Lombok Post
Metropolis

a�?Pentol Raksasaa�? Itu Akhirnya Ditata Ulang

PENTOL BETON: Dinas PUPR Kota Mataram akhirnya menata ulang ornamen trotoar berbentuk bola di berbagai titik di trotoar. Ini dilakukan seiring banyaknya kritik yang masuk soal kondisi ornamen itu, Selasa, (2/1). Ivan/Lombok Post

MATARAM-Kritik ornamen jalan serupa pentol raksasa berwarna orange di beberapa ruas jalan akhirnya dibenahi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura, bersama rekanan kembali meninjau ruas-ruas trotoar yang dipasangi pentol beton itu.

Tura juga membantah tudingan proyek itu abal-abal atau dikerjakan dengan asal-asalan. Menyusul belum beberapa hari beberapa ornamen torotoar itu ada yang mengelupas catnya. a�?Nggaklah!a�? bantah Tura.

Ia menjamin, proyek itu dikerjakan dengan serius. Dengan niat untuk mempecantik wajah kota. Walau akhirnya ia mengakui ada penataan yang keliru, sehingga harus ditata ulang lagi. a�?Soal yang mengelupas, itu karena kemarin basah karena hujan, ada juga orang yang usil mengupas catnya,a�? ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tapi proyek masih dalam tanggung jawab pelaksana. Sehingga, pentol-pentol beton yang mengelupas, telah dicat ulang lagi. Ia meyakinkan pihaknya serius ingin mempercantik wajah kota. Dengan ornamen yang lebih memiliki daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan yang datang ke Kota Mataram. a�?Ini bisa buat duduk juga, jadi serba guna,a�? jelasnya.

Soal beberapa pentol raksasa itu ada yang diusili sehingga menggelinding keluar trotoar, ia mengatakan pihaknya berencana untuk membuat konstruksi lebih kuat lagi. Dengan memasang besi pancang, sehingga tidak dengan mudah digeser ke sana kemari.

Ia juga akan meninjau penataan pentol raksasa itu di ruas-ruas torotoar yang tak terlalu lebar. Seperti di beberapa titik jalan Langko dan Pejanggik. Karena terbukti sangat menganggu arus lalu lintas. a�?(Pentol-pentol) Ini arahan dari Pak Wakil,a�? terangnya.

Pemilihan warna awalnya dengan mengkombinasikan warna hitam dan orange. Tapi kemudian Tura mengaku dapat arahan dari Mohan agar semua dibuat jadi warna orange. a�?Jadi bukan belang-belang,a�? tandasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan ide pemasagan pentol raksasa itu, untuk mengindari agar tidak ada kendaraan yang terparkir di trotoar. Itu di luar fungsinya sebagai a�?garnisha�� trotoar jalan. Sehingga tampilannya semakin lebih menarik. a�?Ide awalnya adalah untuk mempercantik wajah kota,a�? kata Mohan.

Tapi kalau selanjutnya ada beberapa kritik dan masukan terkait pentol-pentol beton itu, pihaknya terbuka. Termasuk melakukan penataan ulang, sehingga ide dasarnya mempercantik kota tetap tecapai.

a�?Saya sudah perintahkan agar sebagian lagi dipindakan saja, ke taman-taman kita yang lain,a�? jelasnya.

Ia tak ingin pentol itu justru dinilai menganggu fasilitas umum pejalan kaki. Atau penataanya terlalu padat, sehingga bukannya menambah estetika kota, tetapi justru memperburuk tampilannya. a�?Kita akan terus berbenah, agar tampilannya semakin menarik,a�? tutupnya. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost