Lombok Post
Headline Selong

Ali BD: Jangan Permainkan Kata Halal

WISATA HALAL?: Sejumlah wisatawan saat berkunjung ke Pantai Kaliantan di Lombok Timur untuk bermain kite surfing belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali BD kembali melayangkan pernyataan yang cukup kontroversial. Dengan tegas ia menolak branding wisata halal yang telah lama dibangun oleh Gubernur NTB TGB M Zainul Majdi bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Ali BD meminta penggunaan kata halal tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan.

“Halal itu harus sesuai dengan Islam. Jangan main-main dengan kata halal,” ujarnya ketika ditemui di di Kantor Bupati Lotim kemarin (26/1).

Wisata halal diartikan Ali BD adalah kegiatan rekreasi yang dibarengi dengan semua hal yang halal. Mulai dari makanan halal, pakaian, penginapan hingga perbuatan yang halal. “Kalau di dalam hotel pelaku pariwisata melakukan kegiatan yang halal itu baru benar sesuai syariat. Kalau halal ongkat (ucapan, Red) saja itu politis. Makanya harus sesuai dengan syariat,” jelas bupati kaca mata hitam tersebut.

Ali BD menegaskan dalam agama diajarkan tidak boleh foya-foya. Terlebih, jika seseorang tersebut belum membayar zakat. Sehingga, untuk menggunakan kata halal dalam sebuah istilah menurutnya harus lebih berhati-hati.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Jangan halal ocok-ocok, masih kata-kata. Faktanya itu banyak yang berpakaian seperti telanjang di pantai. Masak itu halal?” sindir pria yang juga bakal calon Gubernur NTB dari jalur perseorangan tersebut.

Halal itu ditegaskannya segala perbuatan, mulai dari makanan, pakaian, tempat wisata yang sesuai dengan agama. Sehingga, jika melihat kondisi pariwisata saat ini, ia merasa branding wisata halal yang selama ini digaungkan belum terbukti. “Kita suka membranding diri kita lalu senang orang lain memuji. Jangan senang dipuji orang lain atau mapun negeri lain. Anda buat sambal panas sekalipun orang dari luar negeri akan puji,” ucapnya.

Lantas penolakan Ali BD terhadap branding wisata halal ini akan berlanjut seandainya dia terpilih menjadi gubernur?

“Tidak usah pakai halal, pakai pariwisata saja,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H Lalu Faozal membantah pernyataan Ali BD yang menganggap ada muatan politis dalam branding wisata halal. “Saya tidak mau berpolemik dengan Ali BD jadi sebenarnya nggak perlu menanggapi,” jawabnya kepada Lombok Post.

Namun demikian, ia menjelaskan Halal Tourism itu adalah pasar atau branding pariwisata. NTB mendapatkan prenghargaan destinasi halal terbaik dari lembaga independen di Abu Dhabi. “Tidak ada urusan atau kaitannya dengan politik. Lembaga WHTA itu juga tidak punya kepentingan politik,” tegasnya membantah anggapan Ali BD.

Terlebih, penghargaan yang didapatkan NTB itu untukb atau mewakili Indonesia. Bukan atas kepentingan apapun yang selama ini dianggap sebagian orang yang dinilai tidak paham dengan wisata halal yang sudah melekat pada NTB.

“Saya yang menerima penghargaan itu. Tapi jangan minta saya yang menanggapi pernyataan Ali BD. Tanyakan pada industri pariwisata yang paling merasakan manfaatnya. Tanyakan pada travel atau pelaku pariwisata itu sendiri,” pinta Fozal menolak berpolemik dengan Ali BD.

Sementara ditanya terkait pernyataan Ali BD yang enggan menggunakan branding wisata halal jika terpilih menjadi gubernur nanti, Faozal menjawab santai. “Itu kan kalau jadi gubernur. Kan sekarang belum jadi gubernur,” tandasnya. (ton/r2)

 

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost