Lombok Post
Headline Politika

Usai Cabut Nomor Urut, Semua Kandidat Yakin Menang

AKRAB: Keempat pasangan calon asik mengobrol di depan sebuah layar yang menunjukkan nomer urutnya masing masing di Ballroom Hotel Lombok Raya, kemarin (13/2). IVAN LOMBOK POST

MATARAM-Nomor urut para calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada serentak 2018 sudah jelas. Pengundian dilakukan serentak kemarin untuk calon gubernur dan wakil gubernur, calon bupati dan wakil bupati Lombok Barat, calon bupati dan wakil bupati Lombok Timur dan calon wali kota dan wakil wali kota Bima.

Semua kandidat, yakin nomor yang mereka kantongi dalam pengundian nomor urut itu akan membawa keberuntungan dan menjadi pembuka jalan kemenangan. Namun, jauh lebih penting dari semua itu, adalah adu gagasan dan ide membangun NTB. Bukan sekadar menjual nomor urut.

Pengundian nomor urut dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPU yang dihadiri seluruh kandidat. Tim pemenangan dan para pendukung kandidat pun dihadirkan. Lengkap dengan atribut dan yel-yel dukungan untuk kandidat yang mereka usung.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Untuk pemilihan gubernur, pengundian nomor urut digelar meriah di salah satu hotel di jantung Kota Mataram. Para pendukung pasangan calon yang masing-masing berjumlah 75 orang, benar-benar menghidupkan acara.

Oleh KPU NTB, semuanya memang diberi kesempatan menyanyikan yel-yel. Sepanjang acara, celetukan, teriakan, bahkan nyanyian terus bersahutan. Gemuruh paling terasa saat nomor urut resmi diperoleh masing-masing pasangan calon.

PasanganA�HM Suhaili FT dan HM Amin(Suhaili-Amin) mendapat nomor urut satu, pasangan TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi (Ahyar-Mori) nomor urut dua, H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) nomor urut tiga, dan HM Ali BD dan TGH L Gede M Ali Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti) nomor urut empat.

Nomor tersebut diperoleh setelah dua kali melakukan tahap pencabutan nomor. Pertama, pasangan calon mengambil nomor antrean pencabutan nomor utur. Berturut-turut maju berdasar urutan yang mendaftar di KPU NTB 8-10 Januari lalu. Ali-Sakti yang tampil pertama mendapat nomor antrean pencabutan satu, lalu Suhaili-Amin mendapat nomor empat, Ahyar-Mori dua, dan Zul-Rohmi tiga. Saat Ali-Sakti mendapat nomor pencabutan pertama, para pendukung kompak bernyanyi. Sebagian nampaknya salah mengerti, mengira nomor itu adalah nomor urut.

Saat pengambilan nomor urut sungguhan dilakukan, Giliran pendukung Suhaili-Amin yang tersenyum lebar mendapat nomor psikologis satu. Kompak seluruh pendukung mengangkat foto Suhaili-Amin dengan nomor urut satu. Mereka yang sejak awal paling kalem berubah suasana kebatinannya. Padahal sejak awal yel-yel dilakukan, duet Golkar dan Nasdem yang disokong PKB itu tak senyaring pasangan lain. Namun semua seketika berubah.

Tetapi pendukung pasangan lain tak mau ketinggalan. Pasangan Ali-Sakti yang mendapat nomor empat juga tetap menunjukkan semangat. Kendati tak segarang awal, nyanyian dukungan tetap dilantunkan.

Sementara pendukung Zul-Rohmi sempat terlambat membawa poster yang bertuliskan nomor urut. Karena itu, selama beberapa saat mereka berteriak tanpa menunjukkan atribut apapun terkait nomor lamdodat ini. Jauh berbeda dengan calon lainnya. “Sempat terlambat tadi di bawa pas pemeriksaan,” kata Nashib Ikroman, salah satu tim pemenangan.

Namun soal nyaringnya suara, mereka tak kalah. Termasuk juga tim pendukung Ahyar-Mori dengan ciri khas sorban yang dikalungkan. Mereka terus bersorak sepanjang kegiatan. Melengkapi diri dengan balon pukul, makin nyaringlah suara yang dibuat. Kendati balon pukul tersebut juga terlambat masuk ruangan, lagi-lagi karena pengamanan terlalu ketat.

“Kami siap menang,” tegas Ahyar usai pengundian nomor urut tersebut. Sehari sebelumnya, dia sempat mendamba bakal mendapat nomor urut satu. Namun, kini, dengan nomor urut dua di tangan, pun diyakini bukan penghalang untuk memenangi kontestasi.

“NTB untuk semua, itu yang kami janjikan,” katanya.

Sementara itu, Zul tak kalah optimis dengan peluangnya. Dia percaya pergerakan tim yang digawangi PKS dan Demokrat akan maksimal memenangkan mereka. “Strategi ada dan bagus, sudah disusun, kami percaya,” katanya.

Perihal nomor tiga yang diperoleh, ia mengatakan semua nomor baik dan tak mengharap satu nomor tertentu. “Yang penting kerja keras kita untuk masyarakat,” katanya.

Ali yang kebagian nomor buncit juga sangat yakin dengan peluangnya. Dia bahkan bersiap mengalahkan lawan-lawannya.

“Semua nomor saya kalahkan,” katanya tegas.

Maju melalui jalur perseorangan, ia percaya dukungan nyata rakyat padanya akan memberi dampak signifikan. “Kita mau menang ini,” katanya.

Ali sendiri kemarin usai pengundian nomor urut langsung menggelar pertemuan dengan ribuan pendukung dan simpatisannya di Karang Baru, Kota Mataram. Dalam pertemuan itu, Ali mengungkapkan, bahwa tugas seorang calon pemimpin adalah membangun visi masyarakat. Jangan sampai masyarakat dibiarkan memilih pasangan calon pemimpin hanya karena beberapa bungkus mi instan, sekilo beras atau hanya karena minyak goreng. Apalagi hanya sekadar menjual nomor urut belaka. Jika sampai hal tersebut terjadi, maka secara tidak sadar kata Ali BD, calon pemimpin sedang membiarkan proses penghancuran bangsa terjadi.

“Jangan saling mencela, menjatuhkan orang apalagi di medsos. Karena ini bukanlah peradaban manusia yang maju,” tegasnya.

Sementara Calon Wakil Gubernur NTB TGH Lalu Gede Sakti Amir Murni mengaku angka empat sebagai angka yang istimewa. Menggambarkan khulafaurrasidin dan sifat Rasulullah SAW. “Kita tahu bagaimana pasangan independen ini sudah dikenal oleh masyarakat. Tapi kita tidak boleh santai dan diam tidak bekerja,” kata Gede Sakti.

Sementara itu Suhaili tak bisa menutupi kegirangannya mendapat nomor satu. Senyum lebar terus tersungging dari bibirnya, pun demikian dengan pasangannya H Muhammad Amin yang juga terus mengumbar tawa.

“Ingat ya, TGB. Tuan Gendut Bodak,” katanya lantas terkekeh.

Dia tampak begitu yakin nomor satu akan memberi peruntungan baik bagi upaya Suhaili-Amin meretas jalan menuju kursi gubernur dan wakil gubernur NTB.

“Insya Allah TGB ke TGB,” tutupnya.

Setelah penetapan nomor, hari ini rencananya akan ditentukan sejumlah hal teknis. Mulai dari laporan awal rekening kampanye, hingga pembahasan pilkada damai. Sementara pada esok hari, akan ada deklarasi damai dari semua kandidat.

Zul-Khair 1, F-One 2, Zaitun 3

Sementara itu, pengundian nomor urut juga dilakukan calon bupati dan wakil bupati Lombok Barat. Bersamaan dengan pengundian nomor urut, pasangan calon juga mendeklarasikan pilkada damai dan berintegritas.

Dalam pencabutan nomor urut kemarin, pasangan HM Izzul Islam-TGH KHudori Ibrahim mendapat nomor urut satu. Kemudian, pasangan Nauvar F Farinduan-TGH Muammar Arafat mendapat nomor urut dua, dan calon petahana H Fauzan Khalid-Hj Sumiatun mendapat nomor urut tiga.

a�?Harapan kita dengan telah adanya nomor urut, masing-masing pasangan calon sudah bisa memperkenalkan dan mengampanyekan nomor urut pasangan masing-masing,a�? kata Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri, usai Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lobar 2018 di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, kemarin (13/2).

Sementara itu, terkait deklarasi pilkada damai dan berintegritas, diharapkan tidak hanya diucapkan secara lisan semata. Melainkan, diwujudkan dalam perbuatan. Yakni, mampu mengendalikan seluruh pemilih dan pendukungnya untuk tenang dan damai.

a�?Berkontribusi bagi terciptanya pilkada yang berkualitas dan berintegritas,a�? ucapnya.

Sama seperti di level provinsi, para kandidat sebelum pengundian nomor urut, terlebih dahulu mengambil nomor antrean untuk mengambil nomor urut. Dan suasana pengambilan nomor antrean pun sudah hiruk pikuk oleh suara tim pendukung. Tim pemenangan masing-masing kandidat bersemangat menyuarakan yel-yel jagoannya. Ada yang menyuarakan lantang paslon Zul-Khair, F-One, hingga Zaitun.

Tidak hanya itu, keunikan juga terjadi saat pembacaan deklarasi pilkada damai dan berintegritas. Di mana ketiga paslon terlihat tidak kompak membaca isi deklarasi. Ibarat ada di sirkuit, ketiganya balap-balapan membaca isi deklarasi.

Usai pelaksanaan pengundian nomor urut, masing-masing calon bersama pendukungnya kembali ke titik kumpul dengan tertib.

Terpisah, calon petahana Bupati Lobar H Fauzan Khalid menanggapi nomor urut tiga yang diperolehnya bersama Hj Sumiatun. Ia sendiri tidak ingin mempermasalahkan angka berapa yang diperoleh Zaitun.

a�?Karena dari sisi kemudahan pemilih adalah sama. Sebab, ada tiga calon,a�? ujarnya. a�?Kiri adalah nomor satu, tengah adalah nomor dua, dan kanan adalah nomor tiga,a�? tambah Fauzan.

Diakui, sejak awal ia tidak memiliki target terkait nomor urut tersebut. Yang jelas ia bersama Hj Sumiatun mensyukuri nomor yang diperoleh. a�?Alhamdulillah dikasih Allah SWT dengan nomor tiga,a�? katanya.

Lantas tidakkah ini akan mempengaruhi kata Sopoq Angen? Lantaran, dipikiran masyarakat kata Sopoq berarti satu. Fauzan menjelaskan, Sopoq Angen adalah jargon, dan seluruh masyarakat Lobar adalah satu kesatuan. Hal inilah yang ingin diraih Zaitun.

a�?Saya yakin semua masyarakat tahu karena memang tidak ada korelasinya,a�? ucap mantan Ketua KPU NTB ini.

Selepas pengundian nomor urut, langkah Zaitun adalah mulai tetap rutin dan turun ke masyarakat. Yang disertai pemberian informasi, mengenai hasil-hasil pembangunan apa saja yang sudah dilakukannya selama menjabat satu tahun delapan bulan sebagai Bupati Lobar.

Sementara itu Nauvar F Farinduan berkomentar dengan nomor urut dua yang didapatnya. Dengan angka ini diharapkan adalah angka yang terbaik. a�?Bila disimulasikan, satu dibuka, dua dicoblos, tiga dilipat,a�? katanya.

Memasuki masa kampanye kata Farin, F-One fokus konsolidasi tim. Baik ditingkat kabupaten, kecamatan, dan dusun. Hingga penjadwalan yang teratur berdasarkan survei kompas F-One, melihat titik-titik yang dapat mendulang suara Farin-Muammar.

a�?Pemetaan dilakukan karena target suara adalah memenangkan pertarungan di atas lima puluh persen yang merata di semua kecamatan secara kumulatif,a�? paparnya.

Sedangkan, calon Bupati Lobar HM Izzul Islam menuturkan, diharapkan angka satu yang diperoleh bersama TGH Khudori Ibrahim adalah angka hoki. Mendapat angka satu yang serupa dengan nomor antrean, keduanya hanya tersenyum.

a�?Kami bersyukur saja seraya berucap Alhamdullillah, salam satu jari,a�? singkatnya.

Di Lotim, Semua Tertawa Gembira

Di Lombok Timur, pengundian nomor urut dilakukan empat pasangan calon diiringi sorak gembir apara pendukung. Rapat Pleno terbukaA� yang bertempat di Gedung Wanita itu dimulai sekitar pukul 10.00 Wita.

Hasilnya, pasangan H Haerul Warisina��H Mahsun Ridwainy (Harum) mendapatkan nomor urut 1, pasangan Ali Masadia��Putrawan Habibi (Al Habib) mendapatkan nomor urut 2, pasangan HM Sukiman Azmy-H Rumaksi (Sukma) mendapat nomor urut 3 dan pasangan HM Syamsul Luthfia��H Najamudin Moestafa (Fiddin) mendapat nomor urut 4.

Saat nomor sudah pasti, para pendukung yang hadir dalam ruangan pun sontak mengeluarkan banner yang sudah disiapkan sesuai dengan urutan yang didapatkan.

Ali MasadiA� terlihat begitu riang gembira setelah mendapatkan nomor urut 2. a�?Salam dua jari,a�? sorak para pendukungnya yang hadir dalam ruangan rapat pleno terbuka yang diadakan di Gedung Wanita Lombok Timur.

Selain itu, Ali MasadiA� dan Putrawan HabibiA� (Al Habib) terlihat seperti mendapatkan nomor urut yangA� diidam-idamkan. Ia tak henti-hentinya mengangkat kedua tangan dengan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah secara bersamaan.A� Hal itu terus dilakukan sampai acara berakhir, dan bahkan keluar dari ruangan siding rapat pleno.

Sementara itu, paket paslon Fiddin dan Harum terlihat tersenyum seadanya. Beberapa kali mereka juga mengangkat nomor urut yang didapatkan tersebut. Sorak sorai disambut oleh pendukung yang berada di dalam maupun yang telah menunggu di luar gedung.

Sedikit berbeda dengan paslon lainnya, paket Sukma terlihat biasa-biasa saja. Akan tetapi pendukungnya tetap serentak memberikan semangat dan teriakan semangat kemenangan. Sesekali HM Sukiman Azmy memberikan senyuman pada para tim dan pendukungnya yang datang.

Kegiatan rapat pleno terbuka yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Lotim Muh Saleh ditutup dengan pembacaan hasil rapat dan poto bersama antara semua paslon dan KPU Lotim.

Satu Manufer, Dua Lutfer, Tiga SW

Untuk Kota Bima, pengundian nomor urut juga dilakukan para kandidat. Pengundian dilakukan di di Paruga Nae Convention Hall, kemarin.

Pasangan HA Rahman H Abidin dan Hj Ferra Amelia (Manufer) mendapat nomor urut satu. Nomor urut 2 adalah pasangan HM Lutfi dan Feri Sofyan (LUTFER). Sedangkan nomor urut 3 adalah Subhan HM Nor dan Wahyudin (SW).

Ketua KPU Kota Bima mengatakan, penetapan nomor dilakukan tanpa rekayasa. Saat pengambilan nomor antrean untuk mengambil nomor urut misalnya, ditentukan berdasarkan urut-urutan kandidat tiba di lokasi pengundian.

Usai penetapan, pasangan calon meninggalkan Paruga Nae Convention Hall bersama pendukung masing-masing. Untuk menghindari pertemuan langsung para pendukung, pihak kepolisian mengatur jarak.

Pasangan yang meninggalkan lokasi pertama adalah Lutfer, kemudian dilanjutkan dengan SW. Baru dilanjutkan dengan pasangan Manufer. Dengan sistem ini, semua bubar dengan tertib. (yuk/ewi/tih/ton/LPG/r8)

Berita Lainnya

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost