Lombok Post
Headline Politika

Pertarungan Sengit Dimulai, Satu Kandidat Gagal di Kota Bima

MATARAM-Kepastian pasangan calon yang akan bartarung dalam Pilkada serentak 2018 diketok KPU. Di Pilgub NTB, empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dinyatakan lolos. Di Lombok Barat, tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati melenggang.

Di Lombok Timur, empat pasangan calon bupati dan wakil bupati berhasil melaju. Sementara di Kota Bima, hanya tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan bertarung. Satu kandidat dari jalur perseorangan harus gigit jari.

Untul Pilgub NTB, ketokam palu tiga kali Ketua KPU NTB L Aksar Ansori menjadi penanda pengesahan nama-nama yang akan berlaga dalam pilgub NTB.

Seperti sudah ditebak dan tanpa kejuta, empat pasangan calon yang lolos adalah HM Ali BD dan TGH L Gede M Ali Wirasakti Amirmurni (Ali-Sakti), HM Suhaili FT dan HMuhammad Amin (Suhaili-Amin), TGH Ahyar Abduh dan Mori Hanafi (Ahyar-Mori), serta H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi).A�Pembacaan kandidat yang lolos tersebut dilakukan berdasar urutan mereka saat mendaftar di KPU pada rentang 8-10 Januari lalu.

Ali-Sakti yang maju melalui jalur perseorangan dinyatakan memenuhi syarat setelah mengumpulkan salinan KTP melebihi ketetapan minimal 303.331 dukungan. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan administrasi dan faktual, termasuk menjalani masa perbaikan, Ali-Sakti mengumpulkan 325.968 dukungan. Segala berkas yang dipersyaratkan juga terpenuhi. “Termasuk surat cuti Ali sebagai Bupati Lombok Timur sudah,” katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Selanjutnya pasangan Suhaili-Amin juga dinyatakan lengkap berkas administrasinya. Mereka berdua juga sudah menyertakan surat cuti sebagai bupati Lombok Tengah dan wakil gubernur NTB. Maju melalui jalur partai, Golkar dengan 11 kursi, PKB lima, dan Nasdem tiga menjadikan pasangan tersebut diusung 19 kursi parlemen. Setara dengan 29,23 persen.

Sementara itu, pasangan Ahyar-Mori juga lengkap berkasnya, surat cuti Ahyar sebagai wali kota Mataram juga telah rampung. Sedangkan surat pengunduran diri Mori dari posisi sebagai wakil rakyat di DPRD NTB juga sedang berproses dan sudah dilampirkan.

Paket ini didukung enam partai parlemen, plus PKPI sebagai partai yang tak memiliki kursi di DPRD NTB. Gerindra dengan delapan kursi, PPP enam kursi, PAN, PDIP, Hanura masing-masing lima kursi, plus PBB tiga kursi, paket tersebut total mengumpulkan 32 kursi. “Setara dengan 49,23 persen,” jelasnya.

Sementara Zul-Rohmi juga lengkap berkasnya, dengan catatan proses pengunduran diri Zul sedang berproses. Namun anggota DPR RI itu sudah menyertakan bukti proses yang dilakulan, sehingga seperti halnya Mori, semuanya dinyatakan memenuhi syarat. Koalisi Demokrat yang memiliki delapan kursi plus PKS dengan enam kursi menempatkan paket tersebut sebagai paket dengan persentase dukungan 21,54 persen.

Sore harinya, KPU NTB langsung mengadakan gladi bersih untuk pengambilan nomor urut. Rencananya, hari ini proses tersebut akan dilaksanakan. Salah satu hal teknis yang ditekankan adalah jumlah massa yang mengiringi maksimal 100 orang. Dengan hanya 75 saja yang boleh masuk dalam ballroom di Hotel Lombok Raya tempat acara berlangsung. “Yang tak masuk kami sediakan layar lebar di luar,” katanya.

Terkait pengamanan, pihak kepolisian tampak menyiagakan pasukan berlapis. Sejak acara kemarin, mereka yang ingin masuk ke lokasi acara harus menunjukkan identitas diri. Dua kali pemeriksaan badan menyeluruh dengan alat metal detector juga dilakukan. Barang bawaan tak ketinggalan diperiksa.

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli dan Kapolres Mataram AKBP Muhammad tampak mengawasi dengan seksama. “Kami akan kawal terus,” jawab Kapolda singkat.

Terpisah, Ketua Bawaslu NTB M Khuwailid mengingatkan setelah penetapan calon itu, artinya semua aturan terkait pilkada sudah resmi mengikat pada empat pasang kontestan. Penekanannya adalah bersama-sama menjaga kondusivitas daerah dengan tidak mengeluarkan penyataan pancingan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

“Bawaslu akan pelototi betul itu,” tegasnya.

Karena banyaknya pejabat yang berlaga, mencakup tiga kepala daerah tingkat kabupaten/kota dan satu wakil kepala daerah tingkat provinsi, ia mengingatkan kembali untuk tak memanfaatkan fasilitas negara. Termasuk tidak menarik-narik ASN, dan melakukan tindakan yang menyalahgunakan pengaruh dan wewenang.

“Tidak boleh itu,” tegasnya.

Terkait nomor urut, Ahyar salah satu calon mengatakan harapannya bisa mendapat nomor satu. Alasannya sederhana, agar mudah dilihat. “Bukan soal gaib, penerawangan segala macam, biar mudah saja,” jawabnya saat ditanya Lombok Post kemarin.

Semenyata itu Zul menegaskan nomor berapapun yang didapat sama saja baginya. Ia tak mengincar nomor tertentu.

“Berapa saja oke kok,” ucapnya.

Jawaban itu senada dengan Ketua Tim Pemenangan Ali-Sakti Basri Mulyani yang menegaskan tak mempermaslaahkan nomor terlalu ajek.

“Semua nomer baik,” katanya.

Suhaili-Amin melalui Wakil Ketua Pemenangan H Misbach Mulyadi juga demikian. Namun berseloroh ia mengatakan para pendukung akan dibekali empat nomor sekaligus. “Mana nomer yang keluar itu yang kita angkat,” jawabnya lantas terkekeh.

Tiga Pasangan di Lobar

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lobar juga resmi menetapkan tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lobar 2018. Ketiga pasangan itu adalah Nauvar F Farinduan-TGH Muammar Arafat, HM Izzul Islam-TGH Khudori Ibrahim, dan H Fauzan Khalid-Hj Sumiatun.

Ini berdasarkan berita acara rapat pleno KPU Lobar Nomor: 57/PK.01-BA/5201/KPU-Kab/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lobar 2018. Dan telah disahkan serta ditandatangani oleh lima Komisioner KPU Lobar.

a�?Pilkada Lobar diikuti tiga pasangan calon,a�? kata Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri di sela rapat pleno penetapan paslon Bupati dan Wakil Bupati Lobar 2018 di Aula Kantor KPU Lobar, kemarin (12/2).

Dari pantauan Lombok Post, sebelum penetapan paslon dilakukan, lebih dulu KPU Lobar menyerahkan hasil penelitian dan perbaikan syarat pendaftaran calon kepada penghubung pasangan calon.

Setelah penetapan calon dilakukan, selanjutnya KPU akan melakukan pengundian nomor urut yang direncanakan hari ini (13/2) di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar. Mengingat keterbatasan tempat, KPU membatasi jumlah pendukung yang dibawa masing-masing calon sebanyak 150 orang dengan memiliki ID Card khusus.

Dalam rapat pleno penetapan calon, KPU juga mengingatkan bagi calon Wakil Bupati Lobar yang berasal dari anggota dewan untuk segera menyerahkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sebagai anggota DPRD, baik tingkat Kabupaten Lobar dan Provinsi NTB. Di mana diketahui, Hj Sumiatun, TGH Khudori Ibrahim, dan TGH Muammar Arafat sebagai calon wakil bupati yang berasal dari legislatif.

a�?Batas penyerahan SK sebelum satu bulan waktu pencoblosan. Berarti 27 Mei,a�? ujar Divisi Hukum KPU Lobar Suhardi.

Tidak hanya itu, KPU juga mengingatkan pada tanggal 14 Februari pukul 18.00 Wita sudah harus menyampaikan laporan dana awal kampanye tiap kandiat. Di mana untuk pembuatan rekening dana kampanye wajib ditandatangani paslon dan parpol pengusung.

a�?Tidak boleh ditandatangani sendiri, harus semua dan patuhi tahapannya,a�? tukas Suhardi

A�Lotim Empat Pasangan Calon

Sementara itu, Pilkada Lombok Timur akan diikuti empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur. Keempatnya telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim kemarin (12/2). Keempat pasangan tersebut yakni pasangan HM Sukiman Azmy-H Rumaksi (SUKMA), pasangan HM Syamsul Luthfi-H Najamuddin Moestafa (FIDDIN), pasangan H Haerul Warisin-Machsun Ridwainny (HARUM) serta pasangan Ali Masadi-Putrawan Habibi (ALHABIB).

Saat penetapan, keempat pasangan ini tak hadir dan diwakilkan tim pemenangannya masing-masing. Namun demikian, untuk tahapan berikutnya yakni pengambilan nomor urut yang akan diundi hari ini, keempat pasangan diwajibkan hadir.

“Hari ini kami tetapkan empat bakal calon menjadi calon bupati. Ada pasangan SUKMA, FIDDIN, ALHABIB dan keempat adalah HARUM yang akan bertarung 27 Juni 2018,” kata Ketua KPU Lotim M Saleh.

Dari hasil pemeriksaan, semua persyaratan empat pasangan dikatakan Saleh secara ketentuan memenuhi syarat sepenuhnya. Hanya saja, ada persyaratan lain yang harus dilengkapi lagi oleh pasangan calon yang telah ditetapkan. Yakni surat keputusan pejabat yang berwenang terkait pengunduran diri atau pemberhentian para pasangan calon dari jabatannya saat ini. Mulai anggota DPRD atau DPR RI hingga pegawai ASN.

“Itu 30 hari sebelum pemungutan suara harus diserahkan. Kalau itu tidak dilakukan maka mereka akan dicoret sebagai calon,” tegas Saleh.

Sampai saat ini, Saleh mengaku belum ada pasangan calon yang menyerahkan surat penggunduran diri atau pemberhentian yang ditandatangani pejabat berwenang. Yang baru diserahkan hanya surat pernyataan pengunduran diri.

Selain itu, laporan rekening dana kampanye juga harus diserahkan. Untuk memudahkan pemantauan transaksi keuangan rekening dana kampanye tersebut. Setelah masa penetapan kemarin (12/2) hari ini tahapan akan dilanjutkan dengan pencabutan nomor urut di Gedung Wanita Selong.

“Pasangan calon wajib hadir,” kata Saleh.

A�Kandiat Gagal di Kota Bima

Sementara itu, di Kota Bima, satu pasangan kandidat dipastikan gagal bertarung. Pasangan kandidat tersebut adalah Taufik La Tofia��Usman AK, gagal menjadi pasangan calon.

Dalam rapat pleno terbuka KPU Kota Bima kemarin, hanya tiga pasangan calon yang memenuhi syarat. Yakni pasangan HM Lutfia�� Feri, H Arahmana��Hj Ferra Amelia dan pasangan perseorangan Subhana��Wahyudin.

Ketua KPU Kota Bima, Bukhari menjelaskan, sebelumnya KPU sudah melakukan rapat pleno tertutup, untuk menilai dan meneliti dokumen syarat pencalonan yang diserahkan.

Bukhari menjelaskan, untuk pasangan Lutfia��Feri (Lufer), sudah memenuhi syarat calon dan pencalonan. Semua persyaratan sudah diserahkan. Begitu juga halnya dengan pasangan calon H Arahaman dan Hj Fera Amelia (Manufer). Sementara untuk calon perseorangan Subhan-Wahyudin (SW), dokumen pencalonan berupa syarat dukungan sudah memenuhi syarat minimal.

Pasangan La Tofi a�� Usman AK dinyatakan kata Bukhari, tidak memenuhi syarat pencalonan. Syarat dukungan yang memenuhi syarat hanya enam ribu lebih. Kemudian ada beberapa syarat calon juga tidak dipenuhi oleh calon wakil wali kota Usman AK.

Di antaranya, belum meneyerahkan LHKPN, NPWP dan keterangan tidak menunggak pajak selama lima tahun.

Setelah rapat pleno terbuka, penetapan pasangan calon dilanjutkan dengan pengundian nomor urut calon. Kegiatan tersebut dilaksanakan hari ini, Selasa (13/2). Berlokasi di Paruga NAa��e Convention Hall Kota Bima.

Pantauan Radar Tambora, rapat pleno terbuka KPU Kota Bima ini sendiri dihadiri langsung pasangan calon perseorangan SW. Kemudian tim pemenangan Lutfer, Manufer dan bakal calon perseorangan La Tofi-Usman.

Hadir juga, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608 Bima, Plt Sekda Kota Bima, Panwaslu Kota Bima dan lima komisioner KPU Kota Bima.

Pasangan SW tiba di kantor KPU Kota Bima sekitar pukul 10.00 Wita. Pasangan ini terlihat menggunakan seragam hitam putih. Didampingi sejumlah tim pendukungnya. Sementara untuk pasangan Manufer dan Lutfer, mereka hanya diwakili oleh tim pemenangannya.

SK KPU tentang penetapan paslon tersebut diserahkan ke empat bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Diawali dari tim pemenangan Lutfer, kemudian Manufer, pasangan SW dan tim pemenangan La Tofi. Keputusan itu juga diserahkan ke Panwaslu Kota Bima dan diterima langsung oleh Ketua Panwaslu Kota Bima Sukarman.

Kegiatan penetapan paslon mendapat penjagaan ketat aparat kepolisian. Tamu undangan yang hadir, sebelum memasuki lokasi rapat pleno, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pengamanan dilakukan di depan ruang pleno, kemudian di halaman kantor KPU dan di jalan raya depan kantor KPU Kota Bima. Ratusan aparat kepolisian diturunkan pada kegiatan tersebut. (yuk/ewi/ton/LPG/r8)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost