Lombok Post
Metropolis

Ini Baru Game Laki!

SENSASI MENEMBAK: Danlanaud Rembiga Kolonel Pnb Doni Fernando dan Kapolda NTB Brigjen Firli menikmati sensasi menembak menggunakan senapan paintball di arena Dirgantara Paintball Lanud Rembiga, Sabtu (3/2) pekan lalu. LALU MOHAMMAD/LOMBOK POST

MATARAMa��Bukan game online. Bukan juga game playstation. Masyarakat kota saat ini lagi heboh-hebohnya dengan game khas kaum lelaki. Tapi jangan salah duga, ini bukan game adu otot. Lalu bertarung hidup mati di arena tarung banteng, bukan!

Ini game strategi. Butuh keringat dan kerja keras ala laki untuk memenangkan pertarungan. Inilah paintball!

a�?Seru.. seru..!a�? ujar Amrin, warga Kota Mataram, sembari tertawa lebar.

Peluhnya bercucuran. Nafasnya ngos-ngosan naik turun. Game ini benar-benar menyedot adrenalinnya dan membuat ia tak bisa bernafas tenang selama 10 menit. Di dalam arena seluas 5 are itu ia berlari, bersembunyi, tiarap, membidik, hingga akhirnya tertembak!

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Bosok nggak bisa nggak, harus main lagi,a�? ujarnya tersenyum puas.

Salah satu lokasi favorit bermain paintball yang baru minggu ini di buka yakni di Lanud Rembiga. Game khas para pria, termasuk wanita ini, telah dibuka di sana.

a�?Ini game yang cocok kita agendakan secara rutin,a�? ujar salah satu wartawan media surat kabar lokal di Kota Mataram, Weweq yang juga sudah menikmati pacuan adrenalin di dalam arena.

Di arena itu ia merasa waktu berjalan sangat lambat. Keringat dengan mudah mengucur, dari kening, tengkuk, singkatnya seluruh badan. Sebab, badan terus bergerak. Mengincar musuh atau menghindari terjangan peluru.

a�?Keringat juga datang dari pakaian pelindung yang tebal dan hitam,a�? celetuknya.

Beberapa kali ia terkejut oleh terjangan peluru yang mengenai badannya. Weweq bercerita terjangan peluru, memang tak terlalu sakit. Tapi dengan syarat jarak tembaknya harus di atas empat meter. Lebih dari itu, tak hanya sakit badan bisa memar seketika!

a�?Rasanya seperti digigit semut, tapi satu kompi,a�? kelakarnya.

Game ini diyakini bakal jadi hiburan baru masyarakat kota. Dibanding game yang dimainkan di depan layar komputer atau LCD, game ini jauh lebih menantang dan nyata. Para pemainnya hanya perlu mengumpulkan nyali sebanyak-banyaknya di dalam arena. Sebab bukan tidak mungkin, tembakan keras dari senapan paintball itu, bisa menerjang bagian badan yang tak dilindungi alat khusus. Semisal, tangan, paha, dan betis.

Tak hanya anak muda. Danlanud Rembiga Kolonel Pnb Doni Fernando dan Kapolda NTB Brigjen Firli kepincut game ini. Keduanya sempat mencoba ketangguhan senjata paintball yang mampu melontarkan bola warna sejauh puluhan meter itu.

A�a�?Dengan dibukanya ini, berarti secara resmi arena ini terbuka untuk umum,a�? Kata Kapten Sus Yudha Pramono.

Yudha mempersilakan pada masyarakat. Siapa saja yang berminat menjajal keseruan permainan di arena ini. Arena akan dibuka dari pukul 9 pagia��5 sore. Warga yang tertarik, bisa masuk melalui jalan yang telah disiapkan. Tanpa harus melewati pengawasan ekstra ketat dari pintu utama.

a�?Akses itu sudah mulai kita buka, bagi masyarakat yang mau berolahraga silakan dicoba,a�? tantangnya. (zad/r3)

 

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost