Lombok Post
Headline Politika

Ahyar-Mori vs Ali-Sakti, Adu Gengsi Parpol dengan Independen

HM Ali BD vs H Ahyar Abduh

Paket Ahyar-Mori adalah kandidat pemborong partai. Di satu sisi, paket Ali-Sakti percaya diri menggunakan jalur independen. Jika pada hasil pilgub nanti suara Ali-Sakti unggul atas Mori, ini menjadi sinyal bagi para petinggi parpol untuk mengevaluasi diri.

********

Masyarakat menanti hari penetapan pasangan calon (paslon) Pilgub NTB oleh KPU pada 12 Februari A�mendatang. Hal ini tentu terkait dengan siapa paslon yang lolos mengikuti etape konstestasi Pilgub NTB 2018.

Jika kelak ada empat pasangan calon, menarik untuk melihat pertarungan pasangan TGH Ahyar Abduh a�� Mori Hanafi (AMAN) dengan HM Ali BD a�� TGH Gede Sakti. Hal ini karena A�kedua paslon itu memiliki rekam jejak yang kuat di mata publik.

Ibarat A�kapal induk, AMAN adalah adidaya.Dengan banyaknya dan ketangguhan mesin parpol pengusungnya dan relawan loyalisnya, dia akan masif pada setiap jengkal wilayah kekuasaan. Misalnya, PDIP NTB parpol pengusung AMAN sudah memberikan instruksi tegas disertai reward and punishment kepada semua kadernya untuk berjuang secara sungguh-sungguh penuh dedikasi agar memenangkan AMAN.

Sementara itu Ali Sakti , sebagai calon independen dengan 303 ribu loyalis terlihat makin agresif dalam melakukan penetrasi di kantong-kantong pemilih ,khususnya di tiga wilayah yang memiliki jumlah pemilih besar yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Gerakan Ali-Sakti untuk memperluas massa pendukungnya terlihat makin sistematis dan terukur. Hal ini tentu terkait kepastian dukungan dari rakyat untuk memenangkan paket Ali-Sakti melawan kandidat parpol.

Ali BD sebagai panglima politiknya terlihat begitu piawai memainkan ritme A�dan psikologi massa dengan melontarkan berbagai statemen atau opini di media yang kerap menjadi polemik.A�Yang paling sering kena sindirikan Ali BD adalah Ahyar Abduh.

a�?Ibarat ring tinju , sosokA�Ali BD sungguh cerdik mengatur irama permainan gerbongnya, A�kapan harus melakukan hook , jab-jab ringan A�ataupun merangkul seperti baru baru ini Ali BD tiba-tiba bersama TGB dalam satu acara. Padahal beberapa waktu sebelumnya, A�Ali melontarkan statement soal wisata halal yang menuai polemik di publik,a��a�� kata pengamat politik Bambang Mei Finarwanto pada Lombok Post, kemarin.

AMAN sebagai gerbong besar yang didalamnya A�berhimpun para petarung politik dengan berbagai karakter dan A�spesifikasi keahlian politik yang tidak perlu disangsikan lagi. Ketua PDIP NTB A�Rachmat Hidayat yang juga menjadi anggota parlemen sejak 1982, tak perlu disangsikan kepiawaiannya dalam meraih dukungan rakyat. PPP NTB dengan Hj WartiahA� pasti akan A�siap menggerakkan gerbong partai dan A�loyalisnya guna A�mendukung AMAN.

a�?Di internal PPP pasti akan ada intruksi khusus untuk memenangkan paket AMAN,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Mi6 Lalu Athari Fathullah menilai, Ali Sakti tentu memiliki kalkulasi politik tersendiri. Terutama gerakan Ali yang masif di tiga kabupaten di Pulau Lombok.

” Lotim, Lobar dan Loteng diprediksi menjadi lumbung utama peroleh suara Ali-Sakti,” katanya.

Athari menambahkan secara matematika politik, Ali-Sakti tetap memiliki peluang memenangi Pilgub NTB dengan berbagai alasan yang rasional. Ali-Sakti dengan dukungan 303 ribu lebih mudah meraih dukungan suara dibanding paslon yang diusung parpol.

a�?Karena pemetaan dan konsentrasi pemilih loyalnya sudah ada dalam data basenya,a��a�� katanya.

Jejaring Ali-Sakti sudah terbina sejak lama. Sebagaimana diketahui Ali BD dulunya aktivis LSM yang sering turun ke masyarakat . Lewat Yayasan Swadaya Membangun ( YSM ) Ali BD banyak terlibat dalam membantu rakyat miskin lewat berbagai program. Selain itu didirikannya Universitas Gunung Rinjani (UGR) salah bukti Ali BD peduli terhadap pengembangan SDM untuk memajukan NTB. Hal ini menjadi kelebihan sekaligus bukti Ali lebih unggul dari Ahyar.

Pertarungan Ahyar melawan Ali memang akan menjadi perbincangan seru lantaran mewakili dua kubu yang berhadap-hadapan. Ahyar adalah calon dengan dukungan parpol terbanyak. Ini bertolak belakang dengan Ali yang justru menolak parpol.

Mengamati berbagai pernyataan Ali di media, jelas Ali lebih sering menyerang Ahyar. Ini sebagai sinyal ambisi Ali untuk mengalahkan Ahyar di Kota Mataram. Ali seolah ingin mengatakan, Ahyar banyak gagal memimpin Mataram.A� Meskipun Kota Mataram pemilihnya relatif kecil dibanding tiga kabupaten tersebut, secara prestise , bagi AMAN dan Ali Sakti memiliki arti penting secara politik.

“Mataram adalah A�simbol benteng AMAN yang harus dipertahankan loyalitas warganya untuk AMAN ,” kata Athari.

Terlepas dari siapa yang akan menjadi juara pada hari pencoblosan 27 Juni mendatang, publik akan banyak menyorot suara Ali dan Ahyar. Jika Ali bisa mengalahkan Ahyar, ini menjadi sinyal bagi para petinggi parpol, bahwa suara mereka kurang didengar oleh pemilih. Bisa juga pemilih yang kecewa dengan pilihan dukungan, justru beralih ke calon lain.

a�?Ini harus diwaspadai karena Pileg 2019 akan bersamaan dengan Pilpres 2019. Bahaya kalau kepercayaan publik terhadap parpol hilang gara-gara calon independen mengalahkan calon dengan dukungan parpol terbesar,a��a�� katanya. (yuk/fat/r4)

 

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost