Lombok Post
Headline Metropolis

Sejarah untuk Konektivtias Bima, penerbangan perdana NAM Air Rute Lombok-Bima

PENERBANGAN PERDANA: Pesawat Boeing 737-500 milik NAM Air disiram water canon sesaat setelah tiba di Lombok International Airport dalam penrebangan perdana, kemarin (7/2). NAM Air resmi melayani rute Lombok-Bima dan sebaliknya. DEDI/LOMBOK POST

PRAYA-Sejarah tercipta kemarin untuk konektivitas penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Salahuddin Bima. NAM Air resmi melayani rute domestik di NTB tersebut dengan pesawat Boeing 737-500. Ini adalah kali pertama dalam sejarah penerbangan NTB, maskapai komersial mengoperasikan pesawat jet berbadan lebar ke Bima dari Lombok dan sebaliknya.

Selama ini, penerbangan dari dan menuju Bima dari Lombok, dilayani dengan menggunakan pesawat kecil atau yang lazim disebut pesawat baling-baling seperti ATR. Dengan pengoperasian pesawat jet Beoing 737-500 ke Bima, maka waktu tempuh penerbangan yang biasanya dengan pesawat kecil memakan waktu satu jam, kini hanya menjadi hanya 30 menit saja.

Pukul 12.40 Wita, kemarin, pesawat NAM Air mendarat mulus di Lombok International Airport (LIA). Saat menuju apron, pesawat ini pun disambut khusus. Dua mobil water canon menyemprotkan air ke badan pesawat NAM AIR, disaksikan manajemen Angkasa Pura I dan jajaran pejabat Dinas Pariwisata NTB. Tepuk tangan membahana tatkala pesawat ini berhenti di apron.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Pesawat ini sendiri terbang dari Bima menuju ke LIA. Sebelum di Bima, pesawat telah lebih dulu terbang dari Ngurah Rai, Bali. Dengan beroperasinya pesawat ini, menandakan pula bahwa Bandara Sultan Salahuddin Bima memang sudah siap didarati pesawat jet berbadan lebar.

Pemprov NTB sendiri memang telah mengembangkan Bandara Bima. Antara lain dengan memperpanjang landasan pacu dan membenahi terminal bandara. Bandara ini ditargetkan setidaknya menyamai fasilitas Bandara Selaparang yang dulu ada di Kota Mataram sebelum LIA mulai dioperasikan Angkasa Pura I pada Oktober 2011. Saat itu, Bandara Selaparang telah mampu didarati pesawat berbadan lebar, termasuk pesawat Boeing 737-900 ER.

Dalam perutnya, pesawat NAM AIR ini kemarin membawa 119 penumpang. a�?Ini sesuai target, 99 persen,a�? kata Direktur Operasional NAM Air Daniel Aditya didampingi General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (AP) LIA I Gusti Ngurah Ardita, sesaat setelah di terminal penumpang bandara sesaat setelah pesawat tiba.

Daniel ikut terbang dari bima. Manajemen AP I kemudian menyambut Daniel beserta pilot dan awak kabin di terminal penumpang.

Penerbangan perdana tersebut ungkap Aditya berjalan lancar dan aman. Tidak ada kendala teknis sedikit pun. Pesawat pun kembali diberangkatkan ke Bima pukul 13.00 wita, dengan membawa penumpang sebanyak 113 orang.

Diungkapkan, pesawat ini memiliki 120 kursi penumpang. Sebanyak 112 kursi di antaranya untuk penumpang kelas ekonomi dan sisanya delapan kursi untuk penumpang kelas bisnis.

a�?Kami berharap, penerbangan NAM Air tetap berjalan sepanjang masa. Jangan sampai seumuran jagung saja,a�? kata Daniel.

Bagi dia, sambutan yang diberikan otoritas bandara pun, luar biasa. Ia berharap, penumpang tetap menikmati pelayanan penerbangan NAM Air.

Sementara itu, GM AP I LIA I Gusti Ngurah Ardita merasa bersyukur dengan masuknya NAM Air untuk melayani rute Lombok-Bima dan sebaliknya. Masuknya anak usaha Sriwijaya Air ini telah memberi pilihan yang kian banyak untuk penerbangan ke Bima.

Selama ini, penerbangan ke Bima dari Lombok dan sebaliknya dilayani maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air. Dua maskapai ini mengoperasikan pesawat ATR ke sana.

Beroperasinya penerbangan NAM AIR, kata Ardita juga akan menjadikan konektivitas Lombok dan Bima kini akan kian membaik. Terlebih lagi, pemerintah provinsi memang menjadikan Bima sebagai gerbang timur NTB. Konektivitas tersebut juga menjadikan arus wisatawan kian membaik. Terutama wisatawan yang hendak menjadikan Bima sebagai pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Atau sebalinya, wisatawan dari Taman Nasional Komodo yang menjadikan Bima sebagai pintu masuk untuk menikmati keindahan destinasi pariwisata utama di Pulau Lombok.

Setelah rute Lombok-Bima, Ardita mengungkapkan harapannya, NAM AIR bisa membuka rute dengan destinasi lain dari dan ke Lombok. Hal yang sebetulnya sudah diisyaratkan manajemen NAM AIR. (kus/dss/r8)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post