Lombok Post
Headline Sumbawa

Polres Sumbawa Amankan 93,37 Gram Sabu

BARANG BUKTI : Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo memperlihatkan dua orang yang diamankan dari rumah SK, ES dan KG (membelakangi) dan barang bukti berupa uang Rp 66 juta dalam jumpa pers, kemarin RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWA- Satuan Narkoba Polres Sumbawa melakukan penggerebekan di rumah seorang terduga bandar sabu di Dusun Serange, Desa Berora, Kecamatan Lopok, Minggu malam (11/2). Dalam penggerebekan ini, polisi berhasil mengamankan 93,37 gram sabu.

Selain barang bukti sabu, polisi juga mengamankan uang hasil penjualan sabu sebesar Rp 66 juta. Selain itu, polisi juga menemukan alat isap sabu di rumah SK. Tidak hanya itu, dalam penggerebekan ini polisi mengamankan istri dan seorang pemuda yang berada di rumah tersebut.A�A� Menurut informasi yang berhasil dihimpun, teridentifikasi seorang bandar besar sabu berinisial SK.

A�”Namun sangat disayangkan, pelaku utama berinisial SK kabur melarikan diri melalui jendela saat rumahnya digerebek. Sementara ini, barang bukti uangA� yang berhasil kami amankan ini barang bukti terbesar,” A�kata Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo didampingi Kasat Narkoba Polres Sumbawa Iptu Mulyadi dalam jumpa pers, kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ order=”desc”]

Diungkapkan, sebelum digerebek, anggotanya sempat mengintip SK melalui kisi-kisi jendela. Saat itu, SK sedang memecah poket besar sabu menjadi paket ekonomis. Setelah barang bukti dipastikan ada, tim kemudian melakukan penggerebekan. SK melakukan perlawanan. Saat anggotanya hendak mendobrak pintu, SK menahan pintu tersebut. Sempat terjadi saling dorong antara SK dan anggotanya. Saat pintunya berhasil didobrak, SK kemudian meloncat ke luar rumah melalui jendela. SK kemudian melarikan diri ke arah semak-semak. Di rumah tersebut hanya ditemukan istri SK berinisial ES. Selain itu, di dalam rumah itu juga ada seorang pria yang diduga membantu peredaran narkoba tersebut.Kapolres menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan anggotanya di lapangan.Dalam penangkapan pelaku pengedar narkoba, jika diperlukan dan melakukan perlawanan, langsung ditembak.

a�?Karena pelaku pengedar narkoba sangat meresahkan dan menghancurkan bangsa,a��a�� tegas kapolres.

Dalam penggerebekan itu, berhasil diamankan sabu seberat 93,37 gram, dengan uang hasil penjualan sabu sebesar Rp 66 juta. Selain itu, pihaknya juga menemukan alat hisap sabu di rumah SK.

”Sementara ini, barang bukti uangA� yang berhasil kami amankan ini barang bukti terbesar,” ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap ES dan KG. Yang bersangkutan dikenakan pasal 131, karena mengetahui terkait peredaran narkoba, tetapi tidak memberitahukan kepada polisi. Untuk SK sendiri, yang bersangkutan diduga sudah lama menekuni bisnis haram ini. Sementara ini, SK diketahui belum pernah dihukum. Untuk membuktikan apakah SK mengendalikan peredaran narkoba di Sumbawa, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Untuk menangkap SK, lanjut kapolres, saat ini pihaknya tengah melacak keberadaan yang bersangkutan. Pihak kepolisian juga akan melakukan pengembangan terkait keterlibatan ES dan KG.

Secara terpisah, KG mengaku saat penggerebekan dia datang untuk mengambil uang guna memperbaiki sepeda motor SK. Setelah itu, dia dimintai tolong untuk membeli plastik klip. Saat dia sampai di rumah SK, dia melihat sabu tersebut. KG juga mengetahui bahwa selama ini SK menjual sabu. Namun KG mengaku tidak pernah mengedarkan sabu.

Kepada wartawan, KG mengaku pernah mencicipi sabu itu. Barang haram itu diberikan secara percuma setelah KG memperbaiki sepeda motor SK. Sejauh ini, KG sudah mengkonsumsi sabu sebanyak delapan kali.

Sementara itu, ES, istri SK mengaku tahu bahwa suaminya menggunakan sabu selama setahun. ES tidak benar-benar mengetahui jika suaminya menjual sabu. ES juga tidak tahu bahwa sabu tersebut berada di dalam rumah. Dia juga mengaku tidak tahu suaminya menyimpan sabu itu.

”Saya tidak pernah melihat barang yang sebanyak itu. Saya hanya pernah melihat barang yang dipakai sama bapak (SK, red),” katanya.

ES mengaku pernah melarang SK jika menggunakan sabu. Namun, SK selalu memarahi ES jika ditegur. ES juga tidak pernah diberikan uang dalam jumlah banyak oleh SK. Dia juga tidak pernah diberikan barang-barang mahal oleh SK. (run/r4)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost