Lombok Post
Metropolis

Jangan Tunggu Ambruk, Awasi dong!

AMBRUK: Salah satu talud Sungai Jangkuk yang ambruk beberapa waktu yang lalu di Lingkungan Kebon Bawak Nurul Yakin, Kebon Sari, Mataram. THEA/LOMBOK POST

MATARAM-Ambruknya talud di Sungai Jangkuk bukan kejadian pertama di tahun ini. Sebelumnya ada dua sisi talud di Kelurahan Dasan Agung dan Kebon Sari yang mengalami kejadian serupa.

a�?Walau tidak menimbulkan korban jiwa, namun tetap perlu kita pertanyakan kualitasnya,a�? kata Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska pada Lombok Post.

Menurut Wiska, ambruknya sejumlah talud itu menjadi perhatian pihaknya. Apalagi, talud tersebut belum genap 10 tahun dibangun.

a�?Karena kejadian itu, kami minta para konsultan pengawas melakukan pengawasan yang ketat. Jangan sampai ada talud-talud lainnya yang ambruk,a�? tuturnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Sementara itu talud Sungai Jangkuk di Kelurahan Dasan Agung dan Kebon Sari saat ini tengah dalam proses perbaikan oleh pihak PUPR Kota Mataram dan BWS.A� a�?Alhamdulillah, beberapa hari setelah kejadian dua sisi talud ini diperbaiki juga oleh pemerintah,a�? kata Rawinah, salah satu warga Dasan Agung, Mataram pada Lombok Post.

Walau pun dalam proses perbaikan, Rawinah berharap Dinas PUPR Kota Mataram dan BWS melakukan pengawasan pada talud lainnya. Sebab, A�beberapa bagian talud terindikasi mengalami keretakan.

a�?Kami takut talud lainnya ambruk juga. Kami mohon agar pemerintah melakukan pengawasan, sehingga tidak ada kejadian seperti ini lagi,a�? tutupnya.

Warga lainnya Fatkul Arifin juga berharap pemerintah melakukan perbaikan pada talud yang terindikasi mengalami keretakan. a�?Kami harap agar dinas terkait bisa cepat melakukan perbaikan, jangan sampai ada talud lainnya yang ambruk,a�? kata Ketua Masyarakat Peduli Sungai (MPS) Kota Mataram itu pada Lombok Post.

Ia menilai, ambruknya talud Sungai Jangkuk tersebut disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya, karena debit air yang tinggi dan konstruksi bangunan yang ia anggap tidak padat. Pasalnya, di dalam bangunan talud ada sebuah pipa PDAM berukuran besar, dimana tanahnya tidak dipadatkan secara benar.

a�?Seharusnya pipa itu diarahkan ke bagian utara, tapi ini ada di dekat talud. Jadi kemungkinan besar pondasi bisa ambruk, apalagi tanah di sini sifatnya lentur,a�? ujarnya.

Oting sapaan akrabnya, memperkirakan akan ada talud lainnya yang akan ambruk jika tidak diperbaiki. a�?Tinggal tunggu hari saja, talud lainnya bisa ambruk,a�? sindirnya. (tea/r3)

 

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post