliki KKS bisa bertransaksi pada fasilitas elektronik warung gotong royong (e-warong) atau BRI Link. Yakni mengambil bahan pokok sesuai kebutuhan.

a�?KPM bisa mendapatkan beras, gula, atau minyak goreng pada e-warong atau BRI Link yang tersebar di Kota Mataram,a�? jelasnya.

Sejumlah bahan pokok yang bisa diterima KPM, bisa didapatkan melalui pencairan Rp 110 ribu per bulan di e-warong atau BRI Link yang tersebar di enam kecamatan.

Terpisah, Nur Fitri, warga Kota Mataram, bersyukur bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp 110 ribu per bulannya. Dimana, uang itu bisa ia gunakan untuk membeli keperluan bahan pokok.

a�?Alhamdulillah, bantuan bisa kami dapatkan. Meskipun sebelumnya, kartu yang kami dapat kerap bermasalah,a�? kata Nur. (cr-tea/r3)

 

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost