Lombok Post
Headline Metropolis

Ini Kesempatan NTB Unjuk Gigi, Pertemuan Bank Dunia di Bali Dihadiri 18 Ribu Orang

KOMPAK: Dari kiri; Ketua Asosiasi Hotel Mataram Ernanda D Agung, Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Wahyu Yuwana Hidayat, Kepala DJPB NTB H Taukhid, Ketua PHRI NTB H. Lalu Abdul Hadi Faishal, dan Wakil Ketua Apindo NTB H Affan Ahmad bersepakat menyambut event AN-IMF di Bali, kemarin (4/1). SIRTU/LOMBOK POST

MATARAM-Rapat tahunan International Monetary Fund (IMF) a�� World Bank Group (WBG) 2018, di Bali menjadi kesempatan bagi NTB untuk unjuk gigi. Event kelas dunia itu tidak hanya bisa dinikmati Bali, tetapi juga NTB sebagai tetangga dengan potensi pariwisata yang menjanjikan.

a�?Event penting ini dapat menjadi iklan gratis yang luar biasa bagi NTB,a�? kata Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB H Taukhid, dalam keterangan pers bersama pelaku usaha hotel di Golden Palace, kemarin (4/1).

Meski pertemuan dipusatkan di Bali, tetapi NTB memiliki peluang untuk mencicipi keutungan. Sebab jumlah tamu yang akan hadir mencapai 18.000 orang. Terdiri dari 20 kepala negara, 189 menteri keuangan, dan 189 gubernur bank sentral. Mereka datang bersama delegasi VVIP dari kalangan bisnis negara-negara peserta, dan high-profile family members, serta pers dunia yang jumlahnya cukup banyak. a�?10 persen saja tamu di Bali ke Lombok sudah sangat bagus,a�? kata Taukhid.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selama di Bali, peserta akan mengikuti banyak kegiatan AM IMF-WBG dari tanggal 11-14 Oktober 2018, diantaranya acara inti meliputi plenary meetings, development committee (DC) meeting, dan international monetary and financial committee (IMFC) meeting yang dihadiri seluruh dewan gubernur World Bank dan IMF.

Selain itu, juga akan ada berbagai rangkaian pertemuan antar negara yang bisa mencapai 2.000 pertemuan. Berupa gala dinner, lunch meeting, seminar, workshop, A�pertemuan antara pelaku bisnis, lembaga keuangan, maupun pertemuan antar menteri keuangan/gubernur bank sentral dari 189 negara.

Dengan jarak geografis NTB dan Bali yang sangat dekat, NTB tidak boleh hanya menjadi penoton dalam petemuan sebesar itu. Karena itu perlu upaya pro aktif dari NTB, dengan melakukan berbagai langkah cepat, seperti peningkatan branding dan promosi untuk menarik perhatian, menumbuhkan kesadaran, dan membangun partisipasi seluruh pemangku kepentingan menuju sukses pelaksanaan Annual Meeting IMF-WBG 2018 di Bali tersebut. a�?Ini peluang yang sangat bagus bagi NTB,a�? katanya lagi.

Kanwil DJPB bersama PHRI NTB A�berinisiatid membangu koordinasi, untuk memastikan peningkatan konektivitas Bali-Lombok. Baik melalui moda transportasi laut maupun udara. Mereka juga telah membetuk tim kecil bersama maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air. Demikian juga untuk laut mereka meninjau kesiapan konektivitas pelabuhan Benoa Bali ke Senggigi-Lombok.

Selain itu, pihaknya juga masih akan mengembangkan koordinasi dengan berbagai unsur, khususnya dengan pemerintah daerah dan TNI/Polri di NTB. Bahkan Satu (3/2), Taukhid bersama Ketua PHRI NTB H Lalu Abdul Hadi Faishal, dan Ketua Asosiasi Hotel Mataram Ernanda D Agung, melakukan pertemuan dengan Panitia Nasional AM-IMF World Bank Group (WBG) 2018, Susiwijono yang juga Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi, di Bali Nusa Dua Hotel, Nusa Dua a�� Bali.

Pertemuan itu membahas kesiapan PHRI NTB bersama semua pelaku bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di NTB. Sebagai destinasi wisata utama Indonesia, NTB memiliki posisi sangat strategis, bukan hanya sebagai salah satu destinasi wisata, tetapi juga menjadi lokasi yang harus dipersiapkan panitia penyelenggara.

a�?Respon panitia sangat bagus, mereka menyambut baik inisiatif ini,a�? katanya.

Manfaatkan Branding Wisata Halal

Ketua PHRI NTA� H Lalu Abdul Hadi Faishal menambahkan, 22 kepala negara akan hadir di Bali, tetapi karena Bali dengan kondisi terakhir mengalami persoalan fasilitas. Maka lokasi yang akan dikunjungi paling memungkinkan adalah Lombok. Dari sisi keindahan alam Lombok sangat layak, bahkan lebih indah.

Dari sisi penerbangan, NTB sangat siap ketika Bandara Ngurah Rai tidak mampu menampung pendaratan yang begitu banyak. Selain Lombok, sudah ada rencana lokasi kunjungan tambahan selain Bali seperti Banyuwangi, tapi hanya Lombok yang paling siap.

a�?Di sisi lain, Lombok juga sudah dikenal sebagai wisata halal dunia, maka 57 negara OKI akan tertarik datang,a�? katanya.

Menurutnya, pertemuan itu benar-benar menguntungkan jika bisa dimanfaatkan. Selama 15 tahun NTB promosi tidak mungkin mencapai 150 negara, maka kesempatan itu bisa dimanfaatkan. Seluruh media asing dari seluruh dunia akan menyorot dalam sekali event. a�?Di sana kita akan menpilkan potensi yang kita miliki. Misalnya potensi pantai dan kuliner ayam Taliwang,a�? katanya.

Saat ini PHRI sedang menyiapkan stand khusus untuk promosi pariwisata Lombok. Termasuk mempromosikan KEK Mandalika. Untuk menangkap semua peluang itu, maka semuanya disiapkan sejak saat ini, karena tidak mungkin satu dua bulan. a�?Dikenal itu sangat mahal, inilah kesempatan,a�? tegasnya.

PHRI sendiri siap dengan 8.500 kamar A�hotel. Senin ini, PHRI akan bersurat kepada panitia pusat, meminta mereka bisa datang berkunjung ke Lombok. Bahkan beberapa waktu ke depan, ia akan mengundang Ketua Panitia Nasional yakni Menteri Luhut Binsar Panjaitan, serta Menteri Sri Mulyani untuk melihat potensi di Lombok. a�?Ini luar biasa, kemudahan itu ada di depan mata kita,a�? ujarnya.

Bisa Datangkan Banyak Uang

Rencana lainnya, mereka akan menyiapkan data hotel di Lombok dan memasukkan ke link website pantia. Situs itu akan diakses 189 negara peserta. Kesempatan memilih ada di tangan mereka, tapi mereka tidak bisa memilih tanpa upaya dari NTB.

Menurut Ketua Asosiasi Hotel Mataram Ernanda D Agung, Lombok merespon A�dengan cepat karena ini merupakan peluang. Mereka akan tahu, satu jam dari Bali ada tempat yang sangat indah. Daerah disiapkan ruang oleh panitia untuk promosi, sehingga NTB bisa menghemat miliaran dana promosi.

a�?Tapi kami tidak bisa bekerja sendiri sehingga membutuhkan kerjasama dari pihak lain,a�? katanya.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Wahyu Yuwana Hidayat menambahkan, acara itu event besar dunia keuangan yang menghadirkan 189 negara, meski ada tiga perteman inti, tapi pertemuan tambahan bisa mencapai 2.000 pertemuan. Akan banyak uang yang masuk dan berputar di Bali dan NTB. Pada Bali Tourism World Forum saja pemasukan mencapai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Peluang itu bisa ditangkap Lombok. Sebab saat ini saja sudah banyak permintaan kerajinan tangan, dan produk pariwisata lain. a�?Ini kesempatan yang sangat langka,a�? ujarnya.

Mengenai rupiah yang berpotensi bisa ditarik ke NTB, BI belum bisa memprediksi. Tapi dari hasil riset Bank Indonesia tahun 2015, rata-rata pengeluaran wisatawan asing per hari Rp 1,76 juta atau USD 150. Dengan lama tinggal 7,6 hari. a�?Kalau kita asumsikan 5 persen saja ke Lombok saja akan sangat besar,a�? katanya. (ili)

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost