Lombok Post
Metropolis

Pegawai Insyaf, Sidak pun Batal

BERI KETERANGAN: Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati, memberikan ketarangan pada media, di sela-sela membuat rekapitulasi absensi tingkat kehadiran pegawai, Selasa (2/1). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Sempat merencanakan akan sidak, di hari pertama masuk setelah libur tahun baru, Pemkot Mataram akhirnya mengurungkan niat. Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati, memilih memonitor abensi ASN lewat data fingerprint.

a�?Tadi sempat mau sidak, tapi akhirnya diawasi lewat fingerpint saja,a�? kata Nelly.

Ia mengatakan, ada dua teknis pengambilan data pegawai yang dilakukan oleh BKPSDM untuk memonitor absensi ASN. Pertama melalui data fingerpirnt. Lalu yang kedua, data manual berupa absensi.

a�?Data absensinya sengaja saya minta juga, nanti tinggal di kroscek dengan data dari fingerprint,a�? terangnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Hal ini untuk mengantisipasi fingerprint yang rusak. Selain itu, proses unduh data dari fingerprint juga butuh waktu lama. Karena itu, ia menginstruksikan juga agar absensi manual dipakai juga hari itu. a�?Narik data butuh proses,a�? tekannya.

Dari data yang berhasil dikumpulkan hingga pukul 11.30 siang itu, Nelly mengatakan tingkat kehadiran ASN di hari pertama kerja tahun 2018 sangat baik. Kalaupun ada yang tidak masuk, semua menggunakan keterangan. Baik ada yang cuti, izin, dan sakit.

a�?Sekitar 90 persen ke atas tingkat kehadirannya, ini memang belum semua,a�? jelasnya.

Catatan ini dinilai sangat positif. Setidaknya bagi Nelly ini menggambarkan adanya kesadaran yang tinggi dari ASN untuk memberikan pelayanan pada masyarakat di tahun 2018 ini. a�?Syukurlah banyak yang insyaf,a�? celetuknya.

Data sementara, persentase jumlah pegawai yang cuti sebanyak 0,8 persen. Sedangkan izin 0,6 persen. Sementara yang tanpa keterangan, Nelly belum bisa membeberkannya. Ia beralasan masih terus memantau laporan dari beberapa OPD dengan jumlah pegawai yang banyak. a�?Ada sih, tapi kita masih tunggu, ada yang belum masuk ini datanya,a�? jelasnya.

Bagi pegawai yang malas dan tak masuk tanpa keterangan sudah pasti akan dipotong TKD-nya. Kecuali jika mereka terus menambah waktu untuk tidak masuk, berturut-turut dalam bebreapa hari. Barulah akan dilakukan Sidang Disiplin.

a�?Kita akan berikan teguran tertulis, pemanggilan langsung, baru sidang,a�? terangnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost