Lombok Post
Headline Kriminal

Polda Akan Panggil Ketua KONI NTB

AKBP TRI BUDI PANGASTUTI, Kabidhumas Polda NTB. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Polda NTB cukup serius mengungkap permasalahan penyelenggaraan Lombok Marathon. Perkara yang kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), akan dimulai dengan menelusuri penggunaan anggaran negara dalam kegiatan tahun tersebut.

Penyelidikan kasus telah dimulai jajaran Ditreskrimsus. Mereka mengkaji sejumlah dokumen yang diberikan Direktorat Reserses Kriminal Umum (Ditreskrimum). Setelah itu, penyidik berencana memanggil dan meminta keterangan sejumlah pihak.

Kabidhumas AKBP Tri Budi Pangastuti tak menampik adanya penyelidikan terkait dugaan korupsi untuk Lombok Marathon. Kata dia, kasus ini berkembang setelah dokumen dan klarifikasi awal yang dilakukan kepolisian.

a�?Iya tangani tipikornya. Kita jemput bola. Tapi ada juga aduan dari masyarakat peserta lari marathon, dari sana ternyata tidak ada kesesuaian,a�? kata Tri Budi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurut Tri Budi, fokus penyelidikan saat ini terkait penggunaan anggarannya. Pihaknya akan mengecek sumber anggaran selain dari peserta. Jika ada anggaran yang digelontorkan pemerintah, penyidik akan melihat apakah ada unsur perbuatan pidana di dalamnya.

a�?Apakah mereka menggunakan uang negara, itu kita dalami,a�? ujar dia.

Mengenai perkembangan penyelidikan, Tri Budi mengaku masih dilakukan telaah atas sejumlah dokumen dan keterangan yang diperoleh. Nantinya, dari sana akan dilanjutkan dengan permintaan klarifikasi lanjutan ke beberapa pihak.

Sejauh ini, penyidik juga masih mencari siapa sebenarnya panitia pelaksana acara tersebut. Apakah kegiatan tahun ini diselenggarakan melalui Dinas Pariwisata NTB atau KONI NTB.

Karena itu, untuk memperjelas hal tersebut, Polda NTB berencana untuk memanggil Ketua KONI NTB.A� a�?Sejauh ini Ketua KONI belum diklarifikasi. Tapi, nanti akan kita panggil juga,a�? kata Tri Budi.

Sebelumnya, dalam pelaksanaan Lombok Marathon akhir Januari lalu, sebagian besar pendaftar resmi, tidak mendapat medali dan kaos. Padahal, melalui pengumuman resmi, kaos dan medali menjadi hak peserta yang mendaftar.

Dalam klarifikasinya bersama Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ketua KONI NTB Andy Hadianto mengatakan, penyebab insiden tersebut karena telat pembagian medali. Itu diakibatkan, medali yang dipesan dari Singapura itu datang terlambat.a�?Pemesanan medali itu dilakukan langsung event organizer dari Dunia Lari,a�? terang Andy saat itu.

Andy menjelaskan, medali yang disiapkan sejumlah 2.000 medali yang masing-masing kategori, baik itu Full,Half, 10K, dan 5K mendapatkan 500 medali.a�?Itu pun setelah dibagikan dengan tertib, medali masih tersisa 100 biji,a�? jelas dia.

Hanya saja, ketika diminta terkait rincian data pengumpulan pendaftaran, Andy tak bisa menunjukkannya.a�?Semua ada di Dunia Lari. Jadi, mereka yang tahu jumlah dana yang terkumpul dari peserta,a�? terangnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost