Headline Politika

Demokrat Sudah Move On, Siap Alihkan Dukungan di Lobar

GIRI MENANG- Partai Demokrat tak mau terus larut dalam kesedihan. Selepas gagal memajukan kadernya TGH Hasanain Juaini a�� Sulhan Muchlis dalam pilbup Lombok Barat (Lobar), partai berlogo mercy itu bersiap menentukan arah.

“Memang tak bisa mengusung, tapi kami akan menjadi pengusung,” kata Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri, kemarin.

Dia menegaskan arah partai sudah ditentukan. Namun perihal siapa yang akan didukung, Mahally masih mengunci rapat informasi tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Nanti setelah pengambilan nomor urut calon kami putuskan,” tegasnya.

Kini tiga bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Lobar tengah bersaing ketat. Mereka adalah Fauzan-Atun, Farin-Muammar, dan Izzul-Khudari. Melihat pola kecenderungan, Demokrat sejatinya memiliki hambatan terhadap ketiganya. Sebut saja paket Fauzan-Atun. H Fauzan Khalid adalah kendala utama. Dalam pilbup lima tahun silam, Demokrat memang menjadi pengusung Fauzan yang digandeng H Zainy Arony. Namun namanya tak lagi dianggap pas, karena sejak berkuasa seolah melupakan jasa Demokrat. Sempat mendaftar agar bisa diusung kembali beberapa waktu lalu, Fauzan kembali membuat Demokrat gigit jari. Dia justru tak hadir saat penyampaian visi dan misi dilaksanakan kala itu. Jika nanti paket ini yang diusung, artinya Demokrat seolah menjilat ludah sendiri.

“Bisa saja, tak ada kawan atau lawan yang abadi,” tegas Mahally terkait kemungkinan tersebut.

Sementara paket Izzul-Khudari adalah paket yang sejatinya menggagalkan majunya Hasanain. PKB sebagai partai penentu pada akhirnya lebih memilih paket Izzul-Khudari ketimbang Hasanain yang rencananya menggandng H Sulhan Muchlis. Sehingga ada hambatan perasaan yang tentunya belum reda. Apalagi, PKB sempat dianggap memainkan politik yang tak lurus cenderung kotor oleh Demokrat.

Beda lagi dengan kasus Farin-Muammar. Keduanya adalah paket yang dimajukan koalisi tiga partai, Gerindra, Hanura, dan PKPI. Secara bersamaan, tiga partai itu mengusung paket Ahyar-Mori untuk Pilgub NTB. Padahal Demokrat mengusung Zul-Rohmi untuk NTB.

“Jelas kami pilih yang bisa menguatkan Zul-Rohmi di Lobar,” tegas Mahally.

Namun sesuai ungkapannya tak ada yang tak mungkin. Bisa saja Demokrat melabrak hambatan yang ada, dan akhirnya benar-benar memilih salah satu paket yang tersaji. Apalagi sudah lumrah dalam politik, tak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan.

“Kami akan putuskan saat pengambilan nomor urut,” pungkasnya. (yuk/r4)

Related posts

Menteri PUPR Turun Tangan Normalisasi Dana Lebo

Redaksi Lombok post

Senggigi pun Ngejazza��

Redaksi Lombok Post

Pegawai Telkom Ringankan Beban Pemkot

Redaksi Lombok post