Lombok Post
Headline Sumbawa

Pasar Brang Bara Belum Selesai

BELUM TUNTAS : Salah seorang pekerja tengah memasang keramik pada meja pedagang di Pasar Brang Bara. Hingga memasuki tahun 2018, proyek ini belum juga rampung. RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWA– Meski ada penambahan waktu, pengerjan Pasar Brang Bara masih belum selesai. Hingga kemarin, masih ada pekerja yang bekerja untuk menyelesaikan pembangunan di pasar modern tersebut.

Pantauan Radar Sumbawa (Lombok Post Group) di lapangan kemarin, suasana Pasar Brang Bara relatif sepi. Sejumlah pekerja terlihat bekerja di dalam pasar itu. Mereka memasang keramik di meja yang akan menjadi lokasi berjualan para pedagang. Sementara pekerjaan mayor pada pasar tersebut sudah selesai semuanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Brang Bara, Ridwansyah yang ditemui di lokasi mengatakan, pembangunan Pasar Brang Bara sudah mencapai 97 persen. Data itu tercatat pada tanggal 1 Januari lalu.

”Pengerjaannya pertanggal 1 Januari lalu mencapai 97 pesen. Meliputi semua pekerjaan mayor. Sekarang tersisa tiga persen,” ujar Ridwansyah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Pekerjaan yang tersisa saat ini adalah penyelesaian keramik, instalasi listrik dan air bersih. Saat ini pekerjaan tersebut sedang dikerjakan. Selain itu, ada juga pekerjaan rabat yang masih belum dikerjakan. Pengerjaan rabatnya dilakukan tepat di pintu masuk bangunan pasar.

Dikatakan, keterlambatan ini karena kurangnya tenaga kerja. Para pekerja libur tahun baru. Sejak tanggal 31 Desember hingga kemarin, belum semua pekerjanya masuk karena sebagian pekerja yang berasal dari luar Kota Sumbawa. Pihaknya juga sudah meminta pelaksana untuk segera menambah pekerja. Ditargetkan pengerjaannya hingga pengerjaan rabat ini akan selesai pada 4 Januari mendatang.

Menurut Ridwansyah, lambatnya pengerjaan ini sudah merupakan keterlambatan. Adapun batas akhir waktunya hingga 10 Januari mendatang. Selama masa keterlambatan ini, pelaksananya juga dikenakan denda sebesar satu per mil.

Anggaran pasar ini tidak akan dikembalikan ke pusat, karena pekerjaannya tetap berjalan. Usai pengerjaan, akan ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Selama masa pemeliharaan ini, semuanya masih tanggung jawab pelaksana. Jika memang ada kerusakan, maka pelaksana bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan.

Dihubungi terpisah Ketua TP4D Sumbawa Erwin Indrapraja, mengatakan, sebelumnya Pasar Brang Bara bukan diberi perpanjang waktu. Tapi hanya diberikan penambahan waktu. Penambahan ini bisa diberikan sampai 50 hari. Hanya saja sebelumnya dikatakan perpanjangan waktu.

Dijelaskan, penambahan waktu ini diberikan sampai tanggal 10 Januari. Secara otomatis jatuh temponya sampai tanggal 10 Januari. Apabila pekerjaan tersebut masih tidak bisa diselesaikan, maka anggarannya akan dikembalikan ke pusat.

a�?Jika sampai tanggal 10 Januari belum selesai maka pembiayaannya akan ditanggung APBD,” ujarnya.

Dikatakan, sementara ini masih diperbolehkan seperti itu dengan perpanjangan 50 hari. Pihaknya mengacu pada perpres yang membolehkan memperpanjang selama 50 hari. Hanya saja permasalahnnya itu pada anggaran. Pembangunan Pasar Brang Bara ini menggunakan dana tugas perbantuan (TP). Jika lebih dari 10 Januari maka dana TP akan dikembalikan ke pusat pada bagian pekerjaan yang belum dikerjakan. (run/r4)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost