Lombok Post
Headline Politika

Deklarasi di Rumah, Paket Zul-Rohmi Go Publik

DEKLARASI: Suasana penyerakan SK dukungan PKS terhadap paket Zul-Rohmi sekaligus dalam deklarasi di kantor PKS NTB, di Mataram. Wahyu/Lombok Post

MATARAM-Partai Demokrat mendeklarasikan kader yang bakal diusung dalam Pilkada serentak di NTB. Deklarasi digelar sederhana di kediaman pribadi Ketua Umum PB NW TGB HM Zainul Majdi yang juga politisi Partai Demokrat NTB, Sabtu (31/12/2017).

Deklarasi digelar sederhana. Namun, tak ada SK dari DPP Partai Demokrat yang dibacakan dalam deklarasi yang dihadiri jamaah NW dan pengusus Demokrat, simpatisan dan jamaah Nahdlatul Wathan tersebut.

Deklarasi digelar tak lama berselang selepas doa bersama yang digelar PB NW di Musala Al Abror, Pancor. Dalam deklarasi sederhana itu, Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahally Fikri mengumumkan langsung empat kandidat yang akan diusung di Pilkada serentak tersebut.

“Demokrat dengan bangga mengumumkan hari ini,” kata Mahally.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dia menyebut, Demokrat mengirim empat kader terbaiknya. TGH Hasanain Juaini, Ketua Majelis Partai Demokrat Cabang Lobar sebagai bakal calon bupati Lobar. Sementara di Lotim ada Ketua Demokrat Lotim HM Syamsul Luthfi sebagai bakal calon bupati Lotim. Di Kota Bima HA Rahman H Abidin Ketua Majelis Partai Demokrat Cabang Kota Bima sebagai bakal calon wali kota Bima.

Sementara untuk untuk level provinsi, ada Hj Sitti Rohmi Djalilah, Wakil Ketua II Demokrat NTB sebagai bakal calon wakil gubernur NTB. “Semua pengurus hari ini hadir, bukti kami solid,” katanya.

Namun, dalam deklarasi itu, tak ada SK yang dibacakan. Pria yang menjabat Wakil Ketua DPRD NTB itu beralasan tak ada urgensi membacakannya di hadapan publik soal SK dari partai. Terkait partai koalisi, dia juga memilih tak berkomentar.

“Hari ini kita bicara soal Demokrat saja,” tegasnya.

Sementara itu, sebelum deklarasi sederhana ini, dalam doa bersama di Musala Al Abror, Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Wathan TGB HM Zainul Majdi menegaskan betapa doa adalah senjata utama dalam perjuangan.

“Kita harus perduli, bukan hanya untuk NW tapi NTB,” serunya.

Dia mengatakan semua tentu ingin daerahnya maju, berhasil, dan sukses. Perihal arah dukungan NW, keputusannya, kata TGB adalah seperti apa yang sebelumnya diumumkan.

Dia lalu menyebut berurutan calon yang didukung NW untuk Pilgub NTB yakni Zulkieflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalilah, Pilbup Lotim HM Syamsul Luthfi-Najamuddin, Pilbup Lobar TGH Hasanain Juaini-H Sulhan Muchlis, dan Kota Bima Rahman-Fera.

Semuanya disebut telah ditetapkan dengan pertimbangan kemampuan. “Pemimpin walaupun bukan segalanya, tapi menentukan,” pria yang juga menjabat gubernur NTB dua periode tersebut.

Apa yang selama ini dirasakan, kemajuan di NTB diharapkan makin maju lagi. Itu semua tergantung ikhtiar dan kekompakan bersama. “Kompak, utuh, bersatu, dan berjuang bersama. Jangan lupa doa pada Allah,” tegasnya.

Sebagai pimpinan NW, dia tentu melihat melihat kepentingan organisasi. Namun, tak semata NW, TGB juga melihat NTB secara keseluruhan. Sejak zaman sang kakek, TGKH Zainuddin Abdul Majid, telah diajarkan agar adil dalam segala hal. Makna adil lanjutnya,A� meletakkan sesuatu pada tempatnya. “Satu potensi kebaikan untuk NTB, maka mari bersama kita ikhtiarkan sebagai warga NW,” ujarnya.

Deklarasi PKS

Sementara itu, sehari setelah deklarasi yang sederhana di Pancor, deklarasi pasangan Zul-Rohmi yang sederhana juga digelar Partai Keadilan Sejahtera di Mataram. Dalam deklarasi tersebut, Ketua PKS NTB H Abdul Hadi mengatakan sudah lama proses pembahasan di daerah sampai pusat dilakukan.

“Pilgub benar-benar memerlukan energi besar,” katanya.

Namun, pada akhirnya PKS dapat tersenyum lebar. Setelah menganalisa, mencoba menangkap aspirasi dan harapan masyarakat NTB, ia makin yakin dengan pilihannya.

“Semuanya menginginkan pasangan Zul-Rohmi,” katanya sesumbar.

Dia berharap, duet duo doktor ini cocok melanjutkan kepemimpinan gubernur sekarang. Zulkieflimansyah dan Rohmi dikatakannya merupakan paket komplit. Baik dari sisi politis dan aplikasi lapangan dikuasai.

“Keduanya pencetak dan generasi muda yang berintelektual tinggi,” katanya mengacu kiprah Zul dan Rohmi dalam bidang pendidikan dengan perguruan tinggi yang dibidaninya masing-masing.

“Keduanya menguasai kondisi masyarakat dan mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat,” tambahnya. Karenanya perbedaan pendapat dalam tubuh PKS diminta disudahi.

“Ketika DPP sudah memutuskan maka harus dilaksanakan dan amankan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Zul menegaskan tak hanya Demokrat dan PKS saja yang bergabung. Dia meyakini PKB juga tinggal menunggu waktu untuk diumumkan.

“Sudah selesai itu,” katanya.

Bersatunya tiga partai tersebut, plus jamaah NW dan NU dikatakannya merupakan sebuah hadiah untuk daerah ini.

“Ini tanda islam bersatu menjadi rahmat alam,” katanya.

Ditegaskannya tugas kader PKS bukan hanya memenangkan Zul-Rohmi dalam pilgub. Tapi ikut bersama membangun NTB.

Sementara itu Rohmi di tempat yang sama menambahkan, paket Zul-Rohmi maju karena kecintaan pada NTB. Kini daerah ini dikatakannya sudah maju, namun kedepan harus semakin maju. Bersama seluruh masyarakat NTB, keduanya berjanji membawa perubahan agar makin baik lagi.

“Kebersamaan jadi kata kunci kemenangan, satu hati dengan tekad yang sama,” tutupnya. Usai pernyataan tersebut, Rohmi pun mengajak semua simpatisan PKS bernyanyi bersama. (yuk/r8)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost