Lombok Post
Metropolis

Langkah Hukum Didukung Penuh, Soal Dana Rp 400 Miliar Hasil Jual Saham

ruslan-sir
anggota Fraksi PDIP Ruslan Turmuzi

MATARAM-Langkah Pemprov NTB yang memberi warning pada Bakrie Group untuk segera membayar Rp 400 miliar harga penjualan saham di PT Newmont Nusa Tenggara diapresiasi. Langkah tegas seperti itu dinilai tepat untuk mengikis terus munculnya syak wasangka mengingta penjualan saham itu menyangkut hak daerah yang tak sedikit.

a�?PDI Perjuangan memberikan apresiasi terhadap langkah gubernur ini,a�? kata Anggota Fraksi PDIP DPRD NTB H Ruslan Turmuzi kepada Lombok Post, kemarin (30/1).

Sedari awal kata dia, PDIP telah menyarankan secara terbuka agar gubernur memberikan surat kuasa kepada Kejaksaan. a�?Dengan langkah itu, kesan bahwa gubernur menyembunyikan Rp 400 miliar hilang,a�? kata Ruslan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Di sisi lain, Ruslan mengingatkan, persetujuan dewan untuk menjual enam persen saham milik daerah di PTNNT tersebut juga banyak syarat. Seperti daerah akan mendapat proyek Rp 300 miliar hingga Rp 1 triliun di PTNNT yang kini telah berganti nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Kemudian harus ada perwakilan komisaris Pemprov pada PT AMNT.

a�?Semua janji-janji itu harus dipenuhi,a�? tegasnya.

Sementara itu, terpisah, Ketua Komisi III DPRD NTB H Johan Rosihan mengatakan, pihaknya mendukung semua langkah pemprov yang membuat pembayaran saham dilunasi. Kepada PT DMB ia meminta agar mereka segera berkoordinasi dengan tim gubernur sebelum dilakukan langkah hukum.

a�?Ingat pemegang saham DMB itu adalah gubernur, masak gubernur mau nagih pemegang saham,a�? kata politisi PKS itu.

DMB juga harus segera menyampaikan kepada mitra DMB, dalam hal ini Bakrie Group terkait sikap itu. a�?Siapa tahu bisa diselesaikan sebelum diambil langkah hukum,a�? tandasnya. (ili/r8)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost