Lombok Post
Kriminal

Ditangkap Polisi, Pencuri Sarang Walet Diceraikan Istri

KENA BEDIL: Iwan dilumpuhkan tim opsnal Satreskrim Mataram karena kabur saat ditangkap di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Selasa (13/2). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Tidak saja betis yang berlubang akibat tertembus peluru. Perasaan Iwan, 26 tahun, pun kosong akibat diceraikan istrinya. Perceraian itu terjadi karena ulahnya sendiri, karena dia melanggar janji untuk tidak mencuri kembali.

a�?Perjanjiannya kalau curi lagi, langsung jatuh talak tiga,a�? kata Iwan sambil meringis, kemarin (14/2).

Iwan mengatakan, dia baru saja menikah pada akhir Januari tahun ini. Dalam pernikahannya itu, sang istri meminta Iwan untuk berjanji. Janjinya tak berat. Iwan diminta untuk rajin salat dan tidak melakukan perbuatan tercela, mencuri misalnya.

Janji itu rupanya tidak ditunaikan Iwan dengan baik. Sekitar pukul 18.00 Wita, Selasa (13/2), pemuda asal Kampung Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram ini ditangkap tim Opsnal Polres Mataram. Dalam penangkapan itu, Iwan sempat kabur. Tetapi, tembakan terukur dari petugas berhasil menghentikan pria yang sebelumnya pernah juga masuk penjara.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, pelaku merupakan spesialis pencuri sarang burung walet. Mereka menyasar setiap lokasi sarang burung walet di wilayah hukum Polres Mataram. a�?Ini spesialisnya sarang burung walet. Hampir semua tempat dia curi, terakhir di Ampenan,a�? kata Muhammad.

Aksi pencurian itu dilakukan secara berkelompok. Pelaku berjumlah 5 orang, termasuk Iwan. Salah satu dari mereka sudah ditangkap dan masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. Sementara tiga orang lainnya, masih dikejar polisi.

Kapolres menjelaskan, pencurian terakhir dilakukan pada April 2017. Pelaku menyasar sarang burung walet di Lingkungan Kampung Banjar, Kelurahan Ampenan Selatan. Dari aksi tersebut, pelaku mengambil sekitar tiga kilogram sarang burung.

Sarang burung yang mereka ambil kemudian dijual ke seseorang. Satu kilogramnya dihargai Rp 5 juta. Uang hasil penjual dibagi empat. a�?Ada tiga TKP mereka beraksi. Hasil pencurian itu dijual lagi Rp 5 juta. Padahal harga aslinya bisa mencapai Rp 15 juta. Itu yang beli sedang kita telusuri,a�? kata Kapolres.

Sementara itu, Iwan hanya bisa terdiam ketika petugas membeberkan kronologis aksi pencurian yang dia lakukan. Dia juga tidak membantah keterangan dari kepolisian. a�?Iya benar, tapi sudah lama itu saya ambil. Saya juga cuma tunggu di luar, teman yang lain itu yang masuk,a�? ujarnya.

Mengenai nasib rumah tangganya, Iwan mengaku hanya bisa pasrah. Sore saat penangkapannya, juga telah diumumkan perceraian antara dia dengan perempuan yang kini menjadi mantan istrinya.

a�?Langsung diumumkan di masjid,a�? kata Iwan.(dit/r2)

Berita Lainnya

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost