Lombok Post
Headline Metropolis

Ikhtiar Membawa 4 Juta Pelancong

KEJUTAN AWAL TAHUN: Para wisatawan mancanegara mendapat penyambutan meriah di Lombok International Airport, Senin (1/1). LOMBOK POST GROUP

Tahun 2018 diprediksi para ekonom bakal menjadi tahun bagi bergariahnya sektor pariwisata di Bumi Gora. NTB menapaki fase baru, dimana secara perlahan meninggalkan sektor manufaktur (perdagangan) menuju sektor leisure (pariwisata) sebagai penggerak ekonomi. Di tengah perubahan fase itu, NTB menargetkan angka kunjungan empat juta wisatawan. Akankah bakal dicapai?

————————————–

SARAH, wisatawan dari Finlandia itu tak bisa menyembunyikan kegembiraanya. Wajahnya merona. Menjejakkan kaki kali pertama di Pulau Lombok, tak pernah dia membayangkan bakal mendapat kejutan tak terkira.

1 Januari 2018, Sarah adalah satu dari 106 wisatawan asing yang pertama tiba di Lombok pada tahun 2018. Sarah, menumpang pesawat AirAsia yang bertolak dari Kuala Lumpur. Pesawat itu landing dengan mulus di Lombok International Airport pada pukul 11.45 Wita.

Selepas mendarat, seperti penumpang lain, Sarah beriring-iringan menuju ruang terminal internasional untuk menjalani pemeriksaan imigrasi. Beres urusan imigrasi, perempuan yang datang berwisata sendiri itu kemudian menuju area luar terminal. Dan betapa terkejutnya dia. Manakala di sana ada penyambutan spesial untuk Sarah dan para wisatawan mancanegara lainnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Saya benar-benar surprise,a�? kata Sarah. a�?Ini baru kali pertama saya ke Lombok. Tapi disambut dengan meriah seperti ini,a�? kata dia menambahkan.

Sarah, dan juga para wisatawan mancanegara lain mendapat hadiah selendang khas Lombok. Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal dan GM Lombok Internasional Airport I Gusti Ngura Ardita mengalungkan selendang itu pada para wisatawan yang menerimanya dengan senyum lebar dan senyum terbaik.

Sudah lama Sarah mendengar tentang keindahan alam Pulau Lombok. Banyak koleganya yang bertutur padanya. Namun, baru pada 2018 inilah, takdir membawa perempuan 35 tahun tersebut menjejakkan kaki ke Bumi Gora.

Dan belum lagi dia menjejak objek wisata, Sarah mengaku penerbangan puluhan jam dari negerinya di belahan Eropa bagian utara sudah langsung terbayarkan manakala mendapat sambutan meriah, di muka pintu keluar terminal internasional.

a�?Saya benar-benar sangat senang sekali. Saya akan berwisata di Lombok selama enam hari,a�? ujar Sarah.

Tak jauh dari tempat Sarah mendapat kalungan selendang khas Lombok, para wisatawan juga disuguhi aneka penganan tradisional khas NTB. Di sana ada kue cucur dan getuk. Ada pula kacang dan jagung rebus. Untuk minuman ada Tuak Manis yang menyegarkan.

Dan kegembiraan menjadi kian lengkap, karena atraksi kesenian khas Sasak, Gendang Beleq juga turun menyambut. Dan mewakili kegembiraannya, Sarah pun berjoget mengikuti alunan irama tetabuhan Gendang Beleq tersebut. Sementara sebagian wisatawan lainnya memanfaatkan momen atraksi Gendang Beleq tersebut untuk berswa foto.

Dalam catatan Lombok Post, ini adalah kali ketiga wisatawan mancanegara mendapat sambutan meriah di Lombok Internasional Airport. Sambutan ini telah menjadi tradisi. Dan dimulai semenjak 1 Januari tahun 2016 lalu. Lalu berlanjut pada 1 Januari 2017, dan 1 Januari 2018.

a�?Ini sudah kami jadikan tradisi,a�? kata Ngurah Ardita.

Penyambutan itu telah meneguhkan, betapa Bumi Gora adalah daerah yang ramah bagi para tetamu. Ramah bagi wisatawan mancanegara, dan ramah pula bagi wisatawan nusantara.

a�?Ini cerminan wajah NTB sebagai destinasi internasional,a�? kata Ardita lagi.

Di awal tahun itu, ada dua penerbangan AirAsia dari Kuala Lumpur. Penerbangan pada pukul 11.45 Wita mengangkut 106 wisatawan. Sementara penerbangan kedua pada sore hari, mengangkut 160 wisatawan mancanegara.

Sejauh ini, Kuala Lumpur memang menjadi hub bagi mengalir derasnya kunjungan wisatwan ke NTB. Tahun lalu, sebanyak 1.430.249 wisatawan mancanegara mengunjungi NTB. Dan sumbangan dari hub Kuala Lumpur begitu besar bersama juga dari Singapura. Selain tentu juga wisatawan asing yang datang dari Bali baik melalui jalur laut maupun jalur maskapai udara.

Bagi Kadisbudpar NTB, Kuala Lumpur memang memegang peranan penting. Mungkin banyak yang mengira, bahwa yang datang dari Kuala Lumpur adalah wisatawan asing yang sudah berwisata ke Kuala Lumpur, kemudian dari sana baru berencana berwisata ke NTB. Hal yang sesungguhnya keliru.

Sebab, inilah yang terjadi sebenarnya. Wisatawan mancanegara yang menuju Lombok dari hanya numpang taransit di Kuala Lumpur. Sebab, dari negara asalnya, mereka memang telah memilih Lombok sebagai destinasi wisata yang mereka tuju.

Saat ini, ada penerbangan dari 31 kota di seluruh dunia yang dilayani AirAsia yang terkoneksi dengan penerbangan AirAsia ke Lombok. Dan dari 31 kota di seluruh dunia itulah, wisatawan ke Lombok berasal. Selain tentu saja, wisatawan Malaysia yang telah lama memang kepincut akan nama Lombok yang kesohor di Negeri Jiran tersebut.

Tahun lalu, NTB bahkan telah memulai menjalin kerja sama dengan asosiasi travel agent di Malaysia. Kerja sama itu dalam bentuk penjualan paket wisata Malaysia dan Lombok. Wujudnya, wisatawan membeli paket wisata sekaligus dengan terlebih dahulu menjelajahi kawasan wisata di Malaysia, baru kemudian melanjutkan perjalanan wisata ke Lombok.

Paket wisata itu menyasar wisatawan dari Tiongkok. Di mana, targetnya adalah membawa sedikitnya empat juta wisatawan dari Tiongkok ke Malaysia dan Lombok.

Selain Kuala Lumpur, Malaysia, wisatawan asing ke Lombok juga datang dari Singapura. Dari Negeri Singa ini, wisatawan dilayani maskapai SilkAir, anak usaha Singapore Airlines milik Pemerintah Singapura.

Dan di tahun ini, Faozal mengungkapkan, bahwa akan ada penerbangan dari sejumlah kota di luar negeri ke Lombok. Namun, pihaknya belum bisa mengungkapkan detail perusahaan penerbangan tersebut. Sebab, maskapai penerbangan itu memang meminta pengumuman resmi ke publik dilakukan kalau pesawat sudah benar-benar landing di Lombok.

Namun, untuk membuka ingatan kembali, sejumlah maskapai penerbangan kelas dunia sebelumnya memang telah melakukan penjajakan ke NTB. Sebut saj amisalnya maskapai Royal Brunei milik Kerajaan Brunei Darussalam. Pertengahan tahun 2017, maskapai ini bahkan telah mengutus salah satu direksinya datang langsung melakukan penjajakan ke NTB.

Saat ini, Royal Brunei baru terbang ke Jakarta dan Bali ke Indonesia. Dan rencananya, penerbangan ke Lombok akan menjadi rute ketiga yang dilayani penerbangan ini. Rute yang bakal dilayani Royal Brunei adalah rute dari Hongkong-Bandar Seribegawan-Lombok dan sebaliknya. Informasi yang dihimpun Lombok Post, Royal Brunei disebut telah meminta secara resmi slot penerbangan ke Lombok pada otoritas penerbangan di Indonesia.

Selain Royal Brunei, melakukan penjajakan adalah maskapai Jestar. Maskapai ini akan melayani penerbangan dari dua kota di Australia yakni Perth, kota di pesisir barat Australia, dan juga Sydney, kota terbesar di Negeri Benua tersebut. Perth, sejauh ini adalah penyumbang besar wisatawan Australia ke Indonesia. Saban tahun, sedikitnya 700 ribu orang dari sana datang berwisata ke Indonesia.

Dulu, penerbangan dari Perth ke Lombok pernah terjadi. Namun, penerbangan ini harus terhenti, lantaran ada masalah internal pada maskapai penerbangan low cost carier tersebut. Padahal saat itu, tingkat keterisian kursi dalam setiap penerbangan rata-rata di atas 70 persen.

Namun, semenjak tahun lalu, Jetstar intens melakukan penjajakan untuk melayani rute ke Lombok lagi. Pemprov NTB bahkan telah membuka diri untuk menyiapkan marketing fund. Bahkan, dana marketing fund tersebut akan disiapkan pula oleh pemerintah pusat.

Di luar rute-rute baru, rencananya AirAsia melalui anak usahanya AirAsia Indonesia juga akan menambah penerbangan lagi dari Kuala Lumpur ke Lombok. Sehingga pada 2018 ini, AirAsia sudah punya tiga penerbangan Lombok-Kuala Lumpur setiap hari.

Target Tinggi

Bagi NTB, terbukanya konektivitas yang lebih luas, adalah sebuah keharusan untuk menopang target tinggi angka kunjungan wisatawan tahun 2018. Tidak main-main. NTB tahun ini menargetkan angka kunjungan wisatawan hingga empat juta orang. Sebanyak 60 persen diharapkan berasal dari wisatawan nusantara, dan 40 persen sisanya dari wisatawan mancanegara.

Ada lonjakan hingga 500 ribu wisatawan dibanding capaian angka kunjungan wisatawan tahun 2017 yang mencapai 3,5 juta wisatawan. Dan kampanye untuk mencapai target 4 juta wisatawan ini telah dimulai di Jakarta pada 13 Desember 2017 lalu, dengan meluncurkan kalender event Lombok-Sumbawa 2018.

Setidaknya ada 15 kegiatan besar yang bakal dilaksanakan di NTB sepanjang 2018. Kegiatan itu di antaranya, Rinjani 100 yakni lari melintasi Gunung Rinjani tingkat internasional, juga ada Pesona Khazanah Ramdhan 16 Mei s/d 13 Juni, Mantar Paragliding XC Open 15-18 Juli, dan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 18 Agustus sampai 16 September.

Selanjutnya, Festival Pesona Moyo 10 September s/d 8 Oktober, Festival Pesona Senggigi 20 September, Rinjani Golf Tournament November, Pesona Desa Wisata, dan Festival Lawata pada November serta Festival Pesona Bau Nyale.

Event-event tersebut diharapkan menjadi magnet bagi para wisatawan. Sehingga dengan begitu, angka lama tinggal mereka di NTB akan menjadi kian lama.

Di samping itu, NTB juga berbenah. Kenyamanan wisatawan kata Foazal menjadi hal utama yang dipikirkan pihaknya. Itu mengapa, dalam dua tahun terakhir, NTB terus menggenjot pembenahan destinasi wisata.

Tahun 2017 lalu misalnya ada 45 titik destinasi yang dibenahi. Dan tahun 2018, target pembenahan destinasi juga akan terus dilakukan. a�?Pembenahan destinasi untuk memastikan wisatawan kian nyaman berada di daerah wisata,a�? kata dia.

Tentu saja, komitmen pembenahan itu adalah harga yang harus dibayar oleh pemerintah. Sebab, semua tentu tak ingin, bahwa apa yang dipromosikan ke luar, lantas menjadi tak sesuai dengan kenyataannya. Sebab, pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Karena itu, para wisatawan sebagai pelanggan utama, tentu tak boleh terus menerus dikecewakan.

Tentu saja komitmen dari para pemangku kepentingan wisata di NTB datang berduyun-duyun. Mereka sadar, bahwa pembenahan sektor wisata daerah ini bukanlah kerja satu orang, bukan kerja sekelompok orang. Melainkan kerja bersama-sama.

Komitmen dari kepala daerah juga luar biasa. Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi jauh-jauh hari telah menekankan, bahwa sektor pariwisata adalah sektor andalan di NTB. Mungkin sekarang sektor pertanian masih menopang dareah ini. Namun, sektor pariwisata pelan dan pasti telah menjadi sektor kedua yang menopang daerah. (kus/fer/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost