Lombok Post
Politika

Nama Kuat Penjabat Sementara Bupati, Khalik di Lotim, Saswadi di Lobar

Wirajaya Kusuma

MATARAM-Hingga saat ini nama penjabat sementara (Pjs) Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat belum keluar dari Kemendagri. Namun, kemarin di kalangan pejabat lingkup Pemprov NTB kencang beredar kabar bahwa H Ahsanul Khalik dan H Lalu Saswadi akan ditunjuk menjadi penjabat sementara di dua daerah tersebut.

Baik Khalik dan Saswadi adalah merupakan pendatang baru di jajaran pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB. Khalik yang saat ini menjabat Kepala Dinas Sosial NTB tadinya pejabat eselon II di Pemkot Mataram. Dia mengikuti seleksi terbuka untuk jabatan eselon II yang kini didudukinya di provinsi.

Pun begitu dengan Saswadi. Pria yang yang kini Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB ini tadinya memang berkarir sebagai pejabat eselon II di Pemkab Lombok Barat sebelum mengikuti seleksi eselon II di provinsi. Menguatnya nama Khalik dan Saswadi mengejutkan. Sebab, sebelumnya posisi ini disebut-sebut akan dijabat H Muhammad Suruji di Lotim dan H iswandi Ibrahim di Lobar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB H Wirajaya Kusuma yang dikonfirmasi Lombok Post tidak berani memastikan siapa yang akan ditunjuk menjadi Pjs Bupati Lotim dan Lobar. Mantan Kepala Biro Organisasi itu menyimpan rapat-rapat nama enam pejabat yang diusulkan Gubernur NTB ke Kementerian Dalam Negeri saat ditanya apakah dari enam nama tersebut nama Khalik dan Saswadi ada di dalamnya.

Wirajaya hanya menyebutkan, tiga orang diusulkan jadi calon Pjs Bupati Lombok Timur dan tiga orang calon Pjs Bupati Lombok Barat. Dari sekian nama itu, kata dia, Mendagri yang akan memberikan SK.

A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� Tapi hingga kemarin Mendagri belum mengeluarkan SK tersebut. Karena itu, Wirajaya berangkat ke Jakarta untuk koordinasi dengan Kemendagri. Mengingat, penunjukan Pjs Bupati baik di Lobar dan di Lotim mestinya sudah bisa dilakukan pada 15 Februari, seiring dimulainya masa kampanye pemilihan kepala daerah serentak.

A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� Di Lobar, Bupati saat ini H fauzan Khalid harus cuti kampanye, dan karena di sana tidak ada wakil bupati, maka ditunjuk Pjs untuk memimpin pemerintahan selama empat bulan hingga masa kampanye usai pada 24 Juni 2018.

Sedangkan di Lotim, Bupati Lotim HM Ali BD bertarung di Pilgub NTB, sementara wakilnya H Hairul Warisin bertarung di Pilbup Lotim. Sehingga keduanya pun harus cuti kampanye sehingga ditunjuk Pjs Bupati.

Wirajaya mengaku, dirinya sudah mengontak Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD di Kemendagri. Namun, hingga kemarin, SK belum turun dan Pemprov belum menerima. Demikian juga saat berkoordinasi ke Direktur Jenderal Otonomi Daerah (OTDA), mereka juga belum tahu.

a�?Makanya saya ke sana untuk mendesak agar SK Pjs diserahkan, karena tanggal 15 para bupati sudah cuti semua,a�? jelasnya.

Rencananya Pemprov akan mengadakan pengukuhan penjabat bupati sementara, Rabu (14/2) besok. Jika SK tersebut belum keluar dari Mendagri, pemprov berencana mengambil langkah taktis dengan menunjuk Pelaksana Harian (Plh), yakni Sekda masing-masing kabupaten. Penunjukan tersebut melalui SK Gubernur NTB. Tapi Wirajaya tidak mau berspekulasi terlalu jauh, sebab masih ada jeda waktu hari ini.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik yang dikonfirmasi Lombok Post mengatakan, dirinya tidak tahu menahu soal penunjukkan sebagai penjabat. Terkait isu yang berkembang ia juga tidak mengerti kenapa bisa seperti itu.

a�?Saya tidak tahu sama sekali,a�? tegasnya. (ili/r8)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost