Lombok Post
Headline Praya

Dinas Ancam Pengoplos Pupuk

HAMPARAN PADI: Amaq Atre, petani Dusun Petak Desa Batujai, Praya Barat, saat membersihkan rumput liar di hamparan padi miliknya, beberapa hari lalu. dedi/Lombok Post

PRAYA-Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah (Loteng), menemukan kejanggalan dalam penyaluran pupuk bersubdisi, di wilayah Praya Barat Daya. Ditempat itu, para pengecer menjualnya dengan sistem paket.

a�?Dicampur dengan pupuk non subsidi. Alasannya, pupuk yang bersubsidi habis,a�? beber Kepala Disperindag Loteng H Saman, kemarin (8/2).

Akibatnya, kata Saman harga pupuk pun menjadi mahal. Padahal,A� pupuk bersubsidi tersedia, sesuai luas areal tanam dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Namun, dijual ketempat lain, dengan keuntungan yang lebih besar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ order=”desc”]

Kondisi seperti itu pun, membuat pihaknya turun tangan. Ia mengaku, telah mengeluarkan surat peringatan keras dan tegas kepada distributor. Sebagai penanggung jawab, tekan Saman distributor wajib menindak bawahannya. Jika tidak, Disperindag akan mengajukan rekomendasi pencabutan izin.

Ia pun menyerukan, agar persoalanA� itu, dijadikan pelajaran bagi pengecer dan distributor lainnya. Karena, penyaluran pupuk bersubsidi sudah diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku. a�?Intinya, penyaluran pupuk bersubsidi dan non subsidi itu, tidak boleh dicampur adukkan,a�? tegas Saman.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan bahwa, stok pupuk saat ini aman, tidak ada masalah. Jadi, para petani jangan khawatir. Hanya saja, yang perlu diingatkan, kebutuhan pupuk untuk padi dan palawija tidak boleh tumpang tindih, dicampur dan atau disalahgunakan. Kalau itu yang dilakukan, maka pupuk menjadi langka dan mahal.

Untuk itulah, harap Saman perlu ada kerja sama semua pihak, guna bersama-sama mengawasi. a�?Mohon dinas dan instansi lain, melakukan hal yang sama,a�? sambung Kabid Perdagangan Disperindag Loteng Hamdi Iskandar, terpisah.

Sebut saja, kata Hamdi Dinas Pertanian (Dispertan), bagian Ekonomi Setda Loteng, TNI/Polri, aparatur pemerintah kecamatan hingga desa/kelurahan. a�?Kalau saya hitung, ada 3 ribu ton pupuk, yang digunakan untuk jagung dan kedelai,a�? lanjut Kabid Pertanian Dispertan Loteng Zainal Abidin.

Untuk jenis urea, ungkapnya sekitar 250 kilo per hektarenya. Kemudian, SP36 sekitar 100 kilo per hektarenya. Luas areal tanam jagung sendiri mencapai lahan 7.607 ha dan kedelai 10.325 ha. a�?Jadi, kita optimis tidak ada kelangkaan pupuk,a�? kata Zainal.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost