Lombok Post
Kriminal

Curi sepeda Gara-gara Game Online

CURI SEPEDA: Kapolsek Ampenan Kompol I Wayan Suteja (kanan) menjelaskan kronologis penangkapan AY dan MR (baju tahanan) yang diduga mencuri sepeda, di Polsek Ampenan, kemarin (1/2). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Tindak pidana yang didorong keinginan untuk terus bermain game online, kembali diungkap jajaran Polsek Ampenan. Terduga pelaku yang ditangkap merupakan remaja tanggung, yakni dengan inisial AY, 18 tahun dan MR, 18 tahun.

Kapolsek Ampenan Kompol I Wayan Suteja mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan beberapa jam setelah aksi mereka. Keduanya dibekuk tim opsnal Polsek Ampenan setelah melihat rekaman CCTV.

a�?Di CCTV itu kelihatan. Petunjuknya dari sana,a�? kata Suteja, kemarin (1/2).

Suteja mengatakan, penangkapan pelaku kriminal akibat kecanduang game online, bukan kali ini saja dilakukan pihaknya. Sebelum AY dan MR, petugas menangkap dua anak. Juga karena kecanduan permainan game melalui internet.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Sebelumnya kan ada kita tangkap juga. Itu juga karena permainan game online,a�? ujarnya.

Karena itu, Suteja mengharapkan peran orang tua untuk melakukan pengawasan. Menghindarkan anak-anak dari candu game online. a�?Boleh saja main. Tapi, ya jangan sampai ketergantungan. Kalau pas tidak punya uang, kan begini jadinya,a�? kata mantan Kasubbag Humas Polres Mataram ini.

a�?Kita juga harapkan orang tua bisa mengawasi,a�? sambung dia.

Dari pengakuan terduga pelaku, tindak pidana pencurian yang mereka lakukan akibat ketagihan bermain game Mobile Legends. Karena kehabisan uang untuk membeli beberapa item di dalam permainan, mereka memutuskan untuk pencurian.

Perbuatan keduanya dilakukan di sebuah kafe, Lingkungan Kekalik Kijang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. MR mengatakan, niat mereka awalnya hanya ingin jalan-jalan sore. Tetapi, ketika melintas di TKP, mereka melihat sepeda terparkir di pelataran parkirnya.

Tanpa pikir panjang, kedua pelaku mengambil sepeda tersebut. Kondisi sepeda yang digembok tidak menghalangi niat jahat mereka. a�?Kita bawa pakai sepeda motor,a�? aku dia.

Untuk menghindari kecurigaan warga yang melintas, pelaku menyembunyikan sepeda di semak-semak. Tak jauh dari TKP. Rencananya, ketika kondisi aman, mereka akan kembali mengambil sepeda tersebut.

a�?Mau dijual untuk main game,a�? katanya.

Rupanya, aksi pelaku terekam kamera CCTV yang ada di kafe. Polisi pun dengan mudah menangkap keduanya di kediaman masing-masing, di Lingkungan Kekalik Jaya.

Aksi pencurian tersebut bukan kali pertama dilakukan MR. Beberapa bulan lalu, dia sempat diamankan Polsek Ampenan. Saat itu, MR melakukan pencurian 18 tabung gas 3 kilogram, bersama tujuh kawannya.

Kapolsek mengatakan, atas perbuatan pelaku, mereka dikenakan dengan Pasal 364 KUHP. Ini karena nilai kerugian di bawah Rp 2,5 juta. MR dan AY diancam dengan hukuman maksimal selama tiga bulan penjara.

a�?Nanti akan kita bina juga untuk tidak mengulangi perbuatannya,a�? pungkas Suteja.(dit/r2)

Berita Lainnya

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost